Senin, 22 Juni 2020

SERBA TIGA


Malam ini grup menulis yang kuikuti memberi tugas menulis di blog sebanyak 150 – 300 karakter. Ada tujuh pilihan judul. Uniknya semua judul menggunakan angka tiga. Makanya kuberi judul serba tiga. Tiga memang angka yang baik. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.
            Kupilihlah satu di antara tujuh judul itu. Kupilih tiga manfaat dari kegiatan di grup Belajar Menulis. Sebenarnya ada banyak manfaat dari grup Belajar Menulis. Namun, karena yang diminta tiga, ya kutulis tiga saja. Sebagaimana anjuran di rumah saja semasa covid, diriku juga di rumah saja kecuali terpaksa. Hahaha.
Manfaat pertama adalah terjalinnya silaturahmi. Ini manfaat yang paling utama. Sebab silaturahmi itu dapat memperpanjang umur dan memperbanyak rejeki. Apakah mau bukti? Bukti utama hal itu berdasarkan sabda Nabi. Bukti kedua jika kita banyak bersilaturahmi hati menjadi happy. Happy inilah yang menjauhkan kita dari penyakit dan semoga berdampak pada panjangnya usia kita. Memperbanyak rejeki? Oh ya. Jangan ditafsirkan bahwa rejeki harus berupa materi. Akan tetapi, sahabat baik yang saling menyemangati adalah rejeki yang tak ternilai harganya. Dan di grup Belajar Menulis ini kutemukan sahabat berhati mulia yang senantiasa menumbuhkan semangat.
Manfaat kedua di grup Belajar Menulis adalah menambah percaya diri. Terutama percaya diri dalam menulis. Apalagi, di grup ini diwajibkan menulis di blog. Setelah tulisan diunggah di blog bisa saling mengunjungi. Duh, rasanya senang bisa saling mengunjungi.
Adakah manfaat berikutnya? Masih ada. Misalnya? Dengan bergabung di grup Belajar Menulis ini menjadi lebih termotivasi untuk menulis. Semangat yang dikobarkan oleh Omjay untuk menulis setiap hari dan buktian apa yang terjadi bisa menjadi motivasi tersendiri. Yuk, menulis setiap hari untuk kemudian bisa membuktikan apa yang terjadi.
Di akhir tulisan ini terselip doa semoga Om Jay segera sembuh. Sungguh, beliau guru motivasi menulis di grup ini. Kesembuhan, kehadiran, keceriaan beliau dinantikan banyak orang. Lekas sembuh Om Jay. Aamiin3.

Minggu, 21 Juni 2020

THE POWER OF HYPNOTIC COPYWRITING


Materi             : The Power of Hypnotic Copywriting
Waktu             : Kamis, 18 Juni 2020
Narasumber    : Kang Asep Herna

Hari ini adalah sesi pertama materinya Kang Asep. judulnya Hypno writing 1. Materi ini membutuhkan kehadiran temen2 real time. Jadi mohon kehadirannya. Di sesi ini akan ada latihannya jadi timeline tidak akan saya tutup. Tapi semuanya gak boleh posting kecuali diminta oleh Kang Asep.
Ok, kita panggil segera ke atas genteng eh panggung. Kang Aseeeeeeep..... 👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam teman-teman Grup Pelatihan The Writers. Alhamdulillah, malam ini, adalah sesi pertama saya untuk sharing sama teman-teman tentang "The Power of Hypnotic Copywriting".
Saya mengucapkan terima kasih sebelumnya pada Om Budiman Hakim, Kak Devina juga teman-teman semua. Dan mohon dipahami terlebih dulu bahwa momen di sesi ini saya bukan mengajari teman-teman, tapi sekali lagi, formatnya adalah sharing tentang apa yang selama ini saya tekuni dan kembangkan.
Sebelumnya, singkat, saya perkenalkan background saya dulu ya. Saya adalah Founder MindStream Institute (lembaga yang bergerak di bidang pelatihan kreatif). Saya juga Creative Director di MACS909 Advertising, sebuah biro iklan lokal di Indonesia yang salah satu pendirinya adalah Om Budiman Hakim.
Saat ini masih aktif sebagai Profesional Member di The Indonesia Board of Hypnotherapy (IBH), Authorized Instructor Prana Shakti International Brotherhood (PSIB), dan Peminat Linguistik yang sempat nyantri di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Di sini ada sahabat saya dari FIB, Anwari, juga ade saya, Kifti.
Teman-teman. Hypnotic Copywriting ini adalah salah satu alat dari Subconscious Communications Tools yang saya dalami, di samping alat-alat lain seperti Subliminal Message, Automatic Writing, Memahami Feedback lewat Micro Expression dan Eye Acessing Cues, serta Hypnotic Brainstorming yang saya kembangkan.
Beberapa materi di atas, nanti saya share di Digital Creative Communications yang akan datang. (Saya rasa temen-temen juga penting menguasai ini, karena manfaatnya besar sekali. Bukan cuma buat proses kreatif menulis, tapi juga buat bisnis, dll. termasuk  membantu diri untuk tetap ada di state of mind positif). Semua perangkat ini saya eskplor dari disiplin hipnosisme, neuro linguistic programming (NLP), psikolinguistik, neuro semantic, dan pemahaman semiotic.
Jadi saya berterima kasih sekali untuk para penemu disiplin di atas. Ini saya gabungkan dengan pengalaman saya selama 20 tahun lebih memegang campaign-campaign seperti Nestle Group (KitKat, FOX’S, Polo), Djarum Black, Indosat, Danamon, BTN, Sutra dan Fiesta Sutra, McDonald’s, Daihatsu, Toyota, Mercedes-Benz dan ratusan brand lainnya, termasuk saya terlibat di kontestasi pilpres dan pileg kemarin.
Di pileg kemarin, saya dan team berhasil menaikkan sekitar 20 persen suara milenial dan perempuan, untuk salah satu partai yang tak perlu saya sebutkan namanya. Selain untuk menulis promo, dasar filosofi teknik Hypnotic Copywriting ini juga bisa kita gunakan untuk edukasi, parenting, teaching, empowering, termasuk creative writing dll., karena strukturnya sangat multi-applicable (bisa dugunakan untuk apa saja).
Sebagai orang iklan, saat memulai sebuah project, saya membiasakan diri menentukan objective alias target. Di sesi Hypnotic Copywriting ini, saya punya objective, target atau GOAL, yang saya harap ini jadi GOAL teman-teman juga, bahwa begitu selesai mengikuti 4 sesi saya ini, teman-teman:
1.     Paham dan makin paham mekanisme mental/ pikiran manusia pada umumnya, dan target audience kita, khususnya
2.     Teman-teman memahami pola bahasa hipnotik dan mampu mengaplikasikannya di dalam proses copywriting/ penulisan naskah iklan
Baik teman-teman. Saya kerap menyebut Hypnotic Copywriting ini dengan Hypnotic Writing. Tapi di momen kali ini, saya sebut dulu Hypnotic Copywriting ya, untuk tidak rancu dengan jenis Hypnotic Writing yang lain, yaitu Automatic Writing.
Dua-duanya ini barang aneh dan nyeleneh, temen-temen, dan insya Allah nanti jadi bagian dari skill temen-temen juga. Hypnotic Copywriting terdiri dari dua kata. “Hypnotic” dan “copywriting”.
Hypnotic adalah state kesadaran di mana manusia sedang berada dalam wilayah sugestif, wilayah subconscious (bawah sadar); sementara “copywriting” adalah teknik penulisan naskah dengan gaya persuasif (membujuk audience) untuk melakukan tindakan sesuai pesan yang diinginkan.
Dengan demikian, Hypnotic Copywriting adalah proses penulisan yang bertujuan memengaruhi Subconscious (pikiran bawah sadar) Audience, untuk melakukan tindakan sesuai pesan yang disampaikan. Jadi, bedanya dengan copywriting biasa, bila copywriting biasa berusaha memengaruhi PIKIRAN SADAR manusia untuk bertindak (Persuasif); maka Hypnotic Copywriting berusaha "memprogram" PIKIRAN BAWAH SADAR manusia untuk bertindak (Sugestif).
Terus, apa untungnya dengan kita menulis untuk Subconscious Mind target audience kita? Teman-teman, kesadaran manusia terbagi ke dalam 2 level. Kemungkinan temen-temen udah paham soal ini, tapi gak apa-apa saya bahas ya, biar pemahamannya lebih sistematik.
1. Conscious Mind (Pikiran Sadar), yaitu kondisi ketika rasionalitas manusia sedang bekerja. Di sini areanya logika, pertimbangan-pertimbangan kritis, perhitungan-perhitungan, hal-hal eksak, angka-angka, perbandingan-perbandingan antar satu pengalaman dan pengalaman lainnya. Ciri khas dari Conscious Mind adalah kritis, sehingga, sifatnya defensive dan cenderung mempertanyakan data yang masuk, bahkan me-reject-nya. Conscious Mind ini, daya pengaruhnya pada tindakan manusia hanya sekitar 12% saja.
2. Subconscious Mind (Pikiran Bawah Sadar), yaitu kesadaran manusia yang sangat reseptif terhadap SARAN. Hal-hal yang ada di wilayah subconscious adalah emosi, perasaan, spiritualitas, religjiusitas, cinta kasih, imajinasi, kreativitas, seni, dan sejenisnya. Ciri Subcosncious Mind ini sangat menerima data apapun yang masuk ke dalamnya. Lugu. Ia tidak mengenal perinsip benar dan salah. Semua data yang masuk dianggap sebagai kebenaran mutlak. Data baik, data buruk, data positif, data negatif, dianggap sebagai sebuah realitas yang harus diwujudkan dalam tindakan. Saya, juga para ahli hipnoterapi dan NLP, melakukan program therapeutic di wilayah kesadaran ini. Itu sebabnya efeknya sangat cepat, bahkan instan! Daya pengaruh Subconscious Mind terhadap tindakan manusia sekitar 88%.
Kami sendiri, orang-orang iklan, walaupun mungkin sambil nggak memahami mekanisme mental manusia tersebut, seperti sepakat memercayai bahwa: Tak heran, kalo Emanuel James Rohn, salah satu gurunya Antony Robbins, pernah bilang bahwa: “Evektivitas komunikasi itu berangkat dari 20% apa yang Anda tahu (maksudnya rasionalitas); dan 80% apa yang Anda rasa (maksudnya emosionalitas/subconscious).”
 “Pendekatan Iklan Paling Efektif adalah Menghadirkan EMOTIONAL BENEFIT. Bukan RATIONAL BENEFIT.” Menghadirkan manfaat produk, bukan fitur produk. Nah, bila saat ini teman-teman sudah memahami karakter Subconscious Mind Manusia ini, bayangkan, bagaimana Powerful-nya Hypnotic Copywriting, karena pesan yang disampaikan memang ditujukan untuk Subconscious Mind, yang notabene ini bagian yang mampu 85% menggerakkan manusia tadi.
Jadi, untuk sementara, kesimpulan sekaligus saran dari saya, SAAT KITA MAU MENYAMPAIKAN PESAN, SAMPAIKAN PESAN YANG MENYENTUH SUBCONSCIOUSNYA. Berikan manfaat emotional (kepuasan batin); bukan sekadar manfaat rasional (kepuasan fisik). Kepuasan fisik, jadikan hanya sekadar penyokong (reason why) dari kepuasan batin yang kita tawarkan. Sehingga, dengan sinergi seperti ini, daya bujuk kita 12% + 88% = 100%.
Teman-teman, menurut Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSC), tingkat kemampuan manusia MENERIMA SARAN terbagi ke dalam 3 kelompok.
1.     Kelompok Pertama, orang yang MUDAH disugesti. Populasinya 10%.
2.     Kelompok kedua, orang MODERAT, tidak sulit tidak mudah, populasinya 85% (paling banyak).
3.     Kelompok ketiga, tipe yang SULIT disugesti, populasinya 5% saja (paling dikit).
Identifikasi ini juga bisa dijadikan identifikasi Target Market kita; atau Target Audience kita, bahwa:
1.       10% kemungkinan target audience kita, bisa LANGSUNG ACTION, melakukan pembelian (sugestif)
2.       85% kemungkinan target audience kita, berpikir-pikir dulu, MENIMBANG-NIMBANG dan mengendapkan, lalu action membeli.
3.       5% kemungkinan target audience kita melakukan REJECTION (menolak membeli). Fyi, ini tidak ada dalam teori marketing mana pun yan teman-teman, tapi ini saya jamin validitasnya. Ini saya identifikasi dan adopsi dari Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSS) tadi.
Nah teman-teman, saya yakin, di 160 lebih teman-teman yang ada di grup ini, mewakili gambaran statistik Target Market/ Target Audience kita di atas. Saya akan mengajak teman-teman melakukan permainan, untuk mengidentifikasi diri teman-teman. Apakah teman-teman masuk ke dalam 10% yang SUGESTIF; 85% yang MODERAT; atau 5% yang sulit menerima sugesti?
Untuk teman-teman yang saat ini tidak hadir, bila mau coba baca setelah sesi ini ditutup, harap baca teks saya sesuai urutan. Ini wajib ya, karena teman-teman berarti tidak dalam supervisi langsung saya. Oke kita mulai ya. Harap teman-teman off chat dulu. Hanya menulis ketika saya minta. Agar pesannya tida krodit.
Teman-teman pastikan saat ini sedang berada di RUANG YANG AMAN dan NYAMAN ya. Bukan sedang berada di luar dan di tempat publik. Harap temen-teman yang sedang berkendara atau di tempat umum, tidak mengikuti permainan ini. Syarat dari test ini, karena kita tidak berada dalam satu ruang, teman-teman harus FOKUS MENGIKUTI INSTRUKSI saya. Test ini saya kemas khusus untuk Live di Whatsapp, artinya, saya DAMPINGI saat ini.
Tolong harap off dulu, tidak menulis apapun di sini ya. Saya ulang. Syarat dari test ini, karena kita tidak berada dalam satu ruang, teman-teman harus FOKUS MENGIKUTI INSTRUKSI saya. Test ini saya kemas khusus untuk Live di Whatsapp, artinya, saya DAMPINGI saat ini. Selebihnya, test ini SANGAT AMAN dan ASIK, karena saya kemas dalam permainan. Saya biasa melakukannya offline (secara tatap muka), di momen empowerment massal, atau di ruang terapi personal.
Baik. Saya punya 2 permainan. Permainan pertama: Sekali lagi, syarat biar test ini lancar, teman-teman HARUS MENGIKUTI INSTRUKSI saya dengan seksama dan fokus ya. Dan pastikan ini AMAN. Oke. Saya minta temen-temen mengepalkan tangan temen-teman dengan KERAS. Lalu acungkan jari telunjuk teman-teman. Kira-kira posisinya seperti ini ya:
Baik, sementara MATA teman-teman FOKUS pada huruf-huruf di layar monitor, PIKIRAN teman-teman FOKUS pada jari tangan teman-teman. Siapppp yaaaa? (Jawab dalam hati aja).
Saya mulai... Baca dan hayati dengan pelan. Tuhan menganugerahi kekuatan yang luar biasa atas diri kita. Kekuatan untuk mengendalikan apapun. Kekuatan untuk mengendalikan sekitar. Kekuatan untuk mengendalikan diri kita sendiri, termasuk kekuatan untuk mengendalikan jari tangan kita.
SEKARANG, niatkan dalam hati. Ijinkan jari… minta jari… untuk MENGERAS seperti BESI. Untuk KAKU seperti BAJA. Keras SEKERAS-KERASnya, kaku SEKAKU-KAKUnya. Sehingga sedemikian KERAS dan KAKUnya, jari menjadi sulit sekali untuk dibengkokkan.
Rasakan, bayangkan dan imajinasikan jari Anda semakin KERAS seperti BESI, semakin KAKU seperti BAJA. Jauh lebih KERAS lagi. Jauh lebih KAKU lagi. Sehingga sedemikian KERAS dan KAKUnya sekarang jari Anda menjadi sulit untuk dibengkokkan. Saya akan memperkuat keKAKUAN jari Anda dengan menghitung dari 1 hingga 3. Setiap hitungan membuat jari Anda semakin KERAS seperti BESI, semakin KAKU seperti BAJA.
SATU, keras seKERAS-KERASnya. DUA, 100 kali lipat lebih KAKU dan KERAS.  TIGA… sempurna KERAS dan KAKUnya, sehingga sedemikian KERAS dan KAKUnya, jari Anda semakin SULIT untuk dibengkokkan.
Semakin Anda berupaya membengkokkan, semakin KAKU jari Anda seperti BESI dan BAJA. Semakin berupaya lagi lebih kuat Anda membengkokkannya, semakin jauh lebih KAKU dan lebih KERAS jari Anda seperti BESI dan BAJA. Coba bengkokkan kalo bisa… SULIT, kan? Coba bengkokkan lagi lebih kuat… makin SULIT kan?
Nah… Saya minta untuk teman-teman yang jarinya KAKU, silakan FOTO tangan dan jari Anda dan posting di grup ini. Saya tunggu 30 DETIK ya, sebelum nanti saya ajarkan untuk menormalkannya lagi. Silakan ya.
Sudah? aku gak berlaku, kang.... Ayo yang jarinya kaku silakan posting fotonya. Saya ingin tahu jumlahnya apakah sesuai statistik atau tidak.
Ada yang kaku, ada yang tak bisa kaku. Ada yang kaku kemudian sulit dinormalkan.
SEBENTAR DULU YA, saya NORMALKAN DULU.
SEKARANG, saya akan MENGAJARKAN teman-teman untuk menormalkannya. INGAT ini ya. “Silakan hitung dari 1 sampai 3, dan pada HITUNGAN 3 katakan dalam hati: NORMAL. Silakan mulai sekarang.”
Jawaban peserta ada yang sakit, ada yang jawab sudah normal, ada yang gak bisa kaku, ada yang masih kaku, ada yang pegel, ada yang capek. Reaksi peserta memang bermacam-macam.
Untuk Mas CAHYO, silakah ulang hitung dari 1 sampai 3, dan niatkan di hitungan ke-3 rileks dan NORMAL. Mas @Cahyo Ken kasih tahu saya kalo udah normal. Sekarang sudah normal? Sudah aman kang. Yang merasa pegal, coba tarik nafas lewat hidung yang pelang, saat mengembuskan nafas, kibaskan jari-jari tangan dan bilang SEGAR, NORMAL. Lakukan 3 kali. Semua kembali NORMAL.
Jadi kedok kejahatan hipnotis itu sebenarnya menggunakan sugesti? Penasaran saya
Maaf kl salah. Maaf kang, aku bener atau nggak ya, sebelum kang asep nyuruh tarik nafas, aku udah menjatuhkan tanganku seperti biasa, atau yang benar itu, kita harus tetap stay di posisi atau gmn, kang?
Wah, itu panjang dibahasnya. Ngabisin waktu. Kedok kejahatan hipnostis itu rata-rata nggak ada, itu biasanya hanya alasan korban yang terkena tipu, karena tahu dari mana itu hipnosis. Apakah dia pernah belajar hipnosis sehingga ia tahu itu hipnosis? Sementara kejadian di TV itu drama semua. Tidak seperti itu.
Oke, kita lanjut permainan yang KEDUA. Saat berhasil, teman-teman boleh juga mem-foto-nya ya untuk kenang-kenangan, hahaha.  Boleh juga minta teman untuk memfotonya. Atau yang pake laptop, silakan aktifkan kamera videonya untuk merekam ya. Untuk test ini, saya akan terlebih dulu mengajarkan teman-teman buat menormalkannya. SEKALI LAGI, saya akan mengajarkan terlebih dulu untuk MENORMALKANNYA.
Seperti tadi, UNTUK MENORMALKANNYA, Anda cukup menghitung dari 1 sampai 3, dan pada hitungan ke-3, katakan NORMAL. Dan semua kembali NORMAL.
Sekali lagi aturannya, saat saya menulis (typing), harap tidak ada yang menulis, karena text sugesti saya harus utuh demi kemnyamanan teman-teman. Tadi saya sudah ngasih tahu cara MENORMALKANNYA terlebih dulu. Nanti saya tidak akan menginstruksikan untuk menormalkannya. Silakan teman-teman menormalkannya sendiri, SETELAH 10 DETIK TEST KE-2 INI TERUJI. Sekali lagi, SETELAH 10 DETIK TEST KE-2 INI TERUJI.
Oke. Sekarang kita mulai test-nya. Sekarang, Anda cukup MENGIKUTI, membaca sambil menghayati huruf demi huruf INSTRUKSI SAYA. Pastikan pikiran bawah sadar Anda MEMAHAMInya, dan MENGINGATnya. Baik… Kita mulai test-nya ya.
SAAT sebentar lagi saya minta Anda MEMEJAMKAN MATA Anda, maka BAYANGKAN, ada lem yang SANGAT KUAT mengalir di kedua kelopak mata Anda. Saat Mata Anda sebentar lagi TERPEJAM, bayangkan, rasakan dan imajinasikan… LEM semakin KERING, sehingga membuat kedua kelopak mata Anda RAPAT seRAPAT-RAPATNYA, REKAT seREKAT-REKATNYA. LEKAT seLEKAT-LEKATnya. Jauh lebih RAPAT lagi, jauh lebih REKAT lagi, jauh lebih LEKAT lagi, sehingga sedemikian REKAT dan RAPAT, maka saat mata Anda terpejam, mata Anda TERKUNCI BEGITU KUAT. Semakin KUAT. Jauh lebih KUAT lagi.
Sekarang. Saya minta, saat Anda MEMEJAMKAN MATA, Anda menghitung dari 1 hingga 10, dan setiap hitungan, membuat mata Anda semakin terkunci seRAPAT-RAPATnya. SemakinRAPAT dan KUAT. Saking RAPAT dan KUATnya, Anda begitu sulit untu membukanya.
Semakin Anda berupaya membukanya, semakin TERKUNCI RAPAT maat Anada begitu KUAT.
Baik. Silakan SEKARANG PEJAMKAN mata Anda, mulai MENGHITUNG dari 1 hinga 10. Dan setiap hitungan, mata Anda semakin RAPAT dan TERKUNCI SEMAKIN KUAT! Tuup mata dan mulai menghitung SEKARANG.
Oke teman-teman, siapa yang tadi berhasil terkunci matanya? Silakan report ya... Ada yang berahasil dan ada yang tidak. Ada yang melaporkan pernah tes seperti ini. Ada yan merasa gampang sekali terhipnotis. Ada yang mudah terpejam kuat tapi ketika coba buka mata masih mudah dibuka.

Itu bagus lho, artinya bisa memanfaatkannya untuk memprogram diri. Untuk empowering diri.
Saya gak bisa karena kepikir sebentar laga wktnya suami ngajak siap-siap bocan. Kalo dia lihat mataku kayak dilem sedang HP di tangan nyala apa ga aneh.
Oke baikkkkk, kita bahas ya. Saya lihat tadi ada yang bilang, seperti @NancyZenith DragonDraven dan @Angie Clareta tidak bisa melakukan kedua permainan tadi. Sama sekali tidak ada efeknya. Itu artinya, kalo Nancy dan Angie baca penjelasan sebelumnya, Nancy dan Angie masuk ked dalam statistik yang 5% di dunia. Sebagai orang yang sulit sugestif.
Kemudian saya lihat yang report malah banyak yang berhasil, seperi @Cahyo Ken , @Tobing💯, @Citra Asaku, @Fitri The Writers dll., berhasil tersugesti di kedua permainan tadi, berarti masuk ke kategori SUGESTIVITAS TINGGI, 10% di dunia.
Sementara kasus seperti @erlik, yang di permainan pertama bisa sementara permainan kedua tidak bisa, kemungkinan Erlik masuk ke kelompok MODERAT, yang 85%. Tapi, kalo lihat alasannya karena takut kepergok suami, itu mungkin lain soal ya. Bisa jadi Erlik masuk kelompok yang 10% sebenarnya.
Nah, kalo ada teman-teman yang merasakan sensasi kaku di jari, juga seperti rapat di mata, tapi dengan mudah bisa menekuk jari atau membuka mata sebelum instruksi ditekuk dan dibuka, maka kemungkinan teman masuk ke dalam kelompok MODERAT, 85%.
Ketiga kelompok di atas, yang harus dicamkan, TIDAK MENUNJUKKAN bahwa yang satu lebih lemah dari yang lainnya; atau yang satu lebih kuat dari yang lainnya. Ini adalah anugerah dari Tuhan sama kita, sebagai klu, sehingga saat kita tahu karakter kita, kita bisa memperlakukan diri kitasesuai dengan kelompok tipe masing-masing.
Begitu juga, saat kita tahu anak kita, suami kita, istri kita, masuk ke dalam kelompok tertentu, maka kita tahu cara memperlakukannya seperti apa. Orang-orang bertipe 5% biasanya adalah orang-orang kritis, rasional, berpikir empiris, segala sesuatu harus adala alasannya. Biasanya juga ini adalah kelompok yang disiplin ilmunya eksak. Tapi tidak mutlak ya.
Tipe kelompok ini, daya rejection terhadap sesuatu (ide atau data atau saran dari luar) sangat tinggi. Bagusnya, kelompok ini tidak mudah dipengaruhi hal buruk, termasuk misal efek negatif socmed, dll. Ruginya adalah, ketika ada psikosomatik (problem yang berakar mental), sulit di-recovery (perlu waktu), karena itu, tipe daya rejectionnya yang tinggi itu.
Sementara kelompok 10%, adalah kelompok yang memiliki keselarasan dalam mensinergikan antara ide dan fisiknya. Di bahasa mind technology ini disebut tipe physical suggestibility. Bicara ke orang seperti ini (kalo anak, pasangan, atau target audience kita tipe seperti ini), mesti to the point, direct, gak perlu muter-muter cari alasan ke mana-mana.
Kelompok ini biasanya jiwa seninya kuat, spiritualitas dan semua yang terkait dengan properti emosionalitasnya, tinggi. Yang harus diwaspadai adalah, kelompok ini mudah menerima data apapun, termasuk data buruk. Misal, saat diri bilah, "Ah, gua gak bisa melakukan ini!" Maka, ketidakbisaan itu menjadi nyata.
Jadi, kelompok ini harus hati-hati menjaga diri dari hal yang sifatnya negatif. Berita baiknya, kelompok ini adalah kelompok yang paling mudah merecovery diri juga, bila memiliki problem mental atau psikosomatik (penyakit yang akarnya pikiran). Termasuk, saat ingin melakukan goal setting, menargetkan/ mencita-citakan sesuatu, maka ia dengan mudah menjangkaunya, bila tahu tekniknya. Mereka adalah orang-orang yang mudah memprogram diri untuk tujuan baik (termasuk meprogram diri dengan aspek negatif ya, jadi harus hati-hati.
Kelompok yang 85% saya masukkan karakternya ke kelompok yang 5% saja, namun dalam kadar yang lebih ringan. Nah, teman-teman, dari permainan yang tadi kita lakukan, ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pelajaran, terkait dengan metode hypnowriting ini:
1.     Pola kalimat yang saya gunakan, bahkan ketika hanya sekadar texting, bisa memengaruhi subconscious teman-teman. Pola kalimat ini, nanti akan kita bongkar di sesi-sesi berikutnya.
2.     Sebagian dari teman-teman yang merespons secara ekstrem teks tadi, atau sugesti tadi, mewakili gambaran dari seluruh target audience kita. 10% sangat sugestif; 85% ada di tengah-tengah; dan 5% sulit dipengaruhi.
3.     Subconscious Mind, ketika berhasil ditembus dan menerima sebuah data, akan menjadikan data itu REALITAS yang kemudian direspons menjadi sebuah tindakan. Walaupun data itu terasa irasional. Kita sudah membuktikannya sebagian terjadi pada teman-teman. Meski teman-teman tahu jarinya terdiri dari susunan tulang, tapi subconsciousnya memercayai bahwa jarinya BESI dan BAJA. Begitu juga dengan mata.
Demikian teman-teman, sesi kita malam ini. Saya kembalikan ke moderator, untuk kita masuk ke sesi tanya jawab ya.

TANYA JAWAB
Apakah ada semacam pola tertentu untuk menulis hypno copywriting, supaya lebih powerfull?
Ada. Saya sudah mengumpulkannya dan di sesi berikutnya kita bahas. Kalo Mas @fadiel bisa menangkap tadi, ada beberapa pola yang terasa. Saya yakin Mas Fadiel dan beberapa teman juga melihatnya, karena sangat saya tekankan. Tadi adalah gambaran ekstrem, betapa struktur kalimat, kata, bahkan bunyi tertentu, bisa menghadirkan efek ekstrem. Tadi kontennya permainan. Bayangkan kalo isinya adalah jualan.

Bagaimana caranya memasuki subconscious mind pada orang lain. Kan gak bisa tiba2 mereka disuruh tutup mata atau mengkakukan jarinya?
Yang paling utama sebenarnya bukan tutp mata atau jari menekuknya. Tapi pola kalimatnya. Hal paling simpel bisa dipahami, kenapa teman-teman mau nutup mata atau mengangkat jarinya? Ya karena kan Kang Asep suruh. Lha, kenapa mau disuruh? Pasti ada sesuatu yang menyebabkan teman-teman mau mengikuti instruksi saya, sehingga efek psikologis itu terjadi.
Hal paling simpel adalah: 1. Ciptakan trust. 2. Gunakan pola bahasa hipnotik tertentu. 3. Kenali audience, dan berlakulah seperti cara audience berlaku, cara audience bicara, cara audience berpikir, dll. Tapi ini di sesi berikutnya saya akan bahas. Terutama di sesi Hypnotic Language Pattern, mungkin sesi 3-4.

Malam Mas Asep, saya masih penasaran dengan permainan tadi,  apakah ada hubungannya dengan kemampuan saya untuk konsentrasi? Terima kasih.
KYup betul. Konsentrasi atau fokus adalah salah satunya. Salah satunya ya, bukan satu-satunya. Ada faktor lainnya lagi. Seperti referensi/pengalaman diri, kepercayaan, dll.

Assalamualaikum, saya Larasati, ingin bertanya Pak Asep. Bagaimana dengan metode hipnowriting kita dapat menghipnotis pembaca dengan tulisan kita. Semisal, pembaca dapat merasakan kesedihan, bahagia, dan sebagainya yg ingin kita sampaikan.
Ini seperti jawaban saya untuk Fadiel ya. Ada banyak metode untuk membuat audience hanyut dalam pesan yang kita benamkan, termasuk dalam emosinya. Saya kasih bocoran dari permainan kita tadi. Permainan bunyi, repetisi dan metafora adalah core dari strategi utama script saya tadi. Bagaimana saya menyatukan jari teman-teman dengan sifat besi dan baja lewat repetisi dan bunyi. Itu adalah 3 kekuatan yang jadi nyata.

Saya Erlik, Bagaimana kita bisa menghilangkan pikiran-pikiran yang mengganggu seperti saya tadi. Sehingga tidak bisa dihypno. Trimksh.
Sesederhana fokus saja, dan melakukan self talk: "Niat saya fokus dan abai dari gangguan apapun." Itu sudah jadi merupakan kontra diri. Kontrak/DEAL itu penting, baik dengan orang lain maupun diri sendiri. Mau tahu contohnya? Sebelum saya melakukan permainan tadi, saya bertanya pada teman-teman: "Bersediakah?" Dan teman-teman menjawab bersedia. Teman-teman tidak menyadari, bahwa saya sedang melakukan kontrak dengan subconscious teman-teman. Kira-kira begitu.

Kang dari pengamatan kang asep di dunia iklan apakah perbedaan gender bs menjadi faktor penyumbang misalnya kaum wanita lebih bisa disugesti daripada kaum pria?
Samasekali TIDAK. Mitos kalo ada yang bilang perempuan lebih emosional dan laki-laki lebih rasional. Itu, kalo istilah feminisme, adalah proses stigma. Jadi yang menentukan adalah aspek pola asuh di rumah dan pola didik di sekolah.

Bagaimana untuk melatih fokus kang, karena sering ter distract juga, sampai lupa sama goal yang sudah di setting, akhirnya target meleset terus.
Fokus itu bukan keadaan fisik, tapi psikis. Bukan bagaimana tubuh kita memaksa pikiran kita untuk khidmat dengan melakukan sidakep, khusyu dll. Fokus itu sesederhan diri kita meniatkan diri dan menyusun mindset untuk mengijinkan tubuh dan pikiran bergerak ke arah yang kita targetkan. Kalo ini dilakukan di saat yang tepat, maka disadari atau tidak, tubuh dan pikiran kita bergerak ke arah target itu. Dengan misal tiba-tiba menjadi jauh lebih bersemangat, jauh lebih rajin, jauh lebih terang, dll. Saya punya metode untuk menset fokus dalam mengejar target. Namanya Success Goal Setting. Isinya adalah sekumpulan Self Talk (kontrak Diri) untuk bergerak ke arah target itu.

            Begitulah kuliah bersama Kang Asep malam itu. Tapi hati-hai lho yaaa. Ntar terhipnois oleh Kag Asep. Hahaha.


Kamis, 18 Juni 2020

TIPS MENULIS RESUME ALA CIKGU TERE


Materi             : Tips Membuat Resume
Waktu             : Rabu, 17 Juni 2020
Narasumber    : Teresia Sri Rahayu, S.Pd.SD

            Bu Tere mengawali kuliah dengan salam dan terima kasih teah diberi kesempatan untuk sharing pengalaman dalam membuat resume. Beliau mengawali kisah dari pengalamannya  dalam membuat resume. Sekitar bulan Februari, beliau melihat salah satu postingan teman di FB tentang resume dari kegiatan belajar menulis bersama Om Jay. Saat itu beliau belum kenal dengan Om Jay dan juga kegiatan belajar menulis atau yang sering kita sebut kuliah online WAG ini.
Beliau pun memberanikan diri untuk bertanya pada Om Jay tentang cara untuk bisa ikut kegiatan belajar menulis, lalu akhirnya beliau pun digabungkan dalam grup Belajar Menulis Gelombang 4. Tidak lama seteleh bergabung dalam grup, ada info bahwa malamnya akan ada materi pertama tentang personal branding. Lalu Om Jay mendata semua peserta grup Belajar Menulis Gelombang 4 yang sudah memiliki blog. Tujuannya adalah agar setelah menerima materi dari narasumber, peserta membuat resume lalu dikirimkan ke email Om Jay dan diposting di blog masing - masing. Om Jay mengatakan bahwa dengan cara ini, kita bisa menebar banyak kebaikan melalui tulisan yang kita bagikan tersebut.
Terus terang, beliau baru mengikuti model pelatihan melalui WAG dan merasa bingung ketika harus membuat resume, adapun saat itu beliau sendiri sudah memiliki blog. Saat itu alamatnya masih https://cikgutere.blogspot.com. Blog ini sudah lama dibuat, beliau sendiri lupa persisnya, namun baru diisi sekitar bulan Oktober setelah termotivasi oleh seorang teman yang juga merupakan seorang blogger.
Lalu beiau mencoba mencari informasi tentang resume. Cara membuatnya serta tips dan trik mudah membuat resume. Bahkan Om Jay sempat memberikan referensi cara membuat resume dari salah satu peserta pelatihan menulis gelombang sebelumnya.
Ketika awal menulis resume, beliau coba mengimitasi gaya menulis resume dari beberapa orang, namun merasa kaku dan ide - ide tidak bisa mengalir dgn lancar. Setelah materi berjalan beberapa kali, dan sesuai anjuran Om Jay untuk melakukan blog walking, beliau pun mulai menemukan style sendiri dalam menulis resume. Dari situlah akhirnya beliau merasa lebih percaya diri saat menulis resume.
Hal yang menjadi kebanggaan baginya sebagai blogger pemula adalah ketika resume yang dibuat lalu kita posting di blog, dibaca oleh orang lain bahkan diberikan komentar. Saat itu, beliau pun tertarik untuk memasang gadget statistik di laman blognya, sehingga bisa terus memantau trafik pengunjung blognya, bahkan melihat banyaknya viewer yang membaca tulisannya. Ini adalah contoh artikel yang dibuat dan dilihat oleh ribuan pembaca
Sedangkan untuk resume hasil belajar menulis, jumlah viewernya bervariasi sekitar ratusan pembaca. Ini resume yang paling banyak viewernya yaitu 720 orang https://www.cikgutere.com/2020/04/semua-guru-bisa-jadi-gupres-ini-caranya.html?m=1
Sepanjang mengikuti kegiatan belajar menulis bersama Om Jay, beliau punya pengalaman yang unik dan menarik. Ini salah satunya: Suatu saat, salah satu narasumber saat itu, Ibu Lilis Sutikno, beliau adalah guru PPKn di salah satu SMA di Kab. Kupang NTT, memberikan tantangan kepada peserta untuk lomba menulis resume dengan cepat. Bagi yang tercepat akan mendpatkan hadiah dara beliau. Saat itu kondisi di daerah Bu Tere sedang mati lampu. Beliau harus berjuang untuk bisa terus menulis resume sampai selesai. Dan akhirnya resume selesai Pkl 01.00 Wita. Beliau langsung membagikannya di laman FB Ibu Lilis. Esoknya, Bu Lilis mengontaknya dan menyatakan bahwa Bu Tere termasuk 10 besar resume tercepat dan akan mendapat hadiah buku dari Bu Lilis.
Setelah pengalaman itu, akhirnya motivasinya dalam menulis pun bertambah dengan motivasi untuk berprestasi. Memang banyak motivasi unutk menulis, tapi baginya, motivasi menulis ada 2 yaitu untuk berbagi / sharing dan untuk berprestasi.
Dari beberapa resume yang dibuat, ada yang mendapat hadiah atau penghargaan yaitu:
Dan terakhir, mendapat penghargaan sebagai blogger inspiratif dara Ikatan Guru TIK dan Penerbit Andi Yogyakarta.
Ternyata, benar yang dikatakan oleh Om Jay, "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Keajaibannya". Bu Tere adalah orang yang sudah merasakan manfaat menulis setiap hari, yaitu dengan menulis resume. Keajaiban itu datang ketika beliau dan peserta yang lain menyimak materi dari Prof. Richardus Eko Indrajit. Di tengah - tengah penyampaian materi, beliau menantang untuk menulis buku dalam waktu seminggu. Dan beliau termasuk satu dari sekitar 21 peserta yang menjawab tantangan itu. Dan akhirnya, setelah melewati proses bimbingan dari beliau juga penguatan dari Om Jay, buku karyanya yang berkolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit dengan judul "Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar". Dinyatakan diterima dan dierbitkan oleh Penerbit Andi Yogyakarta yang merupakan salah satu penerbit mayor.
Ini adalah pencapaian yang luar biasa baginya. Beliau merasa berat karena memikul tanggung jawab dan kepercayaan besar dengan pemberian penghargaan itu. Dan apa yang dikhawatirkan pun terjadi. Banyak guru - guru yang menghubunginya secara japri melalui WA dan messenger sekedar untuk meminta tips atau saran dalam menulis.
Beliau pun berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari bapak/ibu yang telah menghubunginya. Oleh karenanya, pada malam hari ini beliau ingin juga berbagi kepada Bpk/Ibu tentang tips menulis resume ala Cikgu Tere:
1.     Menulis resume sesegera mungkin, selagi topik itu hangat. Tujuannya agar tidak semakin banyak uraian yang terlewat.
2.     Menulis resume sesuai dengan gaya menulis kita sendiri. Just be your self.
3.     Tangkap point penting materi dari narasumber, modifikasi dengan kalimat sendiri (jangan asal copas materi dari chat)
4.     Gunakan pengantar yang menarik sebelum masuk di isi resume (biasanya saya menghubungkan dgn kehidupan saya, misalnya topik Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor, maka saya awali dengan pengantar bahwa sejak kecil suka membaca buku dan ada mimpi suatu saat bs menulis buku dan bukunya dipajang di rak buku sebuah toko buku besar"
5.     Gunakan heading dan sub heading agar resume terkesan lebih rapi tatanannya. Selain itu, penggunaan heading dan sub heading akan membantu pembaca memahami struktur tulisan.
6.     Tulislah resume dengan sepenuh hati. Bukan karena sekedar ingin mengerjakan tugas dari Om Jay. Ketika kita sudah menulis resume dengan sepenuh hati, maka pasti kita akan melakukan effort yang lebih dara orang lain / blogger yang lain.
- Menentukan judul resume yang wow. Baca artikel berikut: https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html?m=1
- Mencari referensi terkait topik
- Merancang "pasar" resume kita dan melakukan strategi promosi
- Merancang tampilan / visual resume dgn menambahkan gambar atau video di resume kita.
- Melakukan editing sederhana (PUEBI)

7.     Cari informasi terkait narasumber yang akan kita tulis materinya melalui resume. Semakin kita lengkap dlm memberikan gambaran narasumber, maka point kita akan menjadi lebih baik daripada peresume yang lain. Caranya : stalking akun medsos narasumber (FB, instagram, dll)
8.     Gunakan aplikasi atau alat - alat lain yang mendukung kita dalam menulis resume, misalnya jika ada narasumber yang memberikan materi melalui youtube, maka putar videonya di hp, sambil ketik resumenya. Atau jika ada narasumber yang menyampaikan materi melalui voice note, gunakan aplikasi voice to text untuk mengubahnya menjadi text.
9.     Lakukan blog walking untuk mencari informasi yang mungkin terlewat serta mencari inspirasi menulis.

Bpk/Ibu, demikianlah kiranya hal yang bisa Bu Tere bagikan dalam kesempatan malam hari itu.

TANYA JAWAB
Kenapa ibu sangat tertarik dengan belajar menulis?
Baik, terima kasih untuk pertanyaannya, saya sangat tertarik dengan belajar menulis karena sebenarnya saya menyadari bahwa passion saya adalah menjadi penulis. Bahkan sejak masih Kelas 3 SD, saya mulai suka menulis. Jadi saya ingin belajar menulis untuk lebih terampil dalam menulis.

Bagaimana memulai menulis agar bisa bermutu, bagaimana caranya agar tidak minder untuk memunculkan karya pribadi  (mungkin belum layak syarat tulisan), serta di mana bisa memulai menerbitkan karya dari lingkup terdekat?
Baik, Ibu Aning, salam kenal. Untuk menulis yang dikatakan bermutu, tentunya kita harus terus menulis, karena tulisan yang bermutu bukan produk sekali jadi. Ibaratnya butuh jam terbang juga. Dari pengalaman saya, untuk mengetahui tulisan itu bermutu atau tidak, saya coba kirim tulisan saya ke majalah atau blog komunitas seperti kompasiana atau gurusiana. Karena di sana ada penilaian terhadap tulisan kita. Kemudian agar tidak minder, kita harus kembali meluruskan niat kita untuk menulis yaitu untuk berbagi. Jika kita ikhlas berbagi, maka pelan - pelan perasaan minder akan hilang. Pertanyaan berikutnya tentang menerbitkan karya, bisa ibu mulai dari lingkup sekolah terlebih dahulu. Mungkin ada majalah dinding atau blog / website sekolah.

Perkenalkan saya Santi dari Jayapura. (1) Bagaimana strategi jitu yang ibu lakukan ketika ibu menerima tantangan menulis buku hanya dalam satu Minggu. Hebat, salut  sangat menginspirasi. (2) Bagaimana cara ibu memanaj waktu karena kegiatan kita kan banyak harus melakukan PJJ, harus lakukan tanggung jawab sebagai Ibu rumah tangga dan masih harus menulis lagi.
Baik, selamat malam, Ibu Santi. (1) Strategi saya: membuat jadwal dulu. Malam itu langsung saya kirim outline Bab 1 - 3 pada Prof. Eko sekaligus rancangan judulnya. Ternyata besoknya langsung ditagih Bab 1. Maka brdasarkan outline yang sudah dibuat, saya langsung menulis. Sambil menulis, sambil mencari referensi pendukung. Kebanyakan dari jurnal dan website online walaupun ada juga yang dari buku koleksi pribadi saya. Dalam perjalanannya kami mendapat tambahan waktu 1 minggu, namun dengan catatan jumlah halaman minimal 100 hlmn dan dibuat 5 bab dengan spasi 1. Sehingga kerja keras lagi.
2. Saya berpatokan pada jadwal, Bu. Sehingga tiap hari saya punya target. Memang kita sebagai guru plus ibu rumah tangga pasti banyak kesibukan, tapi biasanya saya komunikasi dengan keluarga bahwa saat ini sayae ada proyek sehingga start dari jam 10 pagi sampai sekitar jam 3 sore, saya akan menulis. (saya punya anak kecil umur 3 tahun) dan ini adalah waktu untuk menulis karena biasanya anak akan bermain dan tidur siang. Lanjut lagi pkl 07.00 - 12.00 malam. Anak biasanya noton TV dan sudah tidur.




SINOPSIS BUKU

   
BELAJAR SEMUDAH KLIK
Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar

  
Buku ini secara umum membahas mengenai trend baru dalam teknologi pendidikan yaitu
Ubiquitous Learning. Inovasi yang diusung dalam Ubiquitous Learning adalah belajar di mana
saja, kapan saja, dan bagaimana saja caranya, sehingga dikatakan “Belajar Semudah KLIK”. 

  
Di  tengah  situasi  pandemic  Covid  19  saat  ini,  pemerintah  pusat  melalui  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengambil kebijakan penting yang diatur dalam Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease (Covid 19). 

  
Dampak dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah tersebut, guru dan siswa menempuh sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara online, offline, dan metode penugasan terstruktur. Dengan hadirnya buku  ini, maka penulis bermaksud memberikan gambaran secara utuh mengenai penerapan Ubiquitous Learning di tengah situasi pandemic dalam rangka menunjang Pembelajaran Jarak Jauh. 

  
Pada Bab pertama, pembahasan terkait dengan Ubiquitous Learning, mulai dari pandangan bahwa  Ubiquitous  Learning  merupakan  sebuah  keniscayaan  dalam  sistem  pendidikan  di Indonesia, karakteristik Ubiquitous Learning, komponen – komponen pendukung untuk dapat membangun ekosistem Ubiquitous Learning, Platform pendukungnya, sampai pada tahap implementasi Ubiquitus Learning sendiri. Mengapa Ubiquitous Learning merupakan sebuah keniscayaan ? Hal ini bersumber dari data yang menunjukkan bahwa pada tahun 2020 ini, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 175,2 juta penduduk. Angka ini mengalami kenaikan setiap tahun, sehingga dengan adanya karakteristik U-Learning yang menuntut akses informasi sesegera mungkin, maka U-Learning sangat tepat jika diimplementasikan dalam pembelajaran. 

Bab kedua mengangkat pembahasan mengenai konsep merdeka belajar yang merupakan sebuah gagasan yang dicanangkan oleh Mendikbud, Nadiem Makariem melalui Pidato Beliau pada saat peringatan hari Guru, 25 November 2019 silam. Dalam situasi pembelajaran jarak jauh, dengan begitu banyak media pembelajaran yang ditawarkan, maka sebenarnya siswa sebagai pembelajar dan guru dapat mengakses pembelajaran melalui banyak media. Namun, dalam hal ini, pertama – tama, siswa harus menyadari dulu bahwa belajar merupakan sebuah kebutuhan. Peran guru memang tidak akan bisa tergantikan oleh teknologi karena walaupun pembelajaran disampaikan melalui Pembelajaran Online Jarak Jauh, guru tetap berperan dalam mendidik karakter siswa. Terlebih menyiapkan mereka sebagai generasi emas abad 21 yang perlu memiliki keterampilan abad 21, literasi, dan didukung dengan penguatan karakter. Hal ini juga tampak dalam ilustrasi cerita inspiratif yaitu Gerbong Kelas Istimewa bagi Totto Chan dan teman – temannya dalam Buku Novel berjudul, “Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela”.



Pada Bab ketiga, buku ini mengusung ide untuk menjadikan sekolah sebagai habitat belajar yang menghadirkan peran kepala sekolah sebagai pemimpin, serta pendidik sebagai motivator ideal. Bahkan lebih jauh, guru disadarkan kembali tentang cara mengajar yang dapat menarik minat siswa. Bagaimana guru hadir dalam lingkungan belajar virtual dengan sepenuh hati dan melibatkan  siswa  dalam  proses  belajar  yang  bermakna.  Bahkan  sejalan  dengan  teori scaffolding menurut Vygotsky, guru juga hendaknya memberikan sokongan kepada siswa untuk menghantar mereka agar menemui “Aha Momen”, yaitu Zone of Proximal Development (ZPD). Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah, menurut Mr. Gwo Dong Chen  dari  Nasional  Central  University  berdasarkan  hasil  penelitiannya  bahwa  untuk mendukung  keberhasilan  pembelajaran  dalam  Ubiquitous  Learning,  siswa  diberikan  alat berupa smartphone / tablet edukasi. 
   
Pada Bab keempat, buku ini merinci sumber – sumber belajar yang dapat digunakan secara digital oleh siswa. Tagline Ubiquitous Learning,”Belajar di mana saja, kapan saja, bagaimana saja,” dimaknai dengan penyediaan ruang belajar yang memungkinkan siswa memeroleh informasi sesuai kebutuhan belajarnya dengan sesegera mungkin. Dalam model pembelajaran konvensional atau tradisional learning, sumber belajar utama terdiri dari : pendidik, buku, perpustakaan dan laboratorium, sedangkan dalam lingkungan virtual digital, sumber belajar dapat berupa : e-lecturers, e-books, e-library, e-laboratory, sehingga pada Bab 4 ini, dijelaskan masing – masing cara akses dalam utilisasi arena belajar tersebut. 

Pada Bab kelima, dibahas hal teknis terkait implementasi model pembelajaran inovatif yang sesuai  dengan  Ubiquitous  Learning  dan  mengusung  konsep  merdeka  belajar.  Model pembelajaran inovatif yang diterapkan adalah Model Pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) di mana siswa sebagai pembelajar memposisikan dirinya sebagai pusat pembelajaran yang bergerak secara aktif dan mandiri dalam mengakses berbagai sumber belajar digital demi memenuhi kebutuhan belajarnya. Guru berperan dalam merancang RPP terintegrasi TIK dengan model pembelajaran SOLE, sehingga pada Bab 5 ini, penjelasan
mengenai model pembelajaran SOLE sudah dilengkapi dengan contoh RPP. Berikutnya, RPP
tersebut juga akan menjadi dasar bagi guru untuk merancang kelas virtual bersama siswa. 

  
Secara keseluruhan, isi buku ini sangat tepat untuk menjawab keingintahuan guru mengenai trend teknologi pendidikan di Indonesia, dan membantu para siswa dalam memanfaatkan smartphone sebagai alat pembelajaran masa kini. Karena jika dalam e-learning, pembelajaran dibatasi melalui Personal Computer (PC) atau Laptop, namun pada Ubiquitous Learning, akses pembelajar terhadap sumber belajar, semudah KLIK, karena hanya memerlukan smartphone dan jaringan, maka siswa dapat belajar di mana saja, kapan saja, dan bagaimana saja caranya. 

Bagaimana kita menentukan judul tulusan yang menarik minat pembaca?
Baik, Bapak/Ibu. Judul yang menarik tentunya yang mengundang penasaran pembaca, namun perlu hati-hati karena kadang kita menemukan ada judul yang tidak sesuai dengan isinya sehingga pembaca akan kecewa. Ini ada artikel yang pernah saya tulis terkait penulisan judul https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html?m=1

Saya Fatma dari Pati. Ibu Tere yang hebat tetapi tetapi rendah hati,  walau kemampuan sangat besar tetapi tetap selalu belajar dan belajar. Yang saya tanyakan bagaimana ibu manajemen waktu antara bekerja dengan aktivitas ibu yang sangat tinggi..walau saya tahu disiplin no 1 dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan,  namun akan sulit jika tidak ada strategi atau trik dalam manajemen kegiatan ibu bekerja,  rumah dan menulis.
Baik, Ibu Fatma. Memang terkait waktu dan aktivitas ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Sehingga terkadang, ada salah satu kegiatan yang harus saya pending. Tapi tentunya kita harus mempunyai pertimbangan yang matang terkait hal ini. Misalnya saat ini saya akan mengikuti 2 kegiatan lomba, maka saya lihat deadline-nya. Lalu lihat dari resiko persiapannya, mana yang lebih banyak menyita waktu, mana yang harus didahulukan, dll. Strategi saya, pada saat bangun pagi, saya akan luangkan waktu untuk berpikir sejenak tentang rangkaian kegiatan hari tersebut.

Saya Yuli, Guru SD dari Kab. Sambas Kalbar. Bangga sudah mengenal rekan sejawat sesama guru SD yang masih muda namun telah banyak karya. Saya ingin menanyakan motivasi apa yang membuat Ibu Tere bersemangat menulis di blog?
Terima kasih, Bu. Motivasi saya hanya 2 yaitu menulis untuk berbagi/sharing dan menulis untuk berprestasi. Menulis untuk berbagi tentunya sesuai dengan profesi kita sebagai guru. Makanya sejak awal niche blog saya adalah pendidikan. Kemudian berprestasi, maksudnya ketika kita menjadi blogger ada hal positif lain yang saya peroleh. Seperti yang tada saya contohkan yaitu mendapat beberapa penghargaan, bahkan ada juga bonus berupa buku dan pulsa internet. Selain itu, sy mau berbagi sedikit pengalaman sy waktu lolos sebagai peserta short course ke luar negeri tahun 2019 kmrn, trnyata salah satu teknik penilaian panitia adalah dgn menelusuri jejak digital kita. Saat itu, kami diminta menuliskan semua akun medsos termasuk blog/website.

Selamat malam, Luar biasa ibu muda cikgu Tere, semoga sukses. Yang saya tanyakan, bagaimana  cara nemasang gadget statistik di laman blog, untuk memantau pengunjung, lalu apa tipsnya supaya banyak pengunjung di blog kita. Trims dari Ibu Lusia.
Terima kasih, Ibu Lusia, untuk memasang gadget statistik, caranya ibu masuk di bagian setting blognya ada banyak gadget yang bs kita tambahkan. Nanti saya coba screenshot, karena saat ini saya tidak memasang lagi gadgetnya. Tipsnya: buat  artikel yang menarik, aktual, dan yang penting adalah artikel update. Maksudnya seperti artikel saya yang dibaca ribuan orang, tentang download materi belajar di rumah, karena saat itu banyak orang yang mencari materi bahan belajar di rumah. Dan kuncinya ada di judul, Bu. Jangan lupa bagikan postingan blog kita di beberapa komunitas blogger. Atau komunitas guru.

Selamat malam Ibu Fatimah dan Cikgu Tere. Mohon izin mnyampaikan uneg-uneg.
Selama ini mungkin yang kami pahami meresume adalah meringkas materi yang panjang kemudian dipersingkat dengan mngambil bagian-bagian yang pokok saja. Tapi dengan beberapa poin yang Cikgu sampaikan poin 1-9 bisa jadi resume kita menjadi lebih banyak/ panjang dan melebar dari materi yang kita resume. Bagaimana Cikgu jika terjadi hal seperti itu (resume lebih meluas/panjang dann melebar). Sriyatun-GK





Baik, Ibu. Memang pemahaman saya juga resume seperti itu. Artinya meringkas. Namun yang saya sampaikan tadi, intinya jika kita meringkas, jangan sampai kita hanya copas dari materi narsum, namun dimodifikasi lagi dgn kalimat kita agar lebuh enak dibaca (istilahnya Om Jay).

Ibu Tere yang hebat, saya tertinggal info. Prof Eko itu siapa dan peran dalam cetak buku sebagai apa? Bisakah kita ikutan kirim outline? Dwi Rukmi, Gunungkidul.
Beliau adalah salah satu narasumber kegiatan menulis, Bu. Saya juga sudah lupa saat itu kegiatan keberapa. Beliau memberikan tantangan menulis buku selama seminggu dan menghubungkan kami dengaan penerbit mayor. Karena nama besar beliau, dan beliau juga menjadi penulis kedua dalam buku yang kami tulis. Untuk bisa atau tidaknya, silakan ibu berkonsultasi dengan Om Jay. Nanti Om Jay yang dapat menghubungi Prof. Eko.

Bagaimana cara menjaga munculnya inisiatif menulis terus terjaga?
Baik, terima kasih pertanyaannya. Pertama dipaksa, lalu terpaksa lama-lama bisa, lalu terbiasa. Ini adalah rumus sederhananya.

Saya Aidil Fitriani dari Tenggarong Kutai Kartanegara. Bagaimana manajemen waktu Bunda Tere, selain mengajar, menulis dan ibu rumah tangga dalam menuangkan ide menulis, jika tidak ada waktu atau kesempatan menulis dalam beberapa hari  bagaimana Bunda Tere menyiasatinya?
Terima kasih, ini sungguh sayaa alami, Bapak/Ibu. Saya merasa menyesal ketika saya tidak menulis. Jika Bapak /Ibu berkunjung ke blog saya, maka ada jeda cukup lama saya tadak menulis di blog. Itu karena banyaaknya kegiatan yang harus saya lakukan. Jika tidak sempat menulis dalam bbrpa hari, maka saya menulis saja dulu idenya. Mungkin hanya beberapa baris saja. Bahkan seringnya berupa mind map. Jadi pada saat ada waktu, saya tinggal membuka kembali coretan saya itu dan mulai menulisnya.

Saya Pak Joel dari Aceh utara. Bagaimana caranya Buk untuk mengikuti kompetisi blogger? Dari mana kita dapatkan informasi itu dan kiat-kiat apa saja yang harus kita siapkan?
Baik, Baapk. Selama ini untuk kompetisi blogger, informasinya hanya dari Om Jay. Beliau sering mendapat sponsor dan akhirnya mengadakan kompetisi. Namun, biasanya di kompasiana dan gurusiana juga ada kompetisinya. Terkadang dari facebook juga ada infonya.

Malam Bu Tere, saya Candra dari Langkat Sumatera Utara Gelombang 9. Bisa sharing Bu, apa manfaat terbesar di dalam mengajar yang Ibu dapatkan dan rasakan  setelah menjadi guru yang mampu menulis?
Baik, manfaat terbesar yang saya rasakan adalah ketika saya lolos seleksi beberapa lomba guru karena essay yang saya tulis. Di sini tentunya ada juga manfaat yang didapatkan oleh siswa saya, karena dengan mengikuti lomba itu, kemampuan profesional saya juga meningkat.  Selain itu, tulisan yang saya buat juga saya jadikan bahan mengajar di kelas.

Perkenalkan saya Sumarjiyati, GK. Amazing ibuk. Terima kasih atas ilmu dan sharing malam ini. Saya mengenal blog baru saja setelah mengikuti kuliah online ini. Sementara saya isi blog dengan resume dan tulisan-tuisan ringan seputar kisah yang saya alami. Sebenarnya saya sudah bergabung di gurusiana sejak 2018. Namun, di gurusiana tidak seaktif di blog. Yang mau saya tanyakan. Apakah tulisan yang sudah saya publihs di blog boleh juga dipublis di gurusiana? Bagaimana kita bisa gabung untuk mengikuti tantangan menulis di gurusiana?
Baik, Ibu, gurusiana juga merupakan blog, namun itu adalah blog bersama, bukan blog personal. Sebenarnya untuk ketentuan itu, gurusiana (setahu saya) tidak terlalu ketat. Apalagi jika ibu menuliskan keterangan bahwa tulisan itu telah dimuat di blog pribadi ibu, sertakan linknya. Namun jika di kompasiana, maka hal itu tidak diperbolehkan. Sekalipun tulisan kita sendiri. Untuk bergabung di tantangan menulis gurusiana, silakan ibu aktif mengikuti postingan  member dan admin gurusiana termasuk media guru.

Kesimpulan: menulis resume banyak manfaatnya. Menambah pengetahuan, mengikat sari - sari ilmu, dan menajamkan pola berpikir kita. Jika kita mengaktifkan diri menulis resume dengan baik dan sepenuh hati, niscaya banyak keajaiban akan terjadi. Maka, buktikanlah sendiri.

            Nah, itulah materi yang amat menarik dari Ibu Tere.Kita ulang kalimat Om Jay, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi,” dipertegas oleh Bu Tere, “Menulislah setiap hari dan buktikanlah sendiri. Menulis bisa dimulai dengan menulis resume dengan baik dan sepenuh hati setiap hari.” Tunggu apa lagi, yuk segera ikuti jejak beliau dengan cara menulis untuk dua motivasi. Yakni untuk berbagi dan untuk berprestasi.