Kamis, 04 Februari 2021

IDE DALAM MENULIS VERSI PAK AGUS SAMPURNO

 



Anda bingung mencari ide dalam menulis? Tak usah membalik baju. Yuk, belajar dari Pak Agus Sampurno yang berbagi trik menemukan ide dalam menulis. Ada sepuluh prinsip yang beliau bagikan malam itu.

1. Sembilan puluh persen (90%) ide tulisan muncul ketika kita tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan kita. Sepuluh persen (10%) keberhasilan menulis baru mengenai seberapa kita konsisten dalam menulis

2. Menulislah dengan hati, mengeditlah dengan pikiran.

3. Hambatan penulis terjadi ketika kita terlalu menghakimi diri sendiri saat mulai menulis.

4. Mengedit sebuah tulisan adalah sebuah upaya pembersihan dan akan terasa membosankan serta bisa juga membuat frustrasi, tetapi juga bersifat terapeutik atau hal yang baik bagi kegiatan menulis kita. Mengedit seperti yang sering kita lakukan dalam kehidupan kita. Buang jauh yang tak perlu. Utamakan yang inti.

5. Tiga prinsip dalam menulis: a) Sederhanakan pesan kita. b) Buatlah tulisan kita menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik. c) Buatlah tulisan kita begitu menarik sehingga seseorang pasti sudah gila untuk tidak membacanya.

6. "Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Jika kita tidak dapat menulis dengan baik, itu berarti kita tidak dapat berpikir dengan baik. Tetapi menulis hanyalah langkah pertama. Menulis ulang juga penting. Dan apa itu menulis ulang? Menulis ulang adalah memikirkan ulang ide tulisan kita " -(David Perell)

7. Tulisan awal kita akan seperti air kotor, tetapi semakin banyak kita menulis, semakin bersih “air kreatif” kita.

8. Pisahkan kegiatan antara mencari ide dan menulis. Carilah ide dan buatlah daftar. Baru kemudian ambil satu persatu untuk kita tuliskan.

9. Kegiatan mengedit tulisan sama pentingnya dengan menulis itu sendiri. Jika kita membaca tulisan di blog yang 'mentah' itu berarti nafsu si penulis hanya menerbitkan (posting) dan bukan mempersembahkan buah pikirannya yang terbaik

10. Membuat sebuah judul tulisan adalah sebuah seni tersendiri. Teruslah berlatih. Konsistenlah dalam menulis, kita akan menemukan diri kita sebagai penulis saat konsisten. Jangan pernah berpikir untuk punya ide kita sendiri. Lakukan ATM terus menerus amati tiru dan modifikasi. Penyakit seorang penulis adalah memaksa dirinya keluarkan hal yang asli produk dari dirinya. Akibatnya ia malah tidak pernah menulis.

Bagaimana menjadi sosok yang berbeda di internet? Cari keunikan kita, pelajari sebuah hal yang akan jadi brand kita, jika sudah punya brand lanjutkan dengan mengajarkan orang lain.

Tunggu apa lagi, yuk kita praktikkan ilmu Pak Agus Sampurno berburu ide untuk kemudian kita tuliskan hingga menjadi sebuah karya. Jangan menunggu nanti jika bisa dikerjakan sekarang. Jangan menunggu esok hari jika bisa dikerjakan hari ini.

 

 


MENGENAL ARTICULATE STORYLINE DARI BU AMIROH

 


Sosok Bu Amiroh memang istimewa menurutku. Guru SMKN 3 Jombang ini luar biasa. Prestasinya amat banyak. Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di antaranya. Juara 1 PembaTIK juga disandangnya. Prestasi yang ditampilkan banyak sekali. Saking banyaknya sampai tak bisa mengikuti untuk menghitungnya.

Mengenal istilah ini saat baca tulisan Bu Amiroh berjudul “Kenapa Harus Articulate Storyline?” Saya sendiri belum mengenal sebelumnya. Kosakata itu terasa asing bagiku. Akhirnya kuulik apa aitu articulate stotyline. Menurut Bu Amrioh membuat media menggunakan articulate storyline ini ibarat melewati jalan pintas untuk menciptakan sebuah media atau aplikasi interaktif berbasis web dan android secara simple dan mudah tanpa harus menguasai program aplikasi multimedia dan animasi bahkan bahasa pemrograman sekalipun.

Menurutnya, articulate storyline merupakan salah satu multimedia authoring tools yang digunakan untuk membaut aplikasi multimedia interaktif dengan konten berupa teks, gambar, grafik, suara, video bahkan animasi dan simulasi.

Aplikasi AS memiliki keistimewaan tersendiri yang berbeda dengan aplikasi lain. Aplikasi ini bagus untuk guru yang ingin membuat media/aplikasi berbasis web/android dengan mudah, cukup dengan kemampuan dasar membuat media mengunakan Ms. PowerPoint. Nah, inilah yang membuat penulis penasaran.

 

Kelebihan Articulate Storyline

1.      Fitur AS sangat mirip dengan fitur yang ada pada Ms. PowerPoint

2.      Mudah dipelajari bagi para pemula yang telah memiliki dasar membuat media menggunakan Ms. PowerPoint

3.      Mendukung pembelajaran berbasis game karena bersifat interaktif

4.      Konten dapat berupa gabungan dari teks, gambar, grafik, suara, animasi dan video

5.      Hasil publikasi dapat dijalankan melalui:

-          Desktop berupa file aplikasi (.exe)

-          Web browser, berupa file HTML5

-          Smartphone Android, dengan mengkonversinya menjadi APK

-          LMS (Learning Management System) seperti Moodle, berupa file SCORM

6.      Memiliki ukuran file hasil publikasi maupun konversi APK yang relatif kecil sehingga ringan dipasang di smartphone.

7.      Memiliki banyak dokumentasi dari komunitas pengguna AS

 

Kekurangan Articulate Storyline

Menurut Bu Amiroh, beliau tak menemui kekurangan yang cukup berarti kecuali dalam hal harga aplikasi yang cukup mahal. Namun, jika kita ingin gratis, bisa kok mencari softwarenya melalui pencarian Google.


BELAJAR BERSAMA BU AMIROH SANG JUARA NAN HEBAT

 


Luar biasa benar narasumber public speaking kesembilan Selasa malam, 2 Februari 2021. Narasumber yang cantik menawan serta muda potensial. Segudang prestasi telah disandangnya. Tak perlu diragukan kemampuannya menjadi narasumber nasional.

            Beliau mengajar di SMKN 3 Jombang. Sebelumnya mengajar di SMA Jombang. Tahun 2019 terpilih sebagai juara 1 Guru Berprestasi (Gupres) tingkat nasional. Ketertarikannya lebih khusus pada media pembelajaran berbasis web. Beliau juga seorang blogger.

            Tampilan blognya amat memikat. Kubaca beberapa artikel yang ditulisnya. Semua mencerminkan bahwa pemiliknya sangat profesional. Sampai diri ini rela berlama-lama berada di blognya untuk mengobati rasa penasaran. Akhirnya kuacungkan dua jempol tangan.

Selain blogger, beliau juga seorang trainer. Beliau adalah instruktur PGRI SLCC Jawa Timur. Juga instruktur K 13 serta instruktur dinas Pendidikan Jawa Timur dan Kabupaten Jombang. Beliau aktif menulis, mempublikasikan tulisan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis web dan E-learning. Bukunya yang berjudul Mahir Membuat Media Interaktif menjadi buku best seller.

Menurutnya, reward sebagai guru berprestasi tingkat nasional lumayan banyak. Ada piagam, uang pmbinaan, laptop, training di Jerman dalam International Program sehingga bisa berkeliling ke Eropa dan menyinggahi beberapa kota termasuk Paris, Amsterdam, dam Belgia.

Tahun 2017 menjadi juara pertama dalam membuat media pembelajaran berbasis TIK. Karyanya diunggah di Rumah Belajar sehingga dapat dimanfaatan oleh siapa saja. Beliau juga mendapatkan penghargaan internasional dari Microsoft. Tahun 2012 mendapatkan Guraru Award.

Menurutnya, semua prestasi tak dapat diperoleh secara instan. Meskipun begitu, tujuan utamanya berkarya bukanlah untuk menjadi juara lomba. Fokusnya pada mengajar dan setiap ada kesempatan lomba beliau mengikutinya. Jika pun memperoleh kemenangan itu merupakan bonusnya.

Pada even pemilihan Gupres ada tes tertulis yang meliputi empat kompetensi (kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional), psikotes, dan tes kemampuan professional. Khusus tes kemampuan profesional hanya berlaku untuk even tingkat nasional. Soal-soal Gupres mirip dengan soal Olimpiade Guru Nasional.

Penilaian meliputi tes tulis, portofolio, laporan penilaian kinerja, video pembelajaran, dan wawancara. Persentase terbesar ada pada portofolio yang bisa untuk mengetahui track record seorang guru serta tak bisa dibohongi. Portofolio tersebut sudah ada formatnya. Pembimbingan kepada siswa baik berhasil menjadi juara maupun tidak, bisa dimasukkan. Termasuk pembimbingan terhadap teman sejawat. Semua perlu dikumpulkan dokumentasinya.

 

Tips Menang Lomba

1.      Niat: ingin mendidik, mengabdi, beribadah, memajukan siswa. Jika ada kompetisi adalah sampingan. Perlu dukungan keluarga dan jalin kerja sama dengan guru. Untuk sukses harus kuat dari dalam.

2.      Ikhtiar (berusaha)

Allah tak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri. Untuk bisa beerhasil perlu work smart dan hard.

3.      Tawakkal (pasrah).

 

Untuk mengikuti Guru Berprestasi perlu mempersiapkan fisik, finansial, dan tawakkal. Fisik perlu dipersiapkan sebab waktu pembinaan sering terforsir. Finansial juga dipersiapkan karena biaya-biaya termasuk foto kopi perlu ditanggung sendiri. Tawakkal atau pasrah juga diperlukan. Barangsiapa bertawakkal kepada Allah maka Allah akan mencukupkan.

 

Quote

Apa yang dilakukan dimulai dari langkah kecil. Sebuah perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah kecil.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Tulislah yang dikerjakan, dan kerjakan yang dituliskan.

Jika ada kendala berkarya, misalnya mood kurang baik, bacalah karya orang lain.

Menulislah untuk diri sendiri dan untuk siswa.

 



PERTAMA: BULATKAN TEKAD

 


Ini hari keempat diselenggarakan lomba blog di PGRI yang dikomandani Omjay. Meski hari keempat baru kutulis edisi pertama. Berarti terlambat dong? Iya. Kan, lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali. Itulah salah satu prinsip yang kupegang. Gak papa terlambat, yang terpenting ke depan bisa konsisten. Mirip dengan gak papa tulisan pertama kurang sempurna, yang terpenting berproses dan makin lama makin baik menuju sempurna.

Ada salah seorang peserta bertanya kepada Omjay selaku panitia bagaimana jika tulisan blog pada hari yang bersangkutan terlambat. Bisakah dirapel hari berikutnya? Jawabnya bisa, tetapi tak bisa jadi pemenang. Waduhhhh, ini artinya tak bisa menang dong. Hehehe. Semoga hanya tak bisa menang pada hari keterlambatan. Wahhh, ini sih edisi ngarep.com.

Ada alasan mengapa hari pertama, kedua, ketiga diri ini terlambat setor tulisan. Masalah utamanya, si ‘dia’ baru ngambek. Si dia gak bisa diajak kompromi. Si dia melarang diriku setor tulisan pada hari itu. Memang, si dia itu siapa? Hahaha. Bener pengin tahu??? Si dia adalah laptop kesayanganku.

Tanggal 1 hingga 3 si diaku harus opname. Tanggal 3 siang pulang. Sesampai di rumah, menemaniku belum sampai puas harus opname lagi. Mungkin, dokter laptop belum mampu mendiagnosis penyakitnya. Soalnya si dia tak mau banyak bicara hingga tak bercerita panjang lebar membuat sang dokter agak kebingungan. Satu lagi alasan, dia lahir di negeri orang yang didapat anak saat tugas belajar. Jadinya, sang dokter belum familiar dengannya.

Kupompa semangat di hari keempat. Artinya, harus mampu setor empat tulisan. Kukobarkan semangat demi membulatkan tekad. Bismillah, semoga Allah memberi kemudahan. Juga ditopang semangat buku Negeri 5 Menara nya Mas Ahmad Fuadi. Ada mantra man jadda wajada (barangsiapa bersungguh-sungguh akan berhasil) yang menguatkan semangat demi membulatkan tekad.

Ada pesan Omjay hadir di sini. Menulislah dari hati agar bertemu hati pembaca. Ada pula pesan menulislah dengan sempurna atau tidak sama sekali. Waduhhh pesan yang kedua ini perlu berproses. Insyaallah suatu saat bisa menuju ke sana. Ada pula pesan menggelitik. Orang yang tidak membaca buku sama buruknya dengan orang yang tidak bisa membaca. Begitu pula orang yang tak menulis buku sama halnya dengan orang yang tidak menulis.

Akhirnya harus kubulatkan tekad dan semangat untuk menulis. Tak perlu takut cibiran dan kritikan. Jadikan cibiran sebagai suplemen yang menjadikan diri semakin kuat.

 


Rabu, 03 Februari 2021

PEMBELAJARAN 3 FEBRUARI 2021

 


KEGIATAN PEMBELAJARAN KELAS VIII

RABU, 3 JANUARI 2021

 

Awali kegiatan pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu.

Masuk kelas GCR untuk presensi.

Jawab kuis pembelajaran dengan baik.

Baca informasi di forum GCR.

Baca materi di GCR.

Tanyakan hal-hal yang belum jelas di Forum GCR atau WAG.

Kerjakan tugas dengan baik.

 

KUIS PEMBELAJARAN

1.      Jensi teks apakah yang akan kita pelajari pada pembelajaran hari ini?

2.      Apakah yang dimaksud dengan teks persuasi?

3.      Kata-kata apa sajakah yang bisa menandai saran, ajakan, arahan,dan pertimbangan?

4.      Apa saja ciri-ciri teks persuasi?

5.      Apakah yang dimaksud dengan simpulan?

 

MATERI PEMBELAJARAN

1.      Buku Paket: Teks Persuasi (baca dan pahami serta tanyakan jika ada hal yang belum jelas).

2.      SBA Bab II: Teks Persuasi

a.     MENGIDENTIFIKASI JENIS SARAN, AJAKAN, ARAHAN, DAN PERTIMBANGAN DALAM TEKS PERSUASI

b.    MENYIMPULKAN ISI TEKS PERSUASI

 

TUGAS

1.      Mengerjakan Kegiatan Siswa 1 pada SBA dengan mencermati teks persuasi berjudul “Hidup Sehat dengan Sarapan Pagi” kemudian menjawab (3) pertanyaan di bawahnya.

2.       Mengerjakan Kegiatan Siswa 2 pada SBA dengan membaca teks persuasi berjudul “Remaja” kemudian mengerjakan (2) nomor soal di bawahnya.

 

Selamat mengikuti pelajaran Nak, semoga dimudahkan semua urusan, sukses, dan barakah. Aamiin3.

 


Selasa, 02 Februari 2021

PEPES KESUKAAN

 


            Namanya Bu Ali. Sangat cantik, pintar masak, dermawan lagi. Kalau masak suka bagi-bagi. Tadi sore pun kasih makanan paling kusuka sekaligus paling tak kusuka. Salah satu bentuk kasih sayang bertetangga adalah dengan saling mengantar masakan kesukaan seperti sore tadi.

            Bu Ali nama seorang tetangga dekat yang tadi pagi bertemu di pasar. Sama-sama belanja. Namun, berhubung sama-sama pakai masker jadi kurang mengenal. Waktu hampir berserempetan baru kusapa.

            “Assalamu’alaikum,” sapaku lirih. Sengaja kubuat selirih mungkin agar tak mengganggu konsentrasinya. Tampaknya beliau sedang berpikir untuk belanja dan memasak apa. Tipe seorang pemikir selalu berpikir di mana saja, termasuk di pasar.

            “Aawww wa’alaikumussalam. Bu Aji yaaaa. Maaf, tidak tahu kalau panjenengan (Anda),” katanya sambal menepuk bahuku. Wajahnya yang ayu, suaranya yang lembut membuat bakul kerupuk berhenti melayani pembeli. Tampaknya bakul kerupuk pun terkesima.

            Kulanjutkan perjalanan di pasar sambil senyum-senyum sendiri. Gara-gara pakai masker, sama tetangga sebelah saja tak saling mengenal.

            Setelah berkeliling mencari kebutuhan rumah tangga, eh tak sengaja akhirnya bertemu lagi dengan Bu Ali di penjual sayur. Kubeli seikat kangkung dan seikat sawi. Biasa, tanpa pakai tawar menawar di pasar. Berapapun harganya langsung bayar.

            Bu Ali ambil seikat kemangi. Diriku yang berdiri di sebelahnya lagi-lagi tak dikenali.

            “Monggo Bu Ali,” sapaku tak kalah lirih sapaan sebelumnya. Lagi-lagi beliau tertawa geli karena kembali tak mengenali.

            Sorenya Bu Ali datang ke rumah. Setelah salam tiga kali baru kubukakan pintu. Tas kresek warna ungu berisi sesuatu yang masih hangat diserahkan.

            “Bu Aji, silakan cicipi pepes bandeng. Tapi maaf, kalau kurang enak,” katanya merendah.

            “Wowwww terima kasih Bu. Ini menu yang paling kusuka dan paling tidak kusuka,” sahutku sambal menerima pemberiannya yang masih hangat. Hasrat mencicipi pepes segera memuncak. Di tangannya tak ada rumus masakan tak lezat. Beliau jago masak yang pernah memenangi lomba memasak tingkat kabupaten. Pernah juga memenangi lomba keluwesan tingkat kabupaten.

            “Menu paling kusuka menikmatinya dan paling tak kusuka buatnya,” tuturku menjelaskan kata “paling”. Beliau sependapat bahwa buat pepes terlalu ribet.

             

 

Februari 2021 Challenge

#thepowerofkepepet

#pikir15menit

#nulis15menit

#kasihsayang

#FebAISEIWritingChallenge


Minggu, 31 Januari 2021

BELAJAR PUBLIC SPEAKING BERSAMA PAK AGUS SAMPURNO

 


Narasumber Pak Agus Sampurno dan Pak Edi malam itu sungguh menarik hati. Membahas public speaking. Antara menulis dan berbicara itu ada hubungan sangat erat. Jam terbang, minat, story telling yang baik adalah modal public speaking dala tampil di depan umum.

            Seorang guru sudah memiliki modal public speaking. Namun, ternyata ada keluhan beberapa guru yang biasa mengajar di kelas namun untuk tampil di depan umum merasa grogi dan tidak percaya diri serta merasa kesulitan berbicara di depan umum.

Hal yang perlu ditanamkan menurut Pak Agus Sampurno memaksakan diri ketika diminta menjadi fasilitator. Menurut Pak Edi beda lagi. Seorang pembicara public juga seorang entertainer (penghibur). Seorang guru adalah sosok yang komplit. Selain pendidik dan pengajar juga seorang entertainer, da’i dan motivator.

Lalu bagaimana sesorang agar tidak canggung dan dapat percaya diri? Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.

1.     Persiapan yang baik.

2.     Kuasai materi.

3.     Relaksasi tubuh.

4.     Relaksasi suara.

5.     Lakukan NLP sederhana.

6.     Kesan pertama (ini paling penting).

7.     Posisikan keadiran kita sama dengan adience.

Bisa dipersiapkan dua hari sebelumnya. Bisa pula berlatih di depan kaca atau juga rekaman. Seorang public speaker termasuk MC perlu memahami tamu kehormatan dan pembicara.

Seorang public speaker yang warna suaranya kurang bagus tak perlu berkecil hati karena sebenarnya tak ada suara yang kurang bagus. Semua punya keunikan masing-masing. Yang penting audiens jelas dan public speaker percaya diri dengan suaranya.

Seorang MC untuk menuup acara perlu membicarakan dengan pembicara sebelumnya. Berikan closing dengan kesimpulan umum dan jangan menjadi pembicara kedua (karena terlalu panjang). Teknik improvisasai yang baik adalah hindari SARA dan hindari menertawakan yang hadir.

Seorang public speaker yang baik agar presentasi selalu fresh dan happy perlu memulai dengan energi yang positif.  Untuk dapat memberikan energi positif kepada audiens perlu megawali energi positif dari diri sendiri.

 

 #Jan29AISEIWritingChallenge