Kamis, 14 Mei 2026

KAJIAN KITAB AQIDAH: Ust. Rofiq Jauhari, Lc.

 


[07:10, 12/05/2026] Ismi: Prinsip aqidah ahlussunah wal jamaah

[07:12, 12/05/2026] Ismi: Lan yadkhilu ahadan amalulu: tak akan masuk surga seseorang tersebab amalnya

[07:13, 12/05/2026] Ismi: Tak ada yg masuk surga krn amal

[07:13, 12/05/2026] Ismi: Sdh shalat?

[07:13, 12/05/2026] Ismi: Yakin diterima?

[07:13, 12/05/2026] Ismi: Yakin masuk surga krn shalat?

[07:14, 12/05/2026] Ismi: Sdh betul2 krn Allah?

[07:14, 12/05/2026] Ismi: Sdh brp hr puasa?

[07:14, 12/05/2026] Ismi: Yakin diterima?

[07:16, 12/05/2026] Ismi: Rasulullah dg keistimewaan, mengapa beliau shalat malam shg kakinya bengkak?

[07:17, 12/05/2026] Ismi: Rumah R petak, tp suasana bahagia

[07:17, 12/05/2026] Ismi: Bukan fisik, tp isinya

[07:18, 12/05/2026] Ismi: R shalat dg panjang

[07:19, 12/05/2026] Ismi: Bersentuhan kulit suami istri tak membatalkan wudlu

[07:23, 12/05/2026] Ismi: Sekuat apa syukur kita jk shalat msh ditunda2?

[07:25, 12/05/2026] Ismi: Ada yg shalat 60 th tak ada satu pun yg diterima

[07:25, 12/05/2026] Ismi: Jgn pernah merasa sdh benar

[07:26, 12/05/2026] Ismi: Msh byk ruang yg hrs kita belajar ttg ibadah

[07:26, 12/05/2026] Ismi: Umat R: durasi umur 60 - 70 th

[07:27, 12/05/2026] Ismi: Udkhulul jannata birahmatii

[07:28, 12/05/2026] Ismi: Tegakkan hisab

[07:28, 12/05/2026] Ismi: Amal 60 th: nikmat Allah lbh berat. Masukkan neraka krn menolak rahmat Allah

[07:29, 12/05/2026] Ismi: Kdg amal.msh dikotori dosa dan maksiat

[07:30, 12/05/2026] Ismi: Wayu'ta bi'abdi yaumil qiyamah

[07:30, 12/05/2026] Ismi: Dtg membawa pahala shalat, zakat segunung. Seluruh amal tak berbekas. Hilang

[07:31, 12/05/2026] Ismi: Ya Rabb aina shalatii, aina zakaatii, aina ...

[07:31, 12/05/2026] Ismi: Semua pahala kebaikanmu hilang tak berbekas krn suka ghibah

[07:32, 12/05/2026] Ismi: Semua perkara yg tidak disukai org lain: ghibah

[07:34, 12/05/2026] Ismi: Jk boleh transfer pahala (ghibah) mk yg plg berhak dighibahi ortu. Spy pahala urk ortu

[07:34, 12/05/2026] Ismi: Tp kl cari gara2 agar dirasani: dosa

[07:36, 12/05/2026] Ismi: Jgn terlalu ikut campur urusan org

[07:36, 12/05/2026] Ismi: Pernah rasan2?

[07:36, 12/05/2026] Ismi: Dg basmalah?

[07:37, 12/05/2026] Ismi: Jgn rasan2: merusak amal

[07:38, 12/05/2026] Ismi: Penggugur dosa ghibah: 70 dosa kpd Allah lgsg dibanding 1 dosa dg sesama hamba

[07:38, 12/05/2026] Ismi: Ampunan Allah jk kita dimaafkan org lain

[07:41, 12/05/2026] Ismi: Yg dpt menggugurkan dosa ghibah: minta maaf (meminta kehalalan yg dighibahi); menyebutkan kebaikan org itu sebanyak kita menyebutkan keburukannya

[07:44, 12/05/2026] Ismi: Memintakan ampun kpd Allah org yg kita ghibahi

[07:46, 12/05/2026] Ismi: Belajar lbh rajin, lbh khsyuk spy ibadah Allah lbh baik, lbh benar. Agar Allah sayang kita. Agar Allah jalankan skenarionya

[07:47, 12/05/2026] Ismi: Ada org ibadah kuat, maksiat tak pernah usai; mengharap rahmat Allah

[07:47, 12/05/2026] Ismi: Amal bukan jml, tp bagus kualitas

[07:47, 12/05/2026] Ismi: Tugas kita: menghamba kpd Allah

[07:48, 12/05/2026] Ismi: Tetap taat walau berat: tetap ibadah walau penat

[07:48, 12/05/2026] Ismi: Futur: kehilangan semangat

[07:49, 12/05/2026] Ismi: Surga itu bonus, ridlo Allah yg kita cari

[07:52, 12/05/2026] Ismi: Keluarkan umat Muh yg ada keimanan surga sebesar gunung, masuk surga. Masuk neraka dulu

[07:52, 12/05/2026] Ismi: Keluarkan umat Muh yg ada keimanan surga sebesar biji gandum.

[07:53, 12/05/2026] Ismi: Keluarkan umat Muh yg ada keimanan surga sebesar dzarrah.

[07:54, 12/05/2026] Ismi: Sebesar qiradh, tp msh masuk neraka. Krn msh ada kemaksiatan

[07:54, 12/05/2026] Ismi: Keluarkan umat Muh yg ada keimanan surga sebesar dzarrah.

Ini sdh telanjur gosong

[07:56, 12/05/2026] Ismi: Jgn merasa PD dg amal

[07:57, 12/05/2026] Ismi: Ilmu, amal, sehat: kebaikan di dunia


QUOTE AA HILMAN

 


MENATA HATI: MENYEMBUHKAN LUKA

Ditulis berdasarkan pengalaman hidup Aa Hilman

Beberapa kalimat penyemangat yang kuambil darinya:

1.      Sukses anak bukan semata-mata keberhasilan materi. Tapi suksesnya adalah yang selalu berbakti.

2.      Tak kan berkurang harta seorang anak karena membantu orang tua. Yang ada justru akan bertambah.

3.      Memberi kepada orang tua itu bukanlah beban, tapi adalah kebaikan.

4.      Daripada sibuk mencari yang terbaik, sibuklah menjadi yang terbaik.

5.      Jangan pernah membenci luka, karena di balik luka ada cahaya dan kebaikan.

6.      Di balik luka ada doa yang dikabulkan.

7.      Kita boleh miskin, tapi Allah Mahakaya.

8.      Jangan marah atau sakit hati karena omongan orang.

9.      Tak ada manusia yang hidupnya baik-baik saja.

10.  Ujian ada karena di balik patahan-patahan luka ada cahaya.


MENYEMBUHKAN LUKA HATI ala Aa HILMAN FAUZI

 


Menyembuhkan Luka Hati

Setiap orang pernah terluka dan tersakiti

Semua orang pasti pernah ketemu lukanya

Jangan pernah merasa luka itu hanya hadir untuk mu saja

Gak penting seberapa sakit, yang penting bagaimana bisa sembuh

Luka ada karena apa dan karena siapa

Siang ini aku tegaskan tak ada orang yang melukaimu

Karena kamu hny dilukai oleh harapanmu

Maka perhatikan QS Al Ankabuut: 41

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

 

Tak ada rumah yang paling lemah, paling rapuh kecuali laba-laba

Luka yang paliing berat biasanya datang dari orang yang paling dekat

Kenapa? Allah Maha Pencemburu.

Jangan pernah bilang Allah melukaimu, menyakitimu

Allah sangat baik, tahu apa yang terbaik. Tahu bagaimana hatimu terluka, siapkan Cahaya

Allah tahu sakit kita, dengar doa-doa kita

Luka itu Allah izinkan sampai kita ketemu Allah

Tahapan Terbaik:

1.      Menerima lukanya

2.      Memaafkan luka

3.      Menyembuhkan luka

4.      Memperbaiki luka




Hati bukan benda mati

Ada Allah di hati kita



Perhatikan QS Asy Syuura: 30

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Untuk setiap luka, istighfar. Karena istighfar kunci segalanya

Tak ada manusia yang hidupnya baik-baik saja

Ujian ada karena di balik patahan2-patahan luka ada cahaya

Adam, Nuh, Ibrahim, Yusuf, Muhammad semua diuji

Jangan pernah merasa luka kita yang paling dalam

Sebelum kita, ada orang-orang yang terluka

Jika dengan luka menjadi dekat dengan Allah

Jadi paham harus melangkah

Hidup ini gak bisa baik-baik saja. Kalau semua baik-baik saja, di mana pahala sabar?

 

Sejak kecil tumbuh dengan luka

Ayah wafat sejak beliau kecil

Ibunya singel parent yang hebat

Iman sakit. Rapot teman-temannya diambil orang tuanya, dia sakit karena dia tak begitu

Teman-temannya lengkap keluarganya

Dalam pikiran Iman Allah jahat, tidak baik

Kalau Allah baik, dia tak yatim, tak miskin

Kakak-kakaknya luar biasa menguji orang tunya

Ibu memeluk, mencium kening

Iman, insyaallah Allah ganti

Tapi, kemudian Ibu struk.

Ayah meninggal, ibu sakit, miskin

Dalam pikiran Iman, Allah tak sayang sama kita

Ada yang membisiki Allah itu baik. Caranya perbaiki hatimu agar Allah perbaiki hidupmu

Kata ibunya Iman harus keluar rumah. Harus pergi.

Ke Panti asuhan, mondok.

Hatinya berontak. Gak mau

Kalau gak mau luka itu akan selala ada

Pergi. Keluar.

Ibunya memintakan doa kepada para tetangga

“Kalau mau miskin, miskin saja.”

Ada yang membisiki, “Jangan marah, sakit hati karena omongan orang. Kuatkan. Mondok, pesantren. Kita boleh miskin, tapi Allah Mahakaya.”

Pulang dari pesantren, nyuapi ibunya. Ibunya suka nonton ceramah di TV. Di hati ibunya muncul ingin Iman nantinya bisa ceramah di TV. Ibunya yakin Iman akan dapat berceramah di TV.

Karena yakin doanya dikabulkan?

Luka kita sdh sangat banyak. Bukankah Allah mendengar doa orang tersakiti?

Hari ini, apa yang ibunya katakan dan ibunya harapkan menjadi kenyataan.

Ceramah di TV, belajar S1, 2, 3 di Amerika dengan beasiswa.

Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".

Sembuh itu di sini. Di hati. Bukan di sana.

Jangan pernah membenci luka karena di balik luka ada cahaya, ada kebaikan.

Di balik luka ada doa yang dikabulkan

Kelas menata hati online

Jangn pernah terpenjara dengan luka yang pernah ada

Memang berat, jangan pernah mememdam rasa sakit

Butuh waktu, ikhlas

Bukan berarti semua baik-baik saja, tapi ketentuan Allah yang terbaik

Ustadz, penceramah, ngingati kakak susah

Bagaimana cara ikhlas? Serahkan semua kepada Allah, tapi kita tetap harus berusaha

Cara mengingatkan bisa pinjam lisan orang lain

Doakan pelan-pelan sampai Allah tunjukkan

Doa agar dimudahkan menemukan kebaikan

Bismillah ..

Rabbana aatinaa min laduunka rahmatan wa hayyi’ lana min amrinaa rasyadaa

Doakan orang yang pernah menyakiti

Yang gagal hanya ... bukan hidupmu

Lepaskan yang toksik, siapkan buat yang asyik

Bahagia itu bagaimanapun keadaannya makin dekat kepada Allah

Ikhlas itu bukan berarti harus sembuh hari ini

Jangan pernah bilang trauma

Daripada sibuk mencari yang terbaik, sibuklah menjadi yang terbaik

Buka hati, lewati semua, percantik diri

Aak tumbuh bersama ibu single parent yang sibuk membesarkan anak-anak.

Hilman menjadi sepert ini karena ibu yang kuat

Belajarlah menjaga hati

Perempuan itu tampak lemah fisiknya, tapi kuat hatinya

Memberi kepada orang tua itu bukan beban, tapi kebaikan

Tak akan berkurang harta anak dengan membantu orang tua. Tak akan berkurang, tapi akan bertambah

Kadang kita sibuk menuntut, lupa menuntun. Sibuk ...

Jangan suka mengukur kebaikan anak dengan pemberian materi dari anak

Sukses bukan semata-mata materi, tapi suksesnya anak yang selalu berbakti

Kalau mau minta sama anak tanya, "Nak, kira-kira kamu/istrimu keberatan ndak membantu? "

Kalau belum berubah, doakan, peluk, baik-baik.

L,aki-laki itu di samping ada istri, di atas ada ibu. Ada wanita yang perlu disayang dan dihormati.


Senin, 16 Februari 2026

YUK, SEDIKIT MENGENAL IMAM SYAFI’I


Sumber: Buku Salafus Shalih karya Dr. Ahmad Farid

 

            Buku setebal 609 halaman ini menarik perhatianku. Dari judul Salafus Shalih: Perjalanan Hidup 60 Ulama Ahlus Sunnah Ahli Tafsir, Ahli Hadits, Ulama Fiqih dan Imam Madzhab ini membuatkau penasaran. Buku tersebut terdiri dari 2 jilid. Jilid pertama memuat biografi 32 ulama. Adapun jilid kedua memuat ulama ketiga puluh tiga hingga keenam puluh.

Nama pertama yang amat menarik kubaca adalah Muhammad bin Idris yang lebih dikenal dengan nama Imam Syafi’i. Dalam kitab tersebut ada notifikasi“ Pembela Kebenaran dan Sunnah.” Masa hidup beliau 150 h – 204 H. Artinya, beliau sudah wafat 1.243 tahun yang lalu menurut kelender Hijriyah atau tahun Qomariah. Namun, pembahasan tentang beliau masih hidup hingga sekarang.

Nama, nasab, dan kun-yah beliau: Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi bin as-Saib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam bin al-Muththalib bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu-ay bin Ghalib. An Nawani menyebut,” Asy-Syafi’i menempati posisi tertinggi dan terluhur dalam hal kebaikan. Karena Allah telah menyatukan berbagai kemuliaan pada dirinya. Kemuliaan nasab yang suci dan asal-usul yang gemilang. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah. Dan itu merupakan puncak kemuliaan dan puncak kedudukan. Demikian pula dengan kemuliaan tempat lahir dan pertumbuhannya. Beliau lahir di tanah suci, da tumbuh dewasa di Mekkah.

Tempat kelahiran sang imam adalah di Gaza. Beliau yatim sejak kecil. Sang ibu khawatir anaknya terlantar, sehingga ia pindah ke tempat asal usulnya, Makkah saat beliau berusia dua tahun. Awalnya beliau (Asy-Syafi’i) tertarik dengan dunia memanah, Bahasa Arab dan syair, selanjutnya tertarik dengan fiqih hingga akhirnya memimpin kaum muslimin pada masanya.

Pengembaraannya dalam menuntut ilmu beliau tuturkan, “Dahulu, aku adalah seorang yatim dalam asuhan ibuku, dan ibuku tidak mempunyai uang untuk membayar jasa guru. Namun saat itu, guruku setuju bila aku menggantikannya mengajar saat ia pergi, (sebagai ganti upahnya mengajariku). Setelah mengkhatamkan hafalan al-Qur-an aku menghafalkan hadits. Rumah kami di Makkah, di perkampungan Khaif. Aku menulis hadits dan sejumlah catatan ilmu di tulang, setelah tulang penuh dengan tulisan kusimpan di dalam guci kuno.”

Mush’ab az-Zubairi menuturkan. “Yang mendorong asy-Syafi’I mempelajari fiqih Adalah kisah ini. Pada suatu hari say-Syafi’i bepergian dengan berkendaraan. Di belakangnya ada sekretaris ayahku. Asy-Syafi’I lalu melantunkan bait syair. Tiba-tiba saja sekretaris ayahku mengetuknya dengan gagang cambuk seraya berkata, “Orang sepertimu hilang wibawanya karena hal-hal seperti ini! Di manakah posisimu dari fiqih? Kata-kata itu membuat asy-Syafi’i terguncang. Akhirnya ia berguru kepada Zanji bin Khalid, mufti Makkah, setelah itu ia datang kepada kami, lalu berguru kepada Malik bin Annas.”

Asy-Syafi’i pernah memimpin Yaman. Beliau menjadi sosok terkenal karena rekan jejaknya yang baik dan juga usahanya dalam mendorng Masyarakat agar berpegang keada sunnah, melakukan cara-cara terpuji, dan berbagai kebaikan lainnya.

Selanjutnya beliau berkelana ke Irak mencari ilmu. Di Irak beliau mengarang kitab tentang madzhab lamanya berjudul Kitâbul Hujjah.  Asy-Syafi’i pindah ke Mesir tahun 197 H. Kemudian mengarang kitab berisi mazhab baru. Semuanya beliau tulis di Mesir.

Al-Baihaqi dalam Manâqibusy Syafi’i menyebutkan leih dari 140 kitab yang ditulis oleh Imam Asy-Syafi’i, baik dalam masalah ushul maupun persoalan furu’. 

 

Jumat, 06 Februari 2026

MENCARI ILMU KAPAN SAJA, DI MANA SAJA


Rasa syukur penulis haturkan kepada Sang Ilahi Rabbi yang telah memberi kesempatan kepda diri ini menyelesaikan pengabdian sebagai tugas negara pada bulan ini. Tanggal 1 Februari adalah hari pertama penulis menikmati kebebasan dari tugas dengan segala konsekuensinya. Hak dan kewajiban melekat di dalamnya.

Hari pertama kujalani dengan menempuh perjalanan cukup jauh yakni ke Bekasi. Dengan menumpang bus Rosin double dekker sampai di Bekasi Senin pagi. Sudah tak berkesempatan jamaa’ah subuh di Al Ikhlas. Namun, tetap disyukuri. Semoga perjalan itu membawa hikmah bagi diri dan keluarga.

Pulang dari Bekasi langsung beraktivitas pagi dengan mengikuti Pesantren Lania/Pesantrean Orang Tua (POT) yang rerata pesertanya para manula yang telah purnatugas. Diri ini mejadi siswa terbaru karena peserta lain telah memulai aktivitas bulan Januari. Adapun diri ini bulan tersebut masih harus menyelesaikan tugas sebagai abdi negara. Prinsip penulis, janganlah melakukan suatu kebaikan dengan mengorbankan kewajiban.

Inilah materi pertama yang didapat dari catatan teman satu meja. Terima kasih Sahabatku yang telah berbaik hati meminjamkan catatannya.

 

Materi SIROH

Selasa, 13 Januari 2026

“Barangsiapa menempuh jalan mengetuk pintu dengan sengaja dari rumah dengan niat mencari ilmu, Allah akan gampangkan baginya dengan ilmu itu jalan ke surga.”

Ya Allah, semoga diri ini dan Kawan-kawan komunitas penimba ilmu digampangkan oleh-Nya menuju jalan surga. Aamiin3

Dalam QS 2: 151 disebutkan

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Ilmu yang wajib Dipelajari

1.      Kitab (Hukum/Aturan) → dalam Fiqih

2.      HIkamh (Kebijaksanaan) → sunnah

Nabi yang mendapatkan hikmah sejak kecil adalah Nabi Yahya.

Hadits HR Muslim: Dalam Alquran isinya hukum adalah Kitab dan hikmah. Dalam sunnah isinya hukum dan hikmah.

Tujuan mengenal Siroh Nabi agar (mengharap) uswatun hasanah dari beliau.

3.      QS Al Ahzab : 21

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Syarat agar kita dapat meneladani Rasul:

1.      Mengharap Allah (yarjullah)

2.      Mengharap hari akhir

3.      Banyak berzikir kepada Allah:

a.      Shalat

b.      Membaca Alquran

c.      Ucapan-ucapan zikir kepada Allah