Minggu, 14 September 2025

LANSIA SMART


    

Lansia-Smart? Wah, ini sesuatu banget. Ilmu ini kudapat dari seorang doketr yang menyampaikan taushiah di masjid Baitul Qarib tanggal 17 November 2024. Sudah cukup lama, tapi semoga manfaat ilmunya bisa abadi sepanang masa.

Saya pikir lansia smart itu singkatan dari orang lanjut usia yang smart atau cerdas. Eh, ternyata SMART merupakan akronim dari sehat-mandiri-aktif-produktif. Bisa pula dimaknai lansia yang sehat & bahagia di usia senja.

Menurut Kementrian Kesehatan RI ada 3 tahapan lansia:

- Pra lansia      : 45-59 tahun

- Lansia           : ≥ 60 tahun

- Lansia Risiko Tinggi : > 70 tahun atau > 60 tahun dengan masalah kesehatan

 

Terima kasih atas ilmunya Pak Dokter. Singkatan LANSIA SMART senantiasa lekat dalam ingatan. Yang ingin berkenalan dengan Pak Dokter, inilah identitas beliau.

Nama : dr. H. Yudhi Hajianto Nugroho. SpPD. Subsp. GER (K). MKes. FINASIM • Alamat : Ngablak RT 06/ RW 11, Papahan, Tasikmadu, Karanganyar • Dokter di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, RS.Kasih Ibu dan RS. Indo Sehat • Staf Pengajar FK UNS di bidang Penyakit Dalam dan Geriatri • Istri : dr. Hj. Dewi Komalasari • Anak : - Jasmine Nabila Virgie Chairunnisa AlFarah- Raynand Asyraaf Ghaisan AlFird



ADEK KESENDIRIAN


    

Pagi itu Tom Gembus yang baru berusia tiga tahun ikut ke sekolah Lady Cempluk yang notabene guru sebuah SMP di Kartasura. Hal ini dikarenakan eyang yang biasa mengasuh ada urusan ke Yogyakarta. Biasanya dalam situasi seperti itu Tom Gembus dimasukkan sekolah (dititipkan) di TPA (Tempat Penitipan Anak). Namun, dari rumah Tom Gembus telah rewel tak mau dititipkan.

            Alhasil, setelah mengajar dua jam pelajaran, Lady Cempluk pulang untuk menanti Tom Gembus diantar eyangnya untuk kemudian diajak ke sekolahnya. Sebelum berangkat bersama Tom Gembus dengan naik grap, Lady Cempluk telah membawa sesajen berupa aneka buah-buahan dan dua botol yogurt. Ada buah papaya, mangga, jambu kristal, nanas, dan anggur ijo. Harapan Lady Cempluk, waktu ditinggal mengajar Tom Gembus tidak rewel.

            Benar, prediksi Lady Cempluk. Tom Gembus tidak rewel. Dia asyik mengkonsumsi bekal berupa aneka buah dan yogurt. Beberapa kawan Lady Cempluk yang dengan telaten menemani dan menghibur Tom Gembus membuat dia senyam-senyum serta tak rewel minta pulang.

Di tengah-tengah jam mengajar Cempluk sesekali nyambangi sang cucu. Dia bersyukur cucunya dalam kondisi aman terkendali. Namun, sebuah penawaran dia sampaikan kepada sang cucu.

“Adek mau ikut Eyang Bunda ke kelas?” yang dijawab dengan “iya” disertai sebuah senyum dikulum.

Di kelas Cempluk, tampak sekali muridnya terhibur dengan kedatangan seorang bocah berumur tiga tahun yang imut dan bertubuh gempal. Senyum malu sering dipamerkan sang bocah.

Waktu istirahat tiba, di ruang guru Gembus menjadi pusat perhatian kawan-kawan Cempluk. Ada yang memberi pisang goreng, roti, dan aneka jajanan yang dipunya. Bahkan, ada seorang bapak yang diam-diam keluar ruang guru untuk membelikan es krim.

Anak mana yang tak suka es krim? Begitu pula Tom Gembus. Langsung menyambar dan menghabiskan es krim pemberian John Koplo. Bertambah lagi senyam-senyum Gembus karena mendapat sesajen baru.

Waktu jam terakhir (jam kedelapan), sepenuhnya Cempluk berada di kelas untuk mengajar. Dia pede, pasti cucunya mandali (aman dan terkendali). Tak ada suara ribut dan suara tangis yang ia dengar.

Saat bel pulang terdengar, dia mengakhiri pelajaran dan meminta siswanya berdoa terlebih dahulu. Dia tinggalkan ruang kelas. Namun, betapa kagetnya dia karena melihat Gembus telah digendong oleh seseorang yang notabene penjual di kantin. Hatinya mulai was-was sehingga dia mempercepat langkah.

“Loh, Adek kenapa? Kok keluar ruangan?” Cempluk bertanya.

“Iya, Adek kesendirian,” jawan Koplo sambil senyum dikulum.

Owalahhh… ternyata Adek kesendirian to? Makanya keluar. Kirain takut dan rewel trus nyari eyang. He333 ternyata kesendirian to?

 

CUACA ESKRIM

    
    Sore itu Lady Cempluk ikut senam bersama di rumah Tom Gembus. Biasa Sabtu sore agenda senam bersama para lansia untuk meningkatkan kebugaran. Agenda mingguan yang tak dapat diganggu gugat serta membawa banyak manfaat.

            Ada hal menarik yang dialami Lady Cempluk sore itu. Biasanya senam dimulai pukul 16.00. Namun, sore itu pukul 16.00 sudah berlalu, sang instruktur belum hadir. Maklum, instruktur rumahnya lumayan jauh. Biasanya jika terlambat begini alasannya macet.

Nah, kesempatan itu digunakan oleh Lady Cempluk untuk naik ayunan. Biasa, masa kecil kurang bahagia menyebabkan dia senang memanfaatkan ayunan yang sangat kokoh dan tidak membahayakan bagi penggunanya meski dua pengguna berbadan besar.

Lady Cempluk yang belum begitu mengenal Gendhuk Nicole bertegur sapa ala kadarnya. Termasuk kunjungannya kemarin ke dokter tak luput dari ceritanya kepada sang kawan baru.

“Bu Cempluk, saya kemarin ke dokter … katanya kulit saya yang bentol-bentol ini (sambil memperlihatkan tangan bekas bentol-bentol) karena … ehmm ehmmm apa ini … eskrim yang tidak enak,” katanya sambil menunjuk kanan kiri atas (mungkin maksudnya menunjuk udara).

“Ehm… apa ini? Ini lho Bu…. Cuaca. Oh ya, cuaca eskrim,” lanjutnya.

Lady Cempluk mulai agak bingung. Ehm … eskrim yang tidak enak? Menurutnya eskrim itu enak deh. Trus, dia menduga-duga. Terkait cuaca, kok es krim? Cempluk mulai menemukan titik terang ketika Nicole menyebut perubahan … panas … dingin … pergantian … yang amat cepat.

“Mungkin maksudnya cuaca ya Ndhuk …?” lanjutnya. Gendhuk Nicole pun mulai manggut-manggut. Ia merasa mendapat angin segar sehingga eemuka istilah baru pemberitahuan sang dokter.

“Maksudnya cuaca ekstrim?” tebak Lady Cempluk to the point. Sebenarnya Cempluk gemesss mendengar eksrim, eskrim dari tadi.

“Nah, betul Bu, itu. Itu betul. Ap aitu tadi Bu? Es … es… es… apa? Eh ekstrim ya?” kata Gendhuk Nicole mantap sambil cengar-cengir. “Itu yang menyebabkan kulit saya menjadi gatal dan bentol-bentol Bu.”

Lady Cempluk senyum-senyum sendiri. Dalam hati dia tertawa ngakak, namun tak berani mengekspresikan tawanya, khawatir menyinggung perasaan Nicole.

“Owalahhhhh lah wong ekstrim kok jadi es krim. Makanya, es krim kok tidak enak. Oh, Nicole … Nicole.” Cempluk hanya berani membatin.

Senam pun berakhir. Sepanjang perjalanan pulang Cempluk senyum-senyum sendiri teringat EKSTRIM dan ES KRIM. Bahkan, ekspresi sang ibu bernama Genduk Nicole itu terbayang jelas. Senyumnya pun terbawa hingga dia memasuki rumah dan ditegur oleh Jon Koplo, suaminya.


 

MEMETIK HIKMAH DARI SEBUAH BUKU


Kata “hikmah” menurut KBBI dapat diartikan kebijaksanaan, sakti/kesaktian maupun arti atau makna yang dalam. Nah, hikmah ini yang akan kita petik dari sebuah buku berjudul Ensiklopedi Sahabat Rasulullah karya Syaikh Mahmud Al Mishri. Pada sampul depan tertulis: Mengenal lebih dekat 104 sahabat Rasulullah SAW paling popular, legenda abadi, generasi terbaik setelah nabi. Buku tersebut terdiri dari 3 jilid buku yang relatif tebal. Tebal buku jilid pertama: 532 + xxxi.

            Sahabat Rasulullah yang ditulis pada buku tersebut bukan malaikat, bukan pula nabi. Namun, mereka memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Mereka memiliki keimanan yang kokoh, ketaatan yang mutlak, keihklasan yang jernih dan kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan apapun di dunia ini, termasuk terhadap diri mereka sendiri. Mereka melakukan pengorbanan tiada tara yang dipersembahkan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Di dalam buku jilid pertama ini termaktub hikmah teladan para sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga sebagaimana sabda Rasululullah berikut. Dari Abdurrahman bin Auf, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda,

Abu Bakar di Surga, Umar (bin Khatthab) di Surga, Utsman (bin Affan) di Surga, Ali (bin Abi Thalib) di Surga, Thalhah (bin Ubaidillah) di Surga, Zubair (bin Awwaam) di Surga, Abdurrahman bin Auf di Surga, Saad bin Abi Waqqash di Surga, Said bin Zaid di Surga, dan Abu Ubaidah (bin Al-Jarrah) di Surga di Surga.

Selain sepuluh sahabat di atas, pada jilid pertama tersebut juga dikisahkan sahabat: Shuhain Ar Rumi, Salim Maula Abu Hudzaifah, Mush’ab bin Umair,Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Khabbab bin Al Arat, Saad bin Mu’adz, dan Umair bin Saad.

 

Sabtu, 09 November 2024

LATIHAN NULIS AIP

 

Pernahkah kamu mengamati lingkungan sekitarmu? Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan spesies flora dan faunanya. Ada sekitar 8.000 spesies flora dan 2.215 spesies fauna yang tersebar di negara kita ini. Dari sekian banyaknya flora dan fauna yang ada, apakah ada yang menarik perhatianmu? Jika iya, cobalah untuk mengamatinya dengan detail lalu menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Hasil pengamatanmu tersebut dapat disebut sebagai teks laporan hasil observasi. Untuk lebih memahami jenis teks ini, maka pada pembelajaran kali ini kamu diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitarmu melalui teks laporan hasil observasi. Mari kita cermati bersama!

Kamis, 17 Oktober 2024

KUNCI JAWABAN ASESMEN HARIAN 2



    Hallo, siswa-siswiku hebat luar biasa,
Ingat waktu mengerjakan soal asesmen harian 2 kemarin? Kenapa ya, masih ada beberapa siswa yang harus mengikuti remidi. Padahal, harapan Bu Guru tak ada satu pun siswa yang perlu remidi. Namun, nasi telah menjadi bubur, alias sudah telanjur.
    Yo sudah, yang penting tetap bersemangat dan tetap mau berusaha. Ini Bu Guru sajikan ulang soalnya yang telah dilengkapi dengan jawaban.


 

Rabu, 16 Oktober 2024

MENYAMBANGI SARANG LABA-LABA

 

Asnia tersenyum. Tekadnya semalam yang akan menyambangi blog yang telah menjadi sarang laba-laba harus diwujudkan. Tak boleh berhenti pada niat. Niat dan rencana yang tak pernah menjadi kenyataan adalah pekerjaan sia-sia. Meski dia ingat pelajaran dari gurunya bahwa niat kebaikan yang tak dapat diwujudkan akan mendapat satu kebaikan. Dia tak mau dirinya hanya berhenti pada niat yang tak pernah menjadi kenyataan.

Dia ambil notebook kesayangan. Jarinya mulai menari di atas keyboard. Dia ingat masa-masa kejayaan dalam kepenulisan. Terpilih sebagai penulis blog terpopuler. Menerbitkan tiga judul buku ber-ISBN dan laku terjual dalam waktu relatif singkat.

“Itu duluuu. Kini dewi fortuna itu tak bersamamu lagi,” bisik batin Asnia pada dirinya sendiri.

Memang, beberapa waktu terakhir jarang menulis. Sampai-sampai teman bloggernya mengingatkan, memprovokasi untuk menulis dan menulis lagi. Namun, agendanya di Guru Penggerak sebagai aktor pendukung cukup menyita waktu. Belum lagi menilai UKPPPG (Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru) yang asyik menyita waktu.

Namun, itu semua hanya merupakan alasan belaka. Sesibuk apapun, jika kita punya azzam (niat yang kuat) pasti akan kesampaian. Prinsip itulah yang mengantarkan dirinya meraih asa di tengah kesibukan.

Saat dirinya bersungguh-sungguh: menjadi guru sekaligus staf pimpinan sekolah, ibu dari dua anak, istri seorang akademisi masih sempat melanjutkan pendidikan tuk meraih gelar sarjana pendidikan dengan hasil gemilang. Bukan itu saja, dia berkesempatan mengikuti ajang bergengsi mahasiswa tingkat nasional berupa PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) dan berkesempatan menjadi juara. Apalagi kalau bukan karena keberuntungan selain anugerah dari Tuhan?

Mungkin pula sebagai hadiah dari sebuah prinsip yang dianutnya, “Man Jadda Wajada” (barangsiapa bersungguh-sungguh akan mencapai keberhasilan). Asnia merasa pinter tidak, cerdas pun tidak. Dia merasa sebagai mahasiswa biasa yang harus berjuang tuk raih keberhasilan. Namun, nasib baik sering berpihak kepadanya. Barangkali orang Jawa lebih menyebut dirinya banyak dinaungi “kabegjan” yang artinya keberuntungan.

Asnia bingung akan memulai dari mana. Tulisan apa yang akan ditorehkannya. Sesungging senyuman terlecut dari bibirnya.

“Oh ya, ini dia. Aku akan memulai dari diary saja. Sebuah tulisan yang amat mudah ditorehkan oleh siapa saja.”

Jari-jari Asnia mulai menghentak-hentak tuts notebooknya. Bibirnya tersungging senyuman sembari memikirkan celoteh seorang kawan senam yang bercerita tentang “cuaca eskrim yang tidak enak.”

Cerita tersebut juga sudah dituliskan dalam sebuah artikel lucu yang akan dikirim ke redaksi Solopos yang beralamat di Jalan Adisucipto tempat diri dan anak-anaknya mengirimkan tulisan beberapa tahun yang lalu. Semoga ini menjadi sebuah nostalgia yang mengasyikkan.