Kamis, 24 Maret 2022

BAHAGIA JADI PENJEMPUT

Menjadi penjemput itu bisa membawa kebahagiaan tersendiri. Apalagi menjemput sang buah hati. Ada sensaai yang terasa beda dari hal biasa.

Pagi ini sudah berada di bandara yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal. Putri tercinta tugas dinas di kampung halaman. Alhamdulillah, semoga ini rizki yang barakah.

Kebiasaan datang on time bahkan lebih awal telah membudaya.Apalagi armada yg ditumpangi citilink yang punya slogan terbang lebih cepat. Eh, lebih cepat atau lebih awal ya? Beberapa menit sebelum jadwal krdatangan, sudah di tkp. Semoga semuanya lancar, barakah, serta sehat wal afiat. Aamiin3

Sabtu, 12 Februari 2022

RIHLAH LPMPP

Berangkat pukul 07.15 dari Gd. Siti Walidah. 

Plan betangkat.pukul 07.00. Bus datang pukul 06.45. Foto-foto dulu bsru betangjst. Ini sebuah.perjalan yang relatif tepat waktu.

Maauk tol Kartasura. Perjalsnsm yang inayaallah nyaman. Dirringu doa perjalanan dipimpin oleh Prof. Sarjito selaku pimpinan LPMPP UMS.

Yel-yel
HALLOOO
Kring
MAU KE MANA?
Bersenang-senang
UMS..
Unggul

Jumat, 21 Januari 2022

SATU MEJA BEDA NASIB

 


Siapa yang tak kenal wanita yang satu ini? Jika Anda berkecimpung di dunia pendidikan tentu telah mengenalnya, sebab beliau adalah sosok tak asing dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Eits, jangan salah ya. Beliau yang kumaksud yang berjilbab hitam. (Kalau yang berjilbab warna orange ditanggung Anda tak mengenalnya). Namanya (berjilbab hitam ya ...) bukan hanya meroket di Jawa Tengah. Namun, di nusantara ini namanya harum semerbak mewangi. Siapakah beliau?

            Beliau adalah sosok yang dilantik pada tanggal 14 Januari 2022. Gak tanggung-tangung. Beliau dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada pukul 08.00 WIB. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala SMAN Purwantoro, Wonogiri.


Pertama kali bertemu dengannya pada kegiatan Seminar dengan tema ”Dukungan Organisasi Profesi Guru bagi Peningkatan Profesionalitas Guru” yang diselenggarakan pada hari Kamis, 19 November 2021 di Swiss-Bellhotel Solo Jl. A. Yani Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 5134.

            Diri ini datang duluan. Beberapa saat kemudian beliau menanyakan apakah kursi di sebelah kosong yang kuiyakan karena memang masih kosong. Dari sanalah kami saling berkenalan. Aku membatin bahwa dirinya insan yang amat potensial. Dari pembicaraan yang kami rajut bersama muncul sebuah praduga bahwa beliau bukan orang sembarangan. Dari cara bicaranya, pandangan-pandangannya, kesantunannya, kurasa beliau memang insan pilihan.

            Diri ini tidak kaget saat mendengar kabar 14 Januari yang lalu beliau dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Selamat, Bunda. Semoga dapat mengemban tugas dengan nyaman dan barakah. Selamat buat kita semua yang memiliki Ibu Kepala Dinas baru.




Minggu, 12 Desember 2021

Sepeda Impian Rafi



Sebulan lebih Rafi mengikuti bimbingan menulis puisi. Awalnya, dia bersama tujuh belas siswa di kelasnya ikut bimbingan. Bu Liani, guru kelas enam, dikenal memberikan bimbingan tak kenal ampun. Totalitas pembimbingannya tak diragukan lagi. Jika telah masuk bimbingannya tak ada satu pun siswa berani membantah. Termasuk ikut bimbingan setiap hari sebelum jam sekolah.

            “Besuk pagi, yang serius ikut bimbingan telah hadir di sekolah pukul 06.00 ya,” yang dijawab serentak oleh peserta bimbingan, “Ya Bu Guru. Siap Bu Guru.”

Bu Liani ingin mengikutkan salah satu siswanya dalam lomba menulis atau cipta puisi tingkat kabupaten. Tak tanggung-tangung hadiahnya. Kata Bu Liani jika menjadi juara pertama akan mendapat uang pembinaan satu juta lima ratus ribu rupiah. Juara kedua mendapat uang pembinaan satu juta rupiah. Adapun juara ketiga mendapatkan uang tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

“Wahhhh, uang yang begitu besar nih. Bisa untuk beli sepeda baru seperti sepeda Nazia,” batin Rafi yang membarakan semangat untuk ikut lomba.

“Tapi ... kesempatan untuk ikut lomba hanya dimiliki satu orang di sekolah ini. Sementara teman-temanku banyak yang telah berkarya dan dimuat di koran lokal di daerahku.”

“Bagaimana mungkin aku bisa bersaing dengan teman-temanku yang telah lama menulis dan diajari ibunya yang juga seorang guru? Bagaimana aku punya kesempatan untuk bersaing dengan mereka?” demikian batin Rafi.

Rafi galau. Takut tak mendapat kesempatan mewakili sekolahnya maju lomba di tingkat kabupaten. Namun, ketenangan hatinya muncul saat teringat semangat “Man jadda wada (barangsiapa bersungguh-sungguh akan berhasil)” sebagaimana yang dibacanya dari buku Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Buku tersebut sungguh dapat mengobarkan semangatnya untuk bersungguh-sungguh.

Dari hari ke hari peserta seleksi menyusut. Berawal dari delapan belas, pekan kedua menjadi dua belas. Pekan ketiga tinggal empat siswa. Rahma, Keysha, Rafi, dan Azzahra masih berada pada posisi empat besar. Satu pekan menjelang lomba, Keysha tumbang. Dia mengundurkan diri karena merasa tak tahan uji. Dua hari kemudian Azzahra dan Rahma menyatakan berhenti dari Latihan. Tinggal Rafi seorang diri.

Meski yang dibimbing tinggal seorang, Bu Liani tetap menggebu dan menggelora semangatnya. Rafi semakin bersemangat berlatih meski tak jarang hasil karyanya dicoret dengan tinta merah. Semakin besar coretan merah pada karyanya semakin membuat Rafi penasaran dan semangat memperbaiknya.

Sebenarnya ada maksud terpendam di hati Rafi. Dia ingin ikut lomba karena tergiur hadiah besar yang ditawarkan gurunya. Sangat cukuplah untuk membeli sepeda.

Hari perlombaan cipta puisi di kabupatennya tiba. Rafi diantar Bu Liani mengendarai motor Supra X tahun 2009 menuju aula dinas Pendidikan dan Kebudayaan di kabupatennya. Waktu yang diberikan oleh paniia untuk berkarya dua jam atau 120 menit.

Tanpa melihat kanan kiri, depan belakang, Rafi menorehkan karya pada folio bergaris yang dibagikan oleh pnitia. Folio itu telah distempel agar tak ada yang menukar karya yang dibawa dari rumah. Lima menit menjelang aktu berakhir, Rafi melihat kanan kiri depan belakang. Tampaknya semua peserta telah selesai menorehkan karya.

Harapan untuk menang hampir sirna. Semua peserta telah berkarya semaksimal dia bisa. Tak ada cara lain keculai Rafi menggenapi dengan doa agar dewi fortuna berpihak kepadanya. Tak berani berharap mendapat sepeda baru dari hadiah lomba.

Sehari setelah lomba, akan diumumkan siapa saja para juaranya. Rafi pasrah. Jika dirinya menang, ini merupakan anugerah. Jika belum menang, semoga kemenangan didapat pada kesempatan berikutnya.

“Rafi ...,” begitu panggil Bu Liani saat Rafi bercengkerama dengan Rahma.

“Ya Buuu,” jawab Rafi pelan. Dadanya berdegup tak menentu. Dia ingat pembicaran bapak ibunya semalam yang mengatakan bahwa uang kontrakan rumahnya belum terbayar. Ibunya bingung akan mencari pinjaman ke mana.

“Selamat Rafi. Namamu masuk deretan para pemenang yang akan mendapat hadiah,” ujar Bu Guru Liani amat manis.

“Alhamdulillah ya Allah. Doaku telah Engkau kabulkan.”

Saat pemberian penghargaan berupa piala, penyerahan uang pembinaan yang jumlahnya cukup untuk membeli sepeda baru, Rafi telah membayangkan besuk pagi akan naik sepeda barunya. Tentunya dia akan sangat bahagia. Sepeda baru seharga satu juta lima ratus ribu rupiah. Tidak perlu nebeng teman setiap hari. Namun, harapannya berbelok arah saat mengingat pembicaraan orang tuanya semalam.

“Rafi, selamat ya. Uang sebanyak itu mau kaugunakan untuk apa?” tanya Bu Liani lembut setelah penyerahan hadiah lomba. Bu Liani asyik mengamati piala yang baru saja diberikan kepada muridnya. Juara satu tentu membuatnya bangga dan haru.

“Untuk membeli ... untuk membeli ... essss, eh untuk keberikan kepada ibu agar bisa membayar kontrakan rumah Bu Guru.”

“Ehm ... apa? Ehm ... bagus Rafi. Kau memang murid Bu Guru yang istimewa.” Sedih dan gembira hati Rafi. Sedih karena tak jadi membeli sepeda baru. Gembira karena bisa membantu orang tuanya.

 

#AiseiChallengeDesember

Solo, 12 Desember 2021

 


 

Kamis, 02 September 2021

SERU KEBIASAAN BARU PERLU DIPERHATIKAN ORTU

 




Untuk anak-anak yang sekolahnya sudah diizinkan dibuka, ada panduan Seru Belajar Kebiasaan Baru yang harus diikuti agar terhindar dari penularan COVID-19. Hal-hal berikut perlu diperhatikan orang tua.

1.     Pastikan kondisi lahir dan batin anak dalam keadaan sehat

Suhu tidak lebih dari 36,50 Celcius, tidak demam, tidak batuk, tidak pilek, tidak takut ke sekolah.

2.     Baju yang dipakai dalam kondisi bersih

3.     Anak sudah harus sarapan dan bawa bekal makanan sehat

4.     Ingatkan anak supaya tidak pinjam-meminjam perlengkapan pribadi

Wajib bawa sendiri (bekal, peralatan makan, peralatan ibadah)

5.     Jangan lupa masker

Masker nonmedis 3 lapis, bawakan wadah masker kotor

6.     Ingatkan anak agar cuci tangan pakai sabun setelah menggunkan transportsi publik atau antar jemput

7.     Hindari menyentuh permukaan benda-benda jaga jarak, jaga etika batuk dan bersin Ketika di jalan

8.     Jaga jarak aman di perjalanan

9.     Yang pakai ojek online sebaiknya bawa helm sendiri

10.  Di dalam kereta dilarang: menelepon dengan suara keras, bercakap-cakap tanpa masker

11.  Langsung ke sekolah, jangan mampir-mampir, berhenti di tempat yang ditentukan sekolah, dan langsung pulang setelah mengantar

12.  Saat antar jemput dilarang: berkerumun, menunggu di sekolah

13.  Keluar ruangan sekolah dengan berbaris minimal jarak 1,5 meter

14.  Jemput anak di titik yang telah ditentukan. Jika pulang sendiri ingatkan agar anak jaga jarak.

15.  Sampai di rumah, lepas alas kaki, letakkan barang di luar. Disinfeksi barang-barang yang dibawa.

16.  Jangan sampai terlewat panduan langkah sehat anak sekolah di tengah pandemi.

17.  Jaga kesehatan mereka biar anak-anak sehat dan Seru Belajar Kebiasaan Baru.

 

Yuk, simak video berikut.




Sumber: cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id




SERU BELAJAR KEBIASAAN BARU: Panduan Untukmu dan Untukku

 


Kalau PTM (Pembelajaran Tatap Muka) sudah boleh dimulai, pastikan ikuti protokol kesehatan. Agar selamat selalu ini panduan untukmu.

Sebelum Berangkat Sekolah

Cek suhu tubuh dulu, pakai masker selalu.

Selama di Perjalanan

Saat di jalan jaga jarak 1,5 meter, jangan gandengan dulu.

Sampai Sekolah

Cuci tanganmu dulu pakai sabun selalu. Di laborat, perpustakaan, kelas jaga jarak selalu. Di kelas, dengan temanmu jangan dekatan dulu. Bawa alat sendiri. Pakai barang pribadimu, bawa bekal sendiri.

            Sesampainya di Rumah

            Pulang sekolah langsung pulang ke rumah, mampir-mampir gak usah. Sampai di rumah bersih-bersih segera. Jangan lupa untuk selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Supaya kita jumpa lagi di sekolah. Yo ayo kita bersama saling jaga. Agar sehat selamat segera cuci tangan, segera mandi, ganti pakaian bersih. Seru belajar kebiasaan baru.

  Yuk, simak video berikut.






cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id


 


SERU BELAJAR KEBIASAAN BARU

 


Kalau PTM (Pembelajaran Tatap Muka) sudah boleh dimulai, pastikan ikuti protokol kesehatan. Agar selamat selalu ini panduan untukmu.

Sebelum Berangkat Sekolah

Cek suhu tubuh dulu, pakai masker selalu.

Selama di Perjalanan

Saat di jalan jaga jarak 1.5 meter, jangan gandengan dulu.

Sampai Sekolah

Cuci tanganmu dulu pakai sabun selalu. Di laborat, perpustakaan, kelas jaga jarak selalu. Di kelas, dengan temanmu jangan dekatan dulu. Bawa alat sendiri. Pakai barang pribadimu, bawa bekal sendiri.

            Sesampainya di Rumah

            Pulang sekolah langsung pulang ke rumah, mampir-mampir gak usah. Sampai di rumah bersih-bersih segera. Jangan lupa untuk selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Supaya kita jumpa lagi di sekolah. Yo ayo kita Bersama saling jaga. Agar sehat selamat segera cuci tangan, segera mandi, ganti pakaian bersih. Seru belajar kebiasaan baru.