Minggu, 08 Agustus 2021

INILAH DOA ( RABBANA) 11 - 20

 


DOA 11 = QS 7: 47




Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang dzalim itu".

DOA 12 = QS 5: 114



Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama".

DOA 13 = QS 25: 74



Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

DOA 14 = QS 66: 8



Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

DOA 15 = QS 60: 4

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,

DOA 16 = QS 18: 10


(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

DOA 17 = QS 14: 41



Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

DOA 18 = QS 14: 38



Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

DOA 19 = QS 3: 147


Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

DOA 20 = QS 3: 9



"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.


    Tulisan di atas merupakan catatan dari mengikuti kajian bersama Ustadz Oemar Mita via media online. Catatan tersebut sekaligus mengamalkan anjuran Imam Syafi'i 

"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja." (Diwan Asy Syafi'i)




 


RENUNGAN DOA (RABBANA 1 -10)

 


DOA 1 = QS 2: 201




Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

DOA 2 = QS 2: 127



Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

 

DOA 3 = QS 3: 8



(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."

DOA 4 = QS 7: 23



Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".

DOA 5 = QS 59: 10


Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".

DOA 6 = QS 2: 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".   

DOA 7 = QS 2: 286




(dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".   

 

DOA 8 = QS 2: 286


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".   

DOA 9 = QS 3: 53


Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

DOA 10 = QS 7: 126


Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".




Sabtu, 07 Agustus 2021

RENUNGAN DOA QS AL FURQAN: 65-66 (Rabbana 36)

 




Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan adzab Jahanam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".


Renungan doa  Al Furqan: 65

1.     Ketika manusia beramal kepada Allah, salah satu fungsi amal tersebut adalah supaya menjauhkannya dari api neraka.

2.     Salah satu ciri hati yang bersih adalah hati yang selalu merasa takut dan khawatir bahwasanya ia tidak mudah untuk selamat dari api neraka

3.     Neraka itu lebih dekat dari tali sandal kita.




Kita bercanda bisa menyebabkan masuk neraka. Itu sebabnya kita harus banyak berdoa. Di antaranya doa-doa sebagai berikut:

Rasulullah menganjurkan berlomba syurga dan menjauhi dari neraka. Kita bisa belajar dari Umar bin Khathab. Menurut Rasulullah Umar bin Khathab mendapat jaminan syurga namun beliau masih takut tidak akan masuk syurga.






Sebelum mengakhiri kajian, ustadz menampilkan Kisah Maiz bin Malik:

Maiz menceritakan kepada Rasulullah bahwa dia telah berzina. Rasulullah menyuruhnya pulang hingga 4x. Namun, dia tetap ingin menceritakan zinanya kepada Rasulullah sebab ketakutannya kepada neraka lebih besar. Dia ingin perbuatannya mendapat balasan di dunia saja. Orang yang mendapat balasan di dunia tak mendapat balasan di akhirat. Misal membunuh telah diqishash di dunia, maka di akhirat tak akan mendapat balasan.












RENUNGAN QS ALI IMRAN: 194 (Rabbana 35)

 



Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."


Dua kelompok pada hari kiamat:

1.     Orang-orang yang beriman, jumlah mereka ada 70.000 orang yang mereka memasuki surga tanpa hisab.

2.     Mereka yang dibangkitkan menjadi para syuhada. Jumlah mereka ada 50.000 orang, yang mereka akan mendapatkan surga.

Ciri-ciri Kelompok pertama

1.     La yashtarqun

Mereka tak pernah meminta ruqyah, karena mereka setiap ingin meruqyah, maka mereka meruqyah diri sendiri.

2.     La yatahayyarun

Tak pernah menyandarkan suatu peristiwa berdasarkan kepada apa yang mereka jumpai.

3.     Mereka tak pernah berobat mengguanak api.

4.     Mereka bertawakkal kepada Allah dalam kehidupan mereka baik dalam perkara duniawi atau dala perkara ukhrowi.

Kelompok 2: mereka yang dibangkitkan menjadi syuhada (50.000 orang)

Ciri-ciri Orang Yang Mati Syahid

1.     Tidak merasakan sakaratul maut.

2.     Diamankan dari zab kubur

3.     Diberikan ketenangan

4.     Diampuni dosanya

5.     Diperlihatkan tempatnya di surga

6.     Diberikan mahkota

7.     Dinikahi bersama 70 bidadari di syurga

 

Allah mensifati daam dirinya: tak pernah mengingari janji. Semoga amalan remeh mendapat balasan. Rabbana taqabbal minna (doa N Ibrahim) kita biasakan. Balasan Allah lebih lama: long lasting.

 

Permohonan doa yang diabadikan oleh Allah:

1.     Meminta supaya kita diberikan oleh Allah apa yang telah dijanjikan oleh Allah ketika berbuat taat kepadanya, dan ketika kita memiliki komitmen meninggalkan dosa.

2.     Meminta kepada Allah untu supaya tidak dihinakan kelak di hari akhir.



Selain berdoa, kita juga perlu memperbanyak istighfar.



RENUNGAN QS AL A’RAF: 88 (Rabbana 34)

 

QS Al A’raf: 88



Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"

Yang bisa menyegerakan azab adalah manusia sudah tak memedulikan haram dan halal. Doa nabi Syuaib: “Ya Allah berikan keputusan yang adil.” Sangat relevan dengan hari ini.


Saat ini ada yang kalau dia jujur akan dimusuhi, karena akan membuat tak nyaman. Ada yang dipecat dengan tidak hormat karena fitnah. Praktik yang haram mendominasi saat ini. Kita bisa belajar dari doa Syu’aib. Doa Nabi Syu’aib Ketika berhadapan penduduk Madyan. Doa agar dipisahkan dari mereka yang tak memedulikan halal haram.

Kita juga harus berhati-hati terhadap harta. Sebab harta memiliki sifat berikut.

SIFAT HARTA:

1.     Jikalau harta itu banyak, maka hisb yang akan diberikan panjang sesuai dengan banyanya harta tersebut.

Jika harta tersebut haram, maka sesungguhnya azab Allah amat pedih.


Ada sahabat menolak hijrah ke Madinah. Mereka menyembunyikan keislamannya, dan oleh orang Quraisy dianggap musyrik. Mereka diajak memerangi muslim dan ikut memerangi muslim.

Sekarang ini kita lihat riba di mana-mana. Banyak penawaran riba, curang. Orang tak lagi memedulikan halal haram. Untuk itu, kita perlu banyak berdoa. Doa di atas bis akita panjatkan.


 





RENUNGAN QS AL MAIDAH: 83 (RABBANA 33)

 



Kajian diawali dengan Kisah Hanzhalah:

Hanzhalah menikahi Jamilah bin Abdullah bin Ubay bin Salul. Pada suatu peperangan, Hanzhalah menebas banyak kaum kafir. Namun, akhirnya Hanzhalah terbunuh. Ketika akan dikuburkan, muncul air menetes dari tubuhnya. Malaikat memandikan Hanzhalah dari mendung karena Hanzhalah belum sempat mandi junub tersebab begitu mendengar seruan berjihad langsung berangkat.

 

QS Al Maidah: 83

Bagaimana memaknai dan menyadari hati dan pikiran kita dalam doa agar mustajab. Kalau ingin doa mustajab harus datang dari hati yang yakin.



Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw.)

 

Pelajaran dari Surat Al Maidah: 83

1.     Doa ini memiliki asbabunnuzul. Asbabunnuzul : 83-84 petani Afrika (Habasyah ke kota Madinah). Rasulullah di Madinah membaca Alquran mereka menitikkan air mata kemudian mereka beriman.

2.     Jangan pernah menyerah untuk menyeru kebaikan kepada orang-orang di sekitar, karena bisa jadi dengan sesuatu yang tak pernah kita duga, bisa membuat seseorang beriman kepada Allah. 

3.     Salah satu yang paling berat dalam kehidupan ini adalah bagaimana kelak kita dimasukkan ke dalam orang-orang yang menyaksikan kebenaran firman-Nya dan kebenaran risalah yang dibawa oleh Rasulullah.

Kisah Abu Thalib: ketulusannya tak diragukan, pelindung Rasulullah, dimusuhi karena berada di pihak Rasulullah. Namun, bukan berarti beliau mengimani Rasululullah. Ketika di akhir hayat diminta Rasulullah untuk mengucapkan laa ilaaha illallah. Abu Thalib tak mengimani Rasulullah. Abu Thalib ikut bisikan Abu Jahal.

Orang yahudi itu pintar. Zaman Rasulullah orang yahudi pintar dan tahu bahwa nabi terakhir adalah Muhammad. Namun, kepintaran mereka belum tentu berbuah keimanan, bahkan berujung pada penyelewengan. Orang pintar belum tentu sampai persaksian Rasulullah sebagai rasul terakhir. Orang nashara baik, tetapi tidak mengantarkan persaksian Rasulullah sebagai rasul. Mereka menolak Rasulullah, meskipun mereka mengimani saudara Rasulullah, yakni Nabi Isa. Orang pintar dan baik belum tentu mengantarkan persaksian Rasulullah.

“Orang yang baik dan pintar belum tentu akan menjadi orang-orang yang masuk ke dalam golongan syahid atau orang-orang yang menyaksikan kebenaran Alquran dan risalah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.”



Kisah:

Abdurrahman bin Muljam terkenal salih dan pernah dikirim ke Mesir untuk mengajarkan kitab. Terkenal kebaikan dan keshalihannya. Singkat cerita, dia berkenalan dengan wanita bernama Khitam. Abdurrahman bin Muljam melamar Khitam. Khitam menerima lamaran Abdurrahman bin Muljam dengan memberikan syarat, di antaranya darah Ali bin Abi Thalib.

Ketika itu, dia (Abdurrahman bin Muljam) menerima syarat dari Khitam. Hal itu menunjukkan kepada kita betapa pentingnya kita berdoa. Berdoa kepada Allah karena Beliaulah yang mampu membolak-balikkan hati manusia.

Kita juga bisa mengambil pelajaran dari kisah Saad bin Abi Waqash. Beliau adalah salah satu di antara sahabat yang paling mustajab doanya. Jika sudah mengangkat tangan (berdoa) pasti dikabulkan doanya. Ketika ada pertentangan antara Ali dan Mu’awiyah, beliau tak memberi dukungan kepada Ali dan Mu’awiyah. Beliau berada di tengah-tengah atau di pihak netral.

Mudah jika Allah telah mengirimkan hidayah. Allahlah yang membolak-balikkan hati manusia. Kita tak tahu apa yang akan terjadi hari esok.



Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang shaleh?"





Jumat, 06 Agustus 2021

BAKPIA: BINCANG ASYIK PILIHAN ANDA

 

Jumat, 6 Agustus 2021

Pukul 13.00 – 14.30

Topik              : Long Covid dan Pemulihan PascaCovid

Narsum           : dr Sumardi, Sp.PD KP

Moderator       : Nur Utami Hidayati, SKM

 

Saat ini muncul varian baru covid. Gejala covid ada yang ringan, sedang, berat hingga ada yang sampai pada kematian. Muncul sebuah tanya, Apa itu Long Covid? Bagaimana gejalanya? Bagaimana penanganannya?








 














Ket.

Fibrosis                       : paru mengkeret

Bronkiektasia retraksi : paru berlubang

Atelektasis                  : paru kolabs (paling berat)