Tampilkan postingan dengan label JANUARI 21. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JANUARI 21. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2021

KIAN SORE KIAN MEMBARA

 


Sore ini ditemani gerimis kecil dan tak tik jam berdetik kuikuti suasana lomba blog AISEI.  Lomba ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun AISEI yang ke-2. AISEI Writing Club mengadakan lomba blog dengan tema: “Pendidik yang Menginspiras.” Lomba blog ini bertujuan untuk menghasilkan tulisan yang menginspirasi dalam dunia pendidikan. Pesertanya para pendidik yang mengajar dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi dan juga para pemerhati pendidikan (Umum). Ini bukan lomba sembarang lomba. Ini juga bukan lomba gratisan. Anehnya, pada hari terakhir di sore hari semangat peserta kian membara.

            Ini lomba tingat nasional loh. Tak aneh pula jika berbayar hingga ratusan ribu rupiah. Pemenang Utamanya (Juara 1, 2 dan 3) akan mendapatkan hadiah berupa Printer Epson dan e-sertifikat. Pemenang kategori Artikel Menarik sebanyak 10 orang (berdasarkan penilaian dewan juri) akan mendapatkan hadiah berupa Logitec 720 WebCam dan e-sertifikat.

            Ada seorang sahabat yang mengingatkan jika ikut lomba jangan jangan mikir menang kalah. Itu tugas para dewan juri. Wahhh, benar juga nasihat ini. Terima kasih Pak D. Celoteh kawan-kawan kian menarik tuk disimak. Peserta hebat saling memberi semangat. Semua yang setor naskah adalah para pemenang. Menang mengalahkan rasa malu, malas, dan mengalahkan tantangan.

            Jadi ingat nasihat Ibu Umi Rosidah, salah seorang narasumber menulis dan berbicara. Jangan berkarya karena kita ingin menang, karena jika kita tidak menang kita akan kecewa dan berhenti berkarya. Modal utama mencapai prestasi adalah mimpi dan implementasi. Kita bisa bermimpi setinggi langit, tetapi implementasi harus membumi. Artinya, implementasi harus berorientasi kepada siswa. Maka berkaryalah untuk peserta didik kita, sehingga kita akan terus berkarya karena mendidik adalah bagian dari hidup kita.

            Kulirik dan kuintip blog AISEI sore ini. Kian ramai dan semangat kian membara. Kiriman link (tautan) semakin banyak. Meski hari semakin sore, udara semakin dingin, namun tidak berbanding lurus dengan semangat teman-teman yang semakin menggelora.  Selamat berkarya Kawan. Kita semua adalah para pemenang.

 

#Jan17AISEIWritingChallenge


Sabtu, 16 Januari 2021

SOLILOKUI SEORANG GURU

 



Ini merupakan sekelumit kisah kita bersama. Semoga bisa terkenang sepanjang masa. Anakku, ibu ingat betul bahwa PSBB di negara kita dimulai pertengahan Maret. Sejak 16 Maret pembelajaran kita tak diperkenankan dilaksanakan dengan jalur tatap muka. Semua persiapan pembelajaran yang sudah ibu rancang harus berbelok haluan. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ini semua akan terjadi. Tak ada yang bisa memprediksi suasana seperti ini kapan akan berhenti.

Anakku, masa pandemi ini kita tak boleh disesali. Dari rumah kita tetap harus berkarya nyata. Kita ambil hikmah dan pelajaran dari masa-masa sulit ini. Bu guru tahu, kalian ingin segera belajar di sekolah. Bertemu teman-teman dan bapak ibu guru. Kita bisa belajar, bercengkerama dalam canda tawa. Bisa berbagi dalam suka maupun duka.

Hingga kini, pada bulan Januari pembelajaran masih kita laksanakan dari jarak jauh. Tentu ada hikmah di setiap peristiwa. Yuk, kita kupas apa saja hikmahnya.

Salah satu di antaranya kita mengenal platform pembelajaran GCR (google classroom). Di platform pembelajaran ini kita belajar bersama. Jangan kira bu guru telah mengenal GCR sebelumnya. Bu guru mengenal dan belajar GCR di masa pandemi ini. Namun, ada semangat membara di dada sehingga semua tidaklah berat terasa.

Nak, selain GCR ibu memfasilitasi pembelajaran kita di WAG (whatsApp Grup) kelas kita. Ini semua kita lakukan demi mengefektifkan pembelajaran kita. Bahkan, chat via WA pribadi pun ibu layani. Mengapa demikian? Sebenarnya ibu inginkan kita fokus di platform pembelajaran GCR. Namun, kenyataan dengan satu platform pembelajaran saja hasil belum maksimal. Jangan pernah patah arang. Kita tetap harus usahakan demi kebaikan kita bersama.


Blog itu pun turut ambil bagian. Bisa kita gunakan sebagai media refleksi pembelajaran. Bahkan, materi yang ibu sampaikan melalui GCR tak jarang terangkum dalam blog yang ibu tuliskan. Hasilnya, cukup lumayan meningkatkan gairah kita bersama. Bu guru tak boleh putus asa. Demikian pula kalian semua.



#LombaBlogAISEI

#komunitaspendidikIndonesia



Bu guru bersyukur di antara kalian ada yang bisa menuliskan komentar. Tentu ini bu guru catat sebagai sebuah kemajuan. Bahkan, di antara kalian telah ada yang bisa menghasilkan karya berupa blog. Ini amat menggembirakan, Anakku. Teruslah berkarya untuk maju dan menjemput masa depanmu.

Setiap waktu bu guru siap mendampingimu. Menjelang tidur pun jika ada chat masuk tak tega untuk mengabaikan. Biarlah lelah untuk sementara. Asalkan kau tak lelah berusaha untuk menggapai sukses. Tentulah lelah akan terbayar lunas. Bu guru akan tetap siap mendampingimu.

Prestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi yang kita raih tak lepas dari usaha gigih serta doa. Juara II Menulis Karya Tulis Ilmiah Tingkat provinsi, Juara 1 Menulis Sinopsis Tingkat Kabupaten, Juara II Menulis Esai Tingkat Kabupaten, Juara III menulis Artikel Tingkat Kabupaten adalah buah manis dari lelah kita bersama.









Jumat, 15 Januari 2021

BERBURU INSPIRASI DARI GURU INSPIRATIF

 


Siang ini dari pukul 13.300-16.00 menyempatkan diri berburu inspirasi. Kata inspirasi yang menurut Kamus Besar Bahasa Indoesia (KBBI) sepadan dengan kata ilham dengan makna “sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dan   sebagainya).” Maksud mengikui kegiatan siang hingga sore ini agar hati tergerak untuk mencipta atau menghasilkan karya.

Narasumber yang hadir siang ini ada lima orang. Pertama,            Ibu Hj. Rita Rosidah, S.Pd., M.MPd. Dalam presentasinya, beliau mengatakan bahwa pada ajang pemilihan guru inspiratif beliau memaparkan saja apa yang sudah dikerjakan. Menurutnya, MGMP merupakan sumber inspirasi. Beliau terpilih sebagai guru prestasi tahun 2013 peringkat kedua. Tahun 2014 bisa meraih peringkat pertama.

            Pada tahun 2005 MGMP IPA di kabupaennya mati suri. Beliau mencari solusi permasalahan yang dihadapi. Bersama sejawatnya MGMP yang telah mati suri dapat dibenahi. D MGMP iulah beliau berkiprah. Mengadakan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah, best practice hingga menulis berbagai buku antologi.

            MGMP aktif berkat kerja sama yang baik. Bahkan, berhasil menggaet penerbit utuk kegiatan MGMP. Salah satu buu antologiya berjudul Jejak Langkah Guru Subang. Bukan hanya di MGMP beliau berkiprah. Di masyarakat pun beliau ambil bagian mendirikan Taman Bacaan. Tak aneh jika 17 November 2020 beliau terpilih sebagai Guru Inspiratif tingkat nasional.

            Narasumber kedua bernama Bapak Bambang Hariyanto. Beliau mempresentasikan sebuah tema Meningkatkan Kompetensi Diri untuk Berbagi. Menurutnya, ada orang yang kompetensi TIK-nya tinggi namun kemampuan menulisnya rendah. Begitu pula ada yang sebaliknya. Bahan, ada yang kemampuan TIK dan menulisnya tingi namun ada juga yang kemampuan keduanya rendah. Untuk itu, perlu bersinergi dan saling berbagi. Yang dominan bisa berbagi, yang lemah bisa meningkatkan diri.

            Menurutnya, kompetensi guru dalam PJJ perlu memperhatikan aspek berikut:

-       Penguasaan teknologi informasi (adaptif)

-       Menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran (profesional)

-       Melakukan inovasi pembelajaran (pedagogik)

-       Kepekaan sosial terhadap kondisi saat ini (sosial kepribadian).

Beliau memenangkan lomba Inobel (inovasi pembelajaran) Nasional peringkat II. Beliau juga menulis buku Kemendikbud yang akan dibagikan ke seluruh sekolah di Indonesia. Karena kompetensinya sering mengisi sesi webinar Kemendikbud. Beliau berinovasi dengan menggunakan aplikasi android.

Narasumber ketiga adalah Ibu Umi Rosidah, M.Pd.I. Seorang guru inspiratif dari SMPN 2 Kepung. Sederet prestasi telah diraihnya. Beliau mempresentasikan materi bertema Peningkatan Guru dalam Litrasi Digital.

Beliau mengingatkan agar kita jangan berkarya untuk menjadi juara. Sebab jika tujuan utama menjadi juara bisa menghalalkan segala cara. Bisa pula berbuah kecewa jika tidak menjadi juara. Berkaryalah untuk para peserta didik kita.

Inilah sederet prestasi dari Ibu Umi Rosidah, narasumber kita: (1) Wisudawan Terbaik Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013; (2) Penulis Tesis Terbaik Ke-2 Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013; (3) Juara Harapan 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2014; (4) Juara 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2015; (5) Juara 1 Lomba INOBEL (Inovasi Pembelajaran) Tingkat Nasional Tahun 2017; (6) Short Course Jepang 2018; (7) Juara 2 guru Berprestasi Tingkat Kab. Kediri 2019; dan (8) Juara Apresiasi Guru Inspiratif Kemendikbud 2020. Inspirasi narasumber berikutnya bisa diuraikan pada episode kedua.

 

#Jan15AISEIWritingChallenge