Tampilkan postingan dengan label AISEI JANUARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AISEI JANUARI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2021

SOLILOKUI SEORANG GURU (KEPADA MURID)

 



Ini merupakan sekelumit kisah kita bersama. Semoga bisa terkenang sepanjang masa. Anakku, ibu ingat betul bahwa PSBB di negara kita dimulai pertengahan Maret. Sejak 16 Maret pembelajaran kita tak diperkenankan dilaksanakan dengan jalur tatap muka. Semua persiapan pembelajaran yang sudah ibu rancang harus berbelok haluan. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ini semua akan terjadi. Tak ada yang bisa memprediksi suasana seperti ini kapan akan berhenti.

Anakku, masa pandemi ini kita tak boleh disesali. Dari rumah kita tetap harus berkarya nyata. Kita ambil hikmah dan pelajaran dari masa-masa sulit ini. Bu guru tahu, kalian ingin segera belajar di sekolah. Bertemu teman-teman dan bapak ibu guru. Kita bisa belajar, bercengkerama dalam canda tawa. Bisa berbagi dalam suka maupun duka.

Hingga kini, pada bulan Januari pembelajaran masih kita laksanakan dari jarak jauh. Tentu ada hikmah di setiap perisiwa. Yuk, kita kupas apa saja hikmahnya.

Salah satu di antaranya kita mengenal platform pembelajaran GCR (google classroom). Di platform pembelajaran ini kita belajar bersama. Jangan kira bu guru telah mengenal GCR sebelumnya. Bu guru mengenal dan belajar GCR di masa pandemi ini. Namun, ada semangat membara di dada sehingga semua tidaklah berat terasa.

Nak, selain GCR ibu memfasilitasi pembelajaran kita di WAG (whatsApp Grup) kelas kita. Ini semua kita lakukan demi mengefektifkan pembelajaran kita. Bahkan, chat via WA pribadi pun ibu layani. Mengapa demikian? Sebenarnya ibu inginkan kita fokus di platform pembelajaran GCR. Namun, kenyataan dengan satu platform pembelajaran saja hasil belum maksimal. Jangan pernah patah arang. Kita tetap harus usahakan demi kebaikan kita bersama.

         

Blog itu pun turut ambil bagian. Bisa kita gunakan sebagai media refleksi pembelajaran. Bahkan, materi yang ibu sampaikan melalui GCR tak jarang terangkum dalam blog yang ibu tuliskan. Hasilnya, cukup lumayan meningkatkan gairah kita bersama. Bu guru tak boleh putus asa. Demikian pula kalian semua.


            Bu guru bersyukur di antara kalian ada yang bisa menuliskan komentar. Tentu ini bu guru catat sebagai sebuah kemajuan. Bahkan, di antara kalian telah ada yang bisa menghasilkan karya berupa blog. Ini amat menggembirakan, Anakku. Teruslah berkarya untuk maju dan menjemput masa depanmu.

Setiap waktu bu guru siap mendampingimu. Menjelang tidur pun jika ada chat masuk tak tega untuk mengabaikan. Biarlah lelah untuk sementara. Asalkan kau tak lelah berusaha untuk menggapai cita. Tentulah lelah akan terbayar lunas. Bu guru akan tetap siap mendampingimu.

Prestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi yang kita raih tak lepas dari usaha gigih serta doa. Juara II Menulis Karya Tulis Ilmiah Tingkat provinsi, Juara 1 Menulis Sinopsis Tingkat Kabupaten, Juara II Menulis Esai Tingkat Kabupaten, Juara III menulis Artikel Tingkat Kabupaten adalah buah manis dari lelah kita bersama.

Penghargaan Juara I Menulis Sinopsis

Juara II Lomba Menulis Esai Tingkat Kabupaten

#LombaBlogAISEI

#komunitaspendidikIndonesia


PROFIL PENULIS

Isminatun dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah. Pendidikan S1 dan S2 ditempuh di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mengajar di SMPN 2 Gatak sekaligus menjadi ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Sukoharjo.

Buku yang dihasilkan: Bulan Melengkung di Atas Bibir Bidadari (novel), Kuikhlaskan Untukmu Aceh (kumpulan cerpen), Awas Menulis Bikin Kecanduan (buku motivasi), dan Catatan Hati Bersama Sang Buah Hati (novel faksi), dan Meniti Asa Mejadi Penulis Ternama (motivasi).









Jumat, 15 Januari 2021

BERBURU INSPIRASI DARI GURU INSPIRATIF

 


Siang ini dari pukul 13.300-16.00 menyempatkan diri berburu inspirasi. Kata inspirasi yang menurut Kamus Besar Bahasa Indoesia (KBBI) sepadan dengan kata ilham dengan makna “sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dan   sebagainya).” Maksud mengikui kegiatan siang hingga sore ini agar hati tergerak untuk mencipta atau menghasilkan karya.

Narasumber yang hadir siang ini ada lima orang. Pertama,            Ibu Hj. Rita Rosidah, S.Pd., M.MPd. Dalam presentasinya, beliau mengatakan bahwa pada ajang pemilihan guru inspiratif beliau memaparkan saja apa yang sudah dikerjakan. Menurutnya, MGMP merupakan sumber inspirasi. Beliau terpilih sebagai guru prestasi tahun 2013 peringkat kedua. Tahun 2014 bisa meraih peringkat pertama.

            Pada tahun 2005 MGMP IPA di kabupaennya mati suri. Beliau mencari solusi permasalahan yang dihadapi. Bersama sejawatnya MGMP yang telah mati suri dapat dibenahi. D MGMP iulah beliau berkiprah. Mengadakan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah, best practice hingga menulis berbagai buku antologi.

            MGMP aktif berkat kerja sama yang baik. Bahkan, berhasil menggaet penerbit utuk kegiatan MGMP. Salah satu buu antologiya berjudul Jejak Langkah Guru Subang. Bukan hanya di MGMP beliau berkiprah. Di masyarakat pun beliau ambil bagian mendirikan Taman Bacaan. Tak aneh jika 17 November 2020 beliau terpilih sebagai Guru Inspiratif tingkat nasional.

            Narasumber kedua bernama Bapak Bambang Hariyanto. Beliau mempresentasikan sebuah tema Meningkatkan Kompetensi Diri untuk Berbagi. Menurutnya, ada orang yang kompetensi TIK-nya tinggi namun kemampuan menulisnya rendah. Begitu pula ada yang sebaliknya. Bahan, ada yang kemampuan TIK dan menulisnya tingi namun ada juga yang kemampuan keduanya rendah. Untuk itu, perlu bersinergi dan saling berbagi. Yang dominan bisa berbagi, yang lemah bisa meningkatkan diri.

            Menurutnya, kompetensi guru dalam PJJ perlu memperhatikan aspek berikut:

-       Penguasaan teknologi informasi (adaptif)

-       Menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran (profesional)

-       Melakukan inovasi pembelajaran (pedagogik)

-       Kepekaan sosial terhadap kondisi saat ini (sosial kepribadian).

Beliau memenangkan lomba Inobel (inovasi pembelajaran) Nasional peringkat II. Beliau juga menulis buku Kemendikbud yang akan dibagikan ke seluruh sekolah di Indonesia. Karena kompetensinya sering mengisi sesi webinar Kemendikbud. Beliau berinovasi dengan menggunakan aplikasi android.

Narasumber ketiga adalah Ibu Umi Rosidah, M.Pd.I. Seorang guru inspiratif dari SMPN 2 Kepung. Sederet prestasi telah diraihnya. Beliau mempresentasikan materi bertema Peningkatan Guru dalam Litrasi Digital.

Beliau mengingatkan agar kita jangan berkarya untuk menjadi juara. Sebab jika tujuan utama menjadi juara bisa menghalalkan segala cara. Bisa pula berbuah kecewa jika tidak menjadi juara. Berkaryalah untuk para peserta didik kita.

Inilah sederet prestasi dari Ibu Umi Rosidah, narasumber kita: (1) Wisudawan Terbaik Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013; (2) Penulis Tesis Terbaik Ke-2 Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013; (3) Juara Harapan 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2014; (4) Juara 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2015; (5) Juara 1 Lomba INOBEL (Inovasi Pembelajaran) Tingkat Nasional Tahun 2017; (6) Short Course Jepang 2018; (7) Juara 2 guru Berprestasi Tingkat Kab. Kediri 2019; dan (8) Juara Apresiasi Guru Inspiratif Kemendikbud 2020. Inspirasi narasumber berikutnya bisa diuraikan pada episode kedua.

 

#Jan15AISEIWritingChallenge

 

 

 


Rabu, 13 Januari 2021

BLOG SEBAGAI MEDIA REFLEKSI PEMBELAJARAN

 



Assalamu’alaikum WW

 

Hallo, para siswa tercinta,

Bagaimanakah kabar kalian semuanya?

Semoga kalian dan kita semua selalu diberi kemudahan, kesehatan, sukses, dan barakah. Aamiin3.

Siswa-siswa tercinta, sebelum pembelajaran kita lanjutkan ada baiknya kita lakukan refleksi pembelajaran hari ini.

Pada rekaman GCR (google classroom) Bu Guru, ada beberapa hal bisa kita diskusikan. Diskusi bisa kita lakukan melalui forum GCR.

Ini terkait pembelajaran yang sudah kita lakukan. Adakah kendala mengikuti pelajaran? Jika ada silakan disampaikan. Bisa dituliskan di kolom komentar pada blog ini.

 

Ibu juga akan sampaikan refleksi. Ini terkait presensi, kuis, dan tugas yang seharusnya Anda kerjakan. Presensi dan kuis serta tugas masih ada yang belum mengerjakan. Untuk, itu silakan diperhatikan.

Yang pertama merupakan presensi kehadiran. Yang namanya tertulis di bawah ini adalah yang telah mengisi presensi kehadiran. Adapun nama yang belum tertera, artinya belum mengisi presensi di GCR.



Berikut ini merupakan rekaman/catatan pengerjaan Tugas 1.



Siswa yang di bawah namanya ada lampiran dan telah ada catatan “diserahkan” berarti sudah mengerjakan. Yang sudah keterangan “diserahkan” tetapi tidak ada lampiran artinya juga belum mengerjakan. Yang di atas itu adalah catatan Tugas 1.

Berikut ini merupakan rekaman/catata Tugas 2. Dari kelas kita, yang sudah mengerjakan Tugas 2 baru ada 9 siswa. Siapa saja yang telah menyerahkan tugas ada keterangan di bawah ini. Dari sembilan siswa yang menyerahkan pun masih ada 2 siswa belum melampirkan tugasnya.





Itulah refleksi pembelajaran kita hari ini. Semoga pelajaran berikutnya bisa lebih baik lagi. Tetap semangat Anakku semua. Jangan pernah patah semangat dalam berusaha. 




REFLEKSI PEMBELAJARAN 6 JANUARI 2021 8B

 

Assalamu’alaikum WW Siswa 8B tercinta,

 

Semoga kita selalu diberi kemudahan, kesehatan, sukses, dan barakah. Aamiin3.

Siswa-siswa tercinta, sebelum pembelajaran kita lanjutkan ada baiknya kita lakukan refleksi pembelajaran pekan yang lalu.

Ternyata pada catatan GCR Bu Guru, ada beberapa hal yang perlu ibu sampaikan.

Ini terkait pembelajaran. Adakah kendala mengikuti pelajaran? Jika ada silakan disampaikan. Bisa dituliskan di kolom komentar.

 

Ibu juga akan sampaikan refleksi. Ini terkait presensi, kuis, dan tugas yang seharusnya Anda lakukan. Presensi dan kuis serta tugas masih ada yang belum kerjakan. Untuk, itu silakan diperhatikan.

Yang lakukan presensi baru yang di bawah ini.


Berikut ini yang sudah mengerjakan Tugas 1.


Berikut ini Tugas 2 yang sudah mengerjakan. Ada yang sudah menyerahkan tetapi belum melampirkan tugasnya.


 

Itulah dokumen pembelajaran kita pekan lalu. Semua terdokumen dengan lengkap. Inilah salah satu kelebihan pembelajaran lewat GCR.