Senin, 04 Mei 2020

VIDEO KEEMPAT


Jika dari 3 video itu Anda merasa cukup dan sudah ada pilihan untuk mengerjakan tugas, boleh tidak saksikan video berikutnya. Akan tetapi, jika ketiganya belum memberikan pilihan dan Anda masih ingin lihat video berikutnya, dipersilakan.


VIDEO KETIGA


Anda penasaran dan masih ingin lihat video berikutnya? Inilah video ketiga


VIDEO KEDUA


Setelah mencermati video ada tugas ya.


Tugasnya ada 2
1.       Apa isi pokok video tersebut?
2.      Buatlah teks persuasi berdasarkan tayangan video tersebut!
Sudah itu saja. Gampang, kan?



PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA 4 MEI 2020

Assalamu'alaikum WW

Anak-anakku yang selalu disayang Bu Guru. Oh, semoga disayang Allah juga ya. Pekan ini ada jadwal terbaru dari sekolah. Pembelajaran yang biasanya jadwal BI hari Rab, Kamis, dan Sabtu kini berganti hari Senin.

Baik, pagi ini kita akan mengulang materi teks persuasi. Masih ingat apa itu teks persuasi? Semoga masih ingat semua. Pembelajaran kita kali ini cukup santai kok. Bisa lihat dulu video pertama.


Minggu, 03 Mei 2020

WEBINAR VIA ZOOM AISEI WRITING



Tema                           : Menulis Setiap Hari
Waktu                         : Minggu, 3 Mei 2020 pukul 16.00-17.30
Founder AISEI            : Dr. Capri Anjaya, S. Pd., M. Hum.
Narasumber                : Omjay (Wijaya Kusumah)
Prestasi Narsum:
JUARA I LKT Imtak (2005)
FINALIS PLB (2006)
FINALIS IT (2007)
FINALIS LKGDP(2008)
PEMENANG I BUKU PUSBUK (2009)
JUARA I BLOG PUSAT BAHASA (2009)
PEMAKALAH SIMPOSIUM (2010/2011)
JUARA II GURARU ACER AWARD (2011)
Guru Paling Ngeblog Kompasiana (2012)
Terfavorit III BSM Edu Award 2012
Juara II Lomba Pidato Nasional OJK (2013)

SEKILAS TENTANG AISEI (Association for International minded School Educators Indonesia)
Webinar via Zoom AISEI Writing diselenggarakan sebulan 2 kali tiap pekan pertama dan ketiga, selama 10 x pertemuan. Dilaksanakan pukul 16.00-17.30. Pre launching AISEI pada tanggal 19 Januari 2019.
4 Pilar AISEI
-       Guru belajar
-       Guru berbagi
-       Guru menginspirasi
-       Guru menulis
Kali ini AISEI menggandeng penulis dengan jumlah peserta 100 orang.
Harapan kegiatan AISEI dalam kegiatan tersebut.
1.     Peserta dapat menulis di blog secara rutin.
2.     Peserta mengumpulkan tulisan tentang pengalaman mengajar sebagai orang tua maupun guru kepada AISEI untuk dibukukan.
3.     Masing-masing peserta dapat menulis buku kumpulan artikel yang ditulis di blognya.

MATERI MENULIS OLEH OMJAY
Negara kita merupakan negara kepulauan. Oleh karena itu,  perlu pembelajaran jarak jauh. Tahun 2014 Omjay telah biasa memdesain pembelajaran jarak jauh
Menurut Omjay ada tiga cara agar orang menjadi kaya di usia muda, yakni: (1) terlahir dari keluarga kaya, (2) menikah dengan orang kaya, (3) menjadi orang kreatif dan berkarakter. Tahun 2005 Omjay gelisah karena anak-anak senang gambar porno dan suka membuka situs porno. Itulah yang melatarbelakangi Omjay membikin aplikasi yang membuat anak-anak masuk pembelajaran melalui blog. Saat mengikuti lomba karya tulis dengan judul “Proses Pembelajaran Internet dalam Meningkatkan Imtak Siswa” bertemu dengan guru-guru hebat.
Tahun 2006 masuk final dalam Lomba Karya Ilmiah PK&PLK di Yogyakarta dengan judul Proses Pembelajaran Berbasisi ICT dalam Meningkatkan Imtak-Iptek Secara Terpadu dan saat itu sudah mulai menulis online. Beliau mendapat hadiah 20 juta. Masuk simposium nasional. Kalau sadar hidup itu singkat, menurutnya, mestinya kita akan meninggalkan jejak digital dengan baik. Prinsipnya “Gajah mati meninggalkan gading; Blogger mati meningalkan posting.”
“Meningkatkan Kreativitas Menulis Siswa Melalui Menulis Blog di Internet” diikutkan dalam Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran tahun 2008. Tahun 2009 memenangkan sayembara penulisan Naskah Buku Pengayaan dan memboyong hadiah sebesar 20 juta rupiah sebagai pemenang pertama. Pada tahun yang sama menjadi Pemenang I Lomba Blog Pusat Bahasa. Hadiah lombanya diinvestasikan untuk kegiatan menulis. Tujuan menulis menurutnya bukan untuk cari duit.
Tahun 2011 mengikuti Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan di Denpasar Bali. Karyanya berjudul Efektivitas Pemanfaatan Blog dalam Meningkatkan kreativitas Menulis Siswa. Pada tahun itu juga menjadi juara II Guraru Award 2011.
Tahun 2012 mendapat Hadiah Uang Tunai Guru paling Ngeblog. Pada tahun yang sama menjadi Guru Terfavorit BSM Award 2012.
Tahun 2013 menjadi Juara  2 Lomba Pidato Nasional “Suara Konsumen LJK” di Jakarta. Sosok Wijaya Kusumah Guru yang Suka Menulis dan Nge-Blog” diliput Kompas. DA’I TV pernah meliputnya juga dalam acara Mata Hati Wijaya Kusumah Guru dan Blogger. Belajar dari Ibu Siti Rohmani Rauf (guru SD). Beliau meninggal dalam usia 98 tahun, yang berkarya Ini Budi Ini bapak Budi.
Menurutnya, ada 5K yang akan memengaruhi dunia, yakni: Konten kreatif, Kolaborasi, Konektivitas, Kontekstual, dan Konvergensi. Karena karyanya, pernah bertemu Anies Baswedan, Jokowi, JK, Malik Fajar, Prof. Muhadjir. Bersama timnya satukan tekad untuk memasukkan kembali TIK ke dalam Kurikulum Nasional.
Banyak lomba yang diikuti. Bisa nonton video. Belajar banyak dari Pak Arif Rahman Hakim. Menurut Pak Arif kekuatan manusia ada empat, yaitu: pikiran, perkataan, perasaan, dan perbuatan. Nasihat Ali bin Abi Thalib, “Ikatlah ilmu dengan menulis” perlu diperhatikan. Prinsip Omjay menulisah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Banyak buku terlahir darinya. Jangan pelit beli buku. Jika pelit beli buku ilmu tak akan bertambah. Ada cerita sekolah kebakaran dan ada cerita blognya. Perhatikan orientasi penulis. Pengguna internet adalah wanita dan anak muda. Untuk itu, tulisan perlu disesuaikan.
Kegiatan menulis Omjay di antaranya terinspirasi oleh nasihat ibu gurunya, Ibu Siti Rahmani. Nasihatnya “Jay, kamu harus menjdi penulis yang berbeda.” Selain itu terinspirasi saat mengundang tunanetra dan susah mencari taksi. Doanya dapat kendaraan baru sehingga kalau mengundang tunanetra tak kesulitan untuk mengantarkan kembalinya.
Omjay mengajak guru menulis di blog karena blog itu murah banget. Bahkan beberapa blog tak berbayar alias gratis. Omjay juga menyarankan untuk penyimpanan file menggunakan google drive.
Omjay juga mengingatkan bahwa dunia tulis menulis itu bukan dunia ecek-ecek, tetapi luar biasa. Dari menulis yang awalnya seperti mimpi bisa terjadi. Dari menulis bisa bertemu orang-orang hebat. Dari menulis bisa menggunakan Balai Sidang gratis.
Kegiatan menulis itu yang tersulit adalah memulai. Itu sebabnya pada kegiatan awal menulis Omjay memulai menulis 3 alinea: pembuka, isi, penutup. Menulis buku itu amat mudah. Masalahnya laku apa tidak. Dari kegiatannya menulis dapat mengajak istri jalan-jalan ke Singapura.
Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab.

Kalau kita membuat blog tetapi bukan di wordpress boleh?” Oleh narsum dijawab boleh saja. Omjay sendiri mencontohkannya bahwa blognya ada wordpress, blogspot, dll.

Bagaimana trik meningkatkan 5 K (Konten kreatif, Kolaborasi, Konektivitas, Kontekstual, dan Konvergensi) yang mempengaruhi dunia? Jawaban narasumber dengan cara menulis terus. Belajar terus untuk menulis untuk mengasah kreativitas.

Kapan waktu terbaik untuk menulis, jika kita mewajibkan diri setiap hari menulis? Kalau Omjay menulis rutin sebelum tidur. Menulis pendek-pendek bisa di HP. Kalau Omjay menulis panjang itu gabungan dari tulisa dari pagi hingga malam.

Ingin punya blog. Tapi bagaimana caranya?
Dengan cara mengunggah di blog. Pengalaman Omjay awal mulainya dulu Omjay hari itu menulis blog, hari tu juga meninggalkannya. Kemudian bertemu dengan Pak Dedi jadi terinspirasi. Pak Dedi yang kepala sekolah saja masih sempat ngeblog. Pernah diajak Pak Dedi untuk menjadi tukang foto (suatu kegiatan), kini Omjay sudah jadi pidato.

Bagaimana cara mencari ide/inspirasi? Bisa melakukan jalan-jalan atau menuliskan apa yang dilihat. Menuliskan apa yang dilihat bisa merupakan laihan yang baik dilakukan. Disarankan pula membaca buku Budiman Hakim “Menulis Tanpa Ide.”

Bagaimana memotivasi diri untuk menulis? Motivasi ada internal dan eksternal. Internal bersumber pada diri sendiri. Eksternal bisa ditempuh dengan bergabung dengan grup penulis yang bisa menambah semangat untuk tetap menulis.

Kegiatan ditutup oleh Bu Capri dengan penegasan bahwa angan-angan atau mimpi itu seperti doa. Menulis merupakan senjata yang ampuh. Bisa untuk menyalurkan isi hati, juga bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Jika 4 kekuatan (pikiran, perkataan, perasaan, perbuatan) itu digabungkan maka kita dapat menulis dengan baik.




PIDATO MENDIKBUD DALAM HPN


Anda ingin menyimak pidato Mendikbud dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 dengan tema Belajar dari Covid-19, tetapi kemarin tak sempat menyimak secara langsung? Tak usah khawatir. Anda bisa simak di sini.


Sabtu, 02 Mei 2020

“KOMUNIKASI” SEBAGAI KUNCI PEMBELAJARAN EFEKTIF DARI RUMAH



Sejak hadirnya covid di dunia, termasuk negeri tercinta Indonesia, telah mengubah pola pikir banyak orang. Baik orang tua, guru, masyarakat, maupun siswa. Sebagaimana yang disampaiakan oleh Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam sambutanya pada acara webinar PGRI yang diikuti oleh 13.000-an guru di Indonesia.  Beliau sampaikan bahwa covid-19 ini membawa perubahan di dunia pendidikan.
Krisis ini juga membawa hikmah. Saat ini guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaran online. Tanpa diduga dan tanpa persiapan sebelumnya, guru dipaksa untuk melaksanakan pembelajaran online, daring (dalam jaringan) atau PJJ (pembelajaran jarak jauh). Hadirnya covid membawa keprihatinan sekaligus berhikmah. Di antaranya adanya kesadaran bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana pun. Orang tua semakin menyadari sulitnya tugas menjadi guru. Guru, siswa dan orang tua juga menyadari bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah. Menumbuhkan semangat untuk berkolaborasi sehingga menimbulkan empati.
Inilah yang menimbulkan semangat penulis untuk bereksplorasi. Bagaimana bisa membelajarkan siswa dalam keterbatasan dengan kemampuan dan sarana prasarana pas-pasan dengan hasil tak mengecewakan. Dalam waktu singkat dan berawal dari keterpaksaan (bukankah awalnya terpaksa, dipaksa, akhirnya terbiasa dan menjadi mahir) mencari model yang paling tepat.
Awal mula pembelajaran dilakukan melaui media WA. Media ini sdah sering digunakan untuk mengiriman tugas. Sayang, satu dua siswa tak memilikinya. Jika pembelajaran langsung ini bukan perkara besar. Sebab siswa yang tak punya HP bis nebeng HP temannya. Pembelajaran bisa berlangsung. Tentu tak luput dari kendala. Yang utama kendala HP dan pulsa.
Baru hari kedua belajar di rumah, sudah terdengar keluhan siswa yang bosan di rumah. Gak enak di ruma. Ingn segera berangkat sekolah. Bertemu Bapak Ibu guru dan teman-teman semuanya.
Di tengah keluhan yang makin marak, guru berusaha untuk menenangkan.Bisa dilihat dari sapan-sapaan yang dikirimka kepada grup kelas. Di antaranya ada kesempatan bereksplor mencarai kata-kata terkait maraknya virus korona. Tanggapan daris siswa cukup beragam. Ada yang segera menyambutnya, namun ada pula yang hingga habis waktunya sama sekali tak mengirimkan jawaban.
Guru yang tak b+puas berdiam diri saja mencoba pembelajaran online dengan google classroom. Satu dua, tiga atau beberapa siswa bisa gabung. Namun, beberapa di antaranya tak bisa gabung. Beragai alasan bermunculan. Tak punya alamat gmail, tak punya pulsa, tak punya HP sebagai alasan klise. Hal ini menunjukkan bahwa google classroom yang digunakan kurang berhasil.
Assalamu'alaikum Anak2 tercintaku, Negeriku, Sayangku, I Love You. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu ya. Tetap semangat belajar di rumah ya. Posting hari ini sama dengan tugas via WA kemarin. KIta belajar terus yaaa. (21 Maret)
Sapaan itu pun bersambut hangat. Beberapa siswa mulai berdatangan di kelas. Selalu guru mengusahakan untuk berkomunikas dengan memeperhatiakn aspek menat spriritual. Mencoba mengambi hati para siswanya.
Alhamdulillah siang ini telah terdaftar 26 siswa di kelas kita. Ini berarti tinggal 5 siswa 9f yang belum masuk. Sayangnya, beberapa nama siswa tiak ama dengan nama aslinya. Adakah yang bisa memberi masukan pada Bu Guru? (21 Maret)

Baru saja Ibu unggah materi Panduan Belajar Ruangguru.
Tidak usah dijadikan beban. Untuk tambahan wawasan saja. OKe? (21 Maret)

Sebagian besar sudah mengirim jawaban 5 nomor soal yang tadi Ibu kirim.Ada satu dua yang belum kirim sama sekali. Ada satu siswa yang baru kirim 1 jawaban, ada yang 2 jawaban, dan ada yang baru 3 jawaban. Kira-kira apa penyebabnya ya? Apakah soal terlalu sulit? Ataukah soal terlalu banyak? Atauka banyak tugas? Atau, apakah ...???
Baik. Kita akan bahas kalau sudah menjawab semua ya. Oke?

Selamat belajar dari rumah. Waduhhh, istilahnya apa ya??? Kalau bekerja dari rumah WFH = work from home. Kalau belajar dari rumah?

Percobaan online berikutnya pakai aplikasi google form. Ini lumayan efektif tetapi hanya untuk tugas-tugas. Terutama tugas atau soal dalam bentuk pilihan ganda. Yang ini semua bisa mengikuti. Dengan catatan, waktu mengerjakan diberi rentang waktu cukup panjang. Mengapa? Ada HP harus bergantian dengan orang tua atau saudara.
Muncul pemikiran baru. Menggunakan apa lagi agar pembelajaran menjadi lebih efektif? Dan tak menjadikan bosan? Penulis mencoba membuat rekaman informasi yang disampaikan lewat blog. Ini bukan konten pembelajarnnya. Sebagai rangsangan terhadap siswa untuk bahan diskusi saja.
Sebelum jadwal pembelajaran, guru telah mengingatkan bahwa kesempatan besok menggunakan blog sebagai media pembelajaran. Rekaman-rekaman video pembelajaran menjadi medianya. Judulnya pembelajaran dalam rangka penguatan enghadapai penilaian akhir tahun. Tiga puluh menit sebelum masuk jadwal guru embali mengingatkan-
Kurang lima menit pembelajaran guru mulai mengunggah blog berisi video pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk menyimak terlebih dahailu. Jika ada materi belum jelas bisa ditanyakan lewat grup.
Blog berisi video pembelajaran membuat siswa penasaran. Beberapa pertanyaan bermunculan. Video direkam oleh guru menggunakan bahasa sederhana. Ada pula unsur “fun”. Tak terduga sebelumnya, ternyata mengantre deretan pertanyaan. Sudah diingatkan bahwa penanya harus menuliskan nama dan nomor asen. Hal ini cukup efektif dengan bukti banyak muncul pertanyaan. Pembelajaran ini sebenarnya sedikit banyak mengadosi metode belajar “Belajar Menulis bersama Omjay.”
Pada bagian akhir pembelajaran berdasar komentar siswa bisa disimpulakan bahwa pembelajaran asyik dan sangat menyenangkan. Pertanyaan ditulis di grup WA yang langsung dijawab oleh penulis mengguanakan media audio. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media pembelajarn blended dengan memadukan berbagai aplikasi dapt menambah suasana fun dan lebih mudah dalam pembelajarn.