Rabu, 15 Juli 2020

MENULIS ITU MUDAH


Materi             : Menulis Itu Mudah
Waktu             : Senin, 13 Juli 2020
Narasumber    : Bapak Jumanto
Belajar menulis malam ini dimoderatori oleh bu Kanjeng atau Bu Sri dengan narasumber Bapak Jumanto, Ketua PGRI Rembang, Jawa Tengah. Kuliah diawali dengan salam, sapaan, syukur diberi kesempatan. Senang berbagi kepada bapak ibu yang hebat. Proses kreatif menulis identik dengan perjalanan hidupnya.
Beliau mengawali rutinitas menulis dari menulis puisi. Menulis puisi itu mudah. Setiap ada ide maka beliau tulis. Selingan dari menulis puisi kadang menulis cerita pendek. Tahun 2004 beliau mulai ditantang oleh Prof. Dr. Sarwiji Suuwandi, gurunya bagai orang tua untuk menulis Buku Ajar.
Prof Sarwiji memberikan tantangan karena beliau selaku guru meneliti buku-buku pelajaran yang dipakai di sekolah. Dengan bimbingan beliau, Pak Jumanto dapat menyelesaikan 3 buku ajar untuk SMP dan 5 buku ajar untuk SMA. Satu bulan pertama hanya menyelesaikan 1 buku ajar untuk kelas VII SMP/MTs. Buku ajar untuk  kelas VIII dapat diselesaikan 2 minggu. Selanjutnya menyusun naskah buku untuk kelas IX dan untuk SMA rata-rata dalam waktu 2 minggu. Buku-buku tersebut dinilaikan ke Pusat Perbukuan. Proses selanjutnya harus belajar mengedit berdasarkan catatan-catatan dari tim penilai.
Pendapatannya jauh dari pendapatan seorang guru PNS. Selain dari hasil jual naskah buku, juga mendapat dari editor. Setelah proses penilaian buku selesai dan buku sudah mendapatkan SK penetapan, maka buku siap diterbitkan.
Tantangan baru datang dari Bapak Direktur Penerbit SIC. Kata beliau, Pak Jum cocok menjadi marketing. Bisakah dirinya menjalani sambil menjalankan tugas sebagai guru PNS?
Pemerintah meluncurkan istilah BSE. Buku-buku ajar yang ditulis oleh penulis buku secara indi maupun lewat penerbit dan lulus penilaian dibeli oleh pemerintah. Buku tersebut diberi HET. Pihak ketiga boleh mencetak buku tersebut dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah. Di masa buku BSE tersebut, Pak Jum mendirikan penerbit untuk mengajukan izin mencetak  BSE.
Pengalamannya dari penulis, editor, marketing, manager. Keempat aktivitas ini dilakukan sampai sekarang. Di PGRI Jateng mendapat tugas sebagai Ketua Badan Penerbitan PGRI Jateng dengan Penerbit PGRI Jateng Press. PGRI Jateng Press siap membantu menerbitkan buku Bapak Ibu penulis pemula.
Menurutnya menulis itu mudah. Dengan menulis mendapat kenikmatan. Menulislah langsung menulis, tidak perlu dipikir. Motif menulis di antaranya: mencari jenang, jeneng, seneng. Kita tentu memiliki motif yang berbeda. Penulis pemula biasanya bermotif menulis karena senang. Ini motif tertinggi.
Setelah lancar menulis, menulislah untuk tujuan atau pembaca tertentu. Misalnya untuk siswa TK, SD, SMP, SMA, atau umum. Akan lebih baik jika mengikuti alur pembacanya. Ada UU Perbukuan.
Untuk memulai menulis ada baiknya buat outline terlebih dahulu. Jika diperlukan buatlah sinopsis untuk ditawarkan ke penerbit. Da pertanyaan mendasar yang perlu diajukan sebelum menulis buku. Misalnya, buku apa yang akan ditulis dan buku itu ditulis untuk siapa.








Insyaallah grup ini hari Rabu diberi penguatan Pak War. Jumat, Pak Amir Faisal juga akan memberi penguatan luar biasa. Pak Jum fokuskan menulis nonbuku pelajaran agar leluasa menggali ide. Menulis itu mudah. Jika ada ide saat sibuk, tulislah pokok-pokoknya. Lalu tulis dalam outline. Tulis, tulis, tulis sesuaikan calon pembaca. Semoga dengan membaca uraian bisa menulis dengan lancar. Awali dengan membuat ouline yang menuntun kita.
Akhir sharing: Apakah dengan menulis menjadi kaya (motif jenang) apakah menulis menjadi bahagia (seneng), karir naik (jeneng). Penulis akan mendapatkan sesuai yang diharapkan. Dengan senang akan mendapat jenang dan jeneng.
Paparan sengaja dibuat tak detail. Bila ada yang kurang jelas bisa didiskusikan. Materi sengaja disampaikan dalam bentuk tulisan, suara, dan paparan. Inilah menariknya belajar bersama dengan WA.

SESI TANYA JAWAB
I Nengah Suradnya Tempat Tugas di SMPN 1 Banjarangkan  Klungkung Bali, Bapak narsum mohon share pengalaman bapak suka duka mengemban 4 tugas mulia, sebagai penulis, editor, marketing dan manager?
Banyak sukanya Bapak. Saya sampaikan sukanya dulu
1.       Dari menulis Buku saya mendapatkan pendapatan pasif yang jumlahnya lebih besar dari Gaji Guru PNS selama masa kerja 30 tahun.
2.       Saya mendapatkan reputasi dan karir. Saya masa kerja guru PNS 8 tahun sudah diangkat menjadi pengawas
3.       Saya dengan menulis hati selalu riang yang dapat menginspirasi ketiga anak saya untuk semangat berprestasi
Untuk dukanya
1.       Kadang ada beban jika meninggalkan tugas mengajar di saat harus menghadiri undangan pelatihan
2.       Jarak tempuh tempat tinggal dengan kantor penerbit jauh sehingga hanya tidur rata rata sehari 3 jam.

Senang rasanya dipanggil Ustadzah Aam Nurhasanah sama Bapak Drs.Jumanto M.Pd.
Materi malam ini sangat luarr biasa sekali. Izin bertanya pak, saya ingin sekali menerbitkan buku tentang Omjay, tapi sampai sekarang bukunya belum jadi. Saya kebingungan dalam mengembangkan bahan tulisan. Karena baru nulis satu halaman, ide tersebut suka mentok. Bagaimana membuat ide itu meluas pak??? mohon masukannya. Terimakasih.
Terima kasih Bu Ustadah Aam Nur. Luar biasa niat Ibu menulis tentang Om Jay. Agar materi tulisan bisa berkembang  Ibu harus banyak observasi dunianya Om Jay atau banyak membaca tulisan tulisan Om Jay.  Outline jangan lupa dijadikan pijakan dalam menulis.


Husnul Hafifah (Bondowoso). Assalamualaikum wr wb, ijin bertanya: Tadi disebutkan Penerbit PGRI siap membantu menerbitkan buku  kami (peserta menulis pemula) jenis buku yang bisa diterbitakan di penerbit PGRI apa saja? Bagaimana persyaratan bisa menerbitkan d PGRI, bagaimana rincian pembiayaannya.
Ibu Husnul Khofifah Bondowoso. Penerbit PGRI Jateng Press. Naskah kirimkan akan dikirimi email PGRI Jateng Press. Bisa pula diterbitkan indie.

Perkenalkan nama Sunaryo, dri SMPIT Madani Berau. Terimakasih atas sharing pengalaman Pak Jumanto. Perkenankan saya untuk bertanya:
1.     Bagi penulis pemula, kadang-kadang untuk menentukan outline dari sebuah gagasan/ide itu tidak mudah. Adakah trik/tips supaya kita mudah untuk menentukan outline ya?
2.     Bagi penulis pemula, bagaimana tipsnya supaya hasil tulisan (misal naskah buku) kita mudah untuk bisa diterbitkan?
Outline diperlukan bagi penulis. Bagaiman amembuat outline yang baik.Dari ide yang muncul buat outline/kerangka. Buku apa saja bisa diterbitkan PGRI Press. Ditunggu tulisannya di PGRI Jateng Press.

Assalamualaikum. Ijin bertanya, saya Ni Ketut Suastiwi, Guru TK Negeri Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan Klungkung Bali.  Dalam penulisan Buku untuk anak usia 3-6 tahun pada Power poin di kolom Bahasa disebutkan" Pengenalan kata menggunakan pola repetitif dalam kalimat". Apa yang dimaksud pola Repetitif. Terima kasih
Masih banyak buku-buku untuk anak TK yang dicari penerbit. Umur 3-6 tahun. Repetisi: mengulang-ulang untuk memperkenaakan koakata dan disertai gambar. Buku untuk TK maksimal 12 halaman.

Izin bertanya Bunda, Ai Sumartini Dewi , SMPN 1 Cibogo. Apakah kalau menulis buku pelajaran idenya pernah mentok? Dan bagaimana cara bapak mengatasinya? Terima kasih.
Menulis buku pelajaran pernah mentok? Menulis buku pelajaran lebih mudah karen mengacu KI KD. Jik asudah membuat silabus dan RPP harusnya bis amembuat buku. Semua KI KD harus dikembangkan.

Pak Jumanto,  izin bertanya  saya bu sri kalau menurut Bpk. Jumanto, bagaimana  menilai karya tulisan kita itu layak atau tidaknya diterbitkan? Yang kedua,  bagaimana caranya menjadi penulis yang berhasil seperti Bpk dan para narsum hebat disini. Terima kasih
Tulisan yang layak sesuai pembacanya. Minimal bisa lihat ketentuan umur yang disasar. Penerbit nonteks pelajaran tidak mengandung SARA. Pernah ada ilustrasi hidung terlalu mancung suruh ganti. Menjadi penulis yang berhasil, menulis saja sesuai dunia kita. Agar bisa lolos ke penerbit mayor, buat sinopsis dulu. Awali menulis di dunia kita.

Perkenalkan saya ibu Aning S dari Pati. Apakah dalam menulis cerpen atau sejenisnya harus menggunakan kerangka tulisan, Pak? Bagaimana mengawali untuk membuat paragraf awal cerpen ? Terima kasih
Menulis cerpen kita harus mengawali membuat ouline agar sesuai ide yang akan kita tulis. Kata kunci judul harus menarik. Paragraf awal menjadi kunci juga. Waktu menjadi juri, cerpen bagus-bagus. Penentuan akhir dicari paragraf awal yang menggigit.


Perkenalkan saya syarifah ruqayah dari Banda Aceh. Untuk narasumber yang hebat saya mau bertanya. Jika kami punya naskah apakah penerbit PGRI Jateng bisa membantu kami menerbitkan buku dan apakah bukunya ber-ISBN? Buku jenis apakah yg bisa diterbitkan oleh penerbit PGRI Jateng?
PGRI Jateng Presss membantu Guru untuk sampai mengurus ISBN. Minta 5 eks jika diterbitkan di luar. Saran terbitkan di PGRI Jateng, tapi bisa pula di Penerbit lain.

Assalamu'alaikum bapak Jumanto, saya bahrudin orang rembang, maaf baru gabung mau nanya: 1. Bagaimana cara mengawali tulisan? 2. Buku apa saja yang bisa diterbitkan oleh PGRI Jateng? terima kasih
Waalaikum salam. Terima kasih Bapak Bahrudin. Semoga Bapak Sehat wal afiat. Semoga Bapak tetap semangat berkarya dan membantu teman-teman guru untuk menulis. 1. Mengawali tulisan tergantung jenis tulisan yang akan kita susun. Misal akan menulis buku pengayaan Mapel IPA untuk anak SD kelas V. Bapak harus memilih KD mana yang akan dikembangkan materinya. Misal materi tentang listrik maka Bapak buat outline buku yang berisi pengayaan materi Listrik. 2. Buku apa saja bisa  Pak . Saran saya lebih baik buku non teks pelajaran atau buku pengayaan. Pengayaan bisa masalah pembelajaran. Pengetahuan. Kepribadian. Keterampilan. Buku pengayaan banyak peluangnya untuk dipasarkan: Saya tunggu karya bukunya Bapak. Semoga lancar sampai Ive:

Apakah Bapak masih suka menulis puisi? Apa yang menyebabkan bapak suka puisi?
Alhamdulillah. Menulis puisi bisa dilakukan di mana saja dalam suasana apa saja. Walaupun waktunya sempit.

Apakah PGRI jateng juga menerbitkan buku digital ber-ISBN?
Belum Bapak. Ini baru dikaji. Semoga segera dapat terlaksana.



Selasa, 07 Juli 2020

7 TIPS MENGAJAR DARI MAS MENTERI


Sore ini mencoba cermati tips mengajar dari Mas Menteri (Mendikbud, maksudnya. Beliau sering menyebut dirinya Mas Menteri) lewat video. Meski diri ini mengajar lebih lama dibanding Mas Menteri, namun di banding keberhasilan memang belum ada apa-apanya. Walahhh, lha wong hingga saat ni saya merasa belum berhasil maksimal dalam mengajar kok. Itu sebabnya perlu belajar dari Mas Menteri.
            Inilah tujuh tips mengajar ala Mas Menteri di era pandemi.
1.     Jangan stress
Tak ada yang meyangka dan menduga bahwa kita harus memasuki era pandemi. Namun, mau tak mau, suka tak suka kita harus mengalami. Meski gaptek (seperti diri ini yang masuk Generasi “X”) jangan stress, kata Mas Menteri. Yang penting mencoba setiap hari.
2.     Cobalah membagi kelas menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Pengelompokan bisa berdasarkan kempetensi yang sama.
3.     Cobalah project based learning. Hal ini bisa menciptakan tantangan.
4.     Alokasikan lebih banyak waktu untuk murid yang tertinggal di kelas. Libatkan orang tua untuk memahami tantangan mereka.
5.     Fokus pada yang terpenting. Di antaranya: literasi, numerasi, dan penguatan pendidikan karakter.
6.     Sering “nyontek” antara guru. Jika murid nyontek itu tidak baik, guru malah disarankan untuk menyontek guru lain. Menyontek keberhasilan dan inovasi guru lain. Jangan ragu untuk meminta contoh best practice guru lain. Kita bisa mengajak guru lain untuk masuk ke kelas virtual kita; atau kita masuk ke kelas virtual guru lain.
7.     Have Fun. Mengajar itu tidak mudah. Akan tetapi, jika kita bisa mengapa harus mengajar membosankan?




Minggu, 05 Juli 2020

TRIK MENULIS DI LAMAN INTERNET






Anda ingin menulis di laman internet tetapi tak tahu bagaimana caranya? Atau merasa krang percaya diri untuk menulis di laman internet? Ada baiknya Anda berkenalan dengan Pak Agus Sampurno. Nama besar beliau di dunia maya tak perlu diragukan. Jika Anda tuliskan nama Agus Sampurno di google, otomatis sederet informasi tentangnya bermunculan. Sebelum kulanjutkan tuisan ini kusempatkan ketik d google “agus sampurno” di google. Dan benarlah informasi tentangnya sangat banyak di dunia digital.
            Tahun 2009 beliau terpilih sebagai penulis blog pendidikan terbaik detik.com. Tahun 2012 sebagai The BOBs (Best of the Blogs) Deutsche Welle Germany. Tahun 2014 penulis Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal. Hingga kini aktif menjadi master trainer sertifikasi BNSP.
            Menarik sekali trik yang beliau paparkan. Menurutnya, prinsip menulis di laman internet sebagai berikut.
1.     Saat membuat paragraf persingkat hingga tiga kalimat.
2.     Buat kalimat hingga maksimal 17 kata.
3.     Potong kata-kata menjadi kalimat yang lebih pendek jika Anda bisa.
4.     Paragraf satu kalimat itu mengagumkan.
5.     Usahakan dalam menulis semakin banyak titik dan semakin sedikit koma.

Ada juga trik tambahan yang beliau paparkan. Yakni buat penasaran pembaca pada kalimat pertama. Buatlah paragraf kecil. Pargraf panjang perlu diperiksa alurnya. Tulis ulang setelah Anda menulis. Baca dengan keras apa yang Anda tulis. Nah, tunggu apa lagi. Yuk, segera prkatikkan ilmu yang kita dapatkan dari beliau.


Sabtu, 04 Juli 2020

LIMA POIN PENTING KEPUTUSAN BERSAMA 4 MENTERI


1.   Tahun ajaran 2020/2021 pada pendidikan anak usia  dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dimulai pada bulan Juli 2020, tahun akademik 2020/2021 pada pendidikan tinggi dimulai pada bulan  Agustus 2020, tahun akademik 2020/2021 pada pendidikan tinggi keagamaan dimulai pada bulan September 2020, tahun ajaran 2020/2021 pada pesantren dimulai pada bulan Syawal tahun 1441 Hijriah, dan tahun ajaran 2020/2021 pada pendidikan keagamaan ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku di masing-masing lembaga.

2.   Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

a.     satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 setempat;
b.     satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, dan MERAH, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).
3.   Ketentuan pembelajaran tatap muka sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA dikecualikan bagi pesantren, pendidikan keagamaan, dan pendidikan tinggi,

4.   Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dilaksanakan berdasarkan panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi COVID-19, dengan mengutamakan protokol kesehatan, sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Bersama ini.

5.   Keputusan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Sumber:
KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, MENTERI AGAMA, MENTERI KESEHATAN, DAN MENTERI DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA.

SKB EMPAT MENTERI PERLU KITA CERMATI



Tertanggal 15 Juni 2020 telah ditetapkan Keputusan Bersama empat menteri yakni Mendikbud (Nadiem Anwar Makarim) , Menag (Fachrul Razi), Menkes (Terawan Agus Putranto), dan Mendagri (Muhammad Tito Karnavian). Keputusan bersama tersebut tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).
            Sebagai insan pendidikan sebaiknya kita mencermati isi keputusan bersama tersebut. Jika hingga saat ini belum berkesempatan untuk mencermati satu per satu, barangkali ada baiknya kita ikuti di tautan berikut ini.



Jumat, 03 Juli 2020

POIN PENTING SURAT EDARAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENDIKBUD




            Dua poin amat penting dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud No 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaran Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/walikota di seluruh Indonesia adalah sebagai berikut.
1.     Belajar dari Rumah selama darurat penyebaran Corona Virus  Disease (COVID-19) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol penganganan COVID-19; dan
2.      Belajar dari Rumah melalui pembelajaran jarak jauh daring dan/ atau luring harus dilaksaksanakan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan Belajar dari Rumah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Edaran ini.

Ingin tahu Lampiran SE ini? Yuk, buka tautan berikut.

YUK, BACA DAN PEDOMANI PERATURAN INI


Assalamu’alaikum Bapak Ibu Guru Hebat.

Jika suatu saat kita ditanya Peraturan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor: 420/06697 tentang apakah itu? Belum tentu semua di antara kita bisa menjawabnya. Bahkan, besar kemungkinan di antara kita hingga saat ini belum membukanya.

Yuk, biasakan baca Peraturan tersebut sebelum mengawali pembelajaran pada tahun pelajaran 2020/2021. Baca dan pedomani yaaaa. Semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses untuk kita semua. Dan… jangan lupa untuk bahagia.
https://www.sekolahdasar.net/2020/06/kalender-pendidikan-tahun-pelajaran-2020-2021-jawa-tengah.html