Selasa, 26 Januari 2021

MENGINTIP PROGRAM GURU BELAJAR SERI AKM

 

Direktorat GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan program belajar yang dapat diikuti oleh siapa saja yang memiliki akun SIM GPO. Ayo belajar bersama pada Program Pembelajaran GTK Guru Belajar meliputi seri berikut: Seri Pendidikan Keterampilan Hidup, Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Seri Pendidikan Inklusif, dan Seri Masa Pandemi Covid-19.

Dua hari ini sedang asyik mengikuti Program Pembelajaran AKM. Materi dan tugas-tugasnya amat menarik. Ada soal prates, kuis, dan refleksi pembelajaran. Ada juga materi untuk menambah wawasan para guru. Di akhir sesi terdapat pula postes. Namun sayang, belum sampai pada postes karena ada masalah teknis. Sementara kegiatan belajar berhenti sementara. Mash ada waktu, karena jadwal yang tersedia hingga 28 Januari 2021. Semoga bisa terkejar dan berhenti bukan karena menunda.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM,

yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional harus diikuti seluruh satuan pendidikan yang terdiri atas: kepala sekolah, seluruh guru, dan murid yang dipilih secara acak dengan stratifikasi sosial ekonomi oleh Kemdikbud. Jenjang SD/MI, kelas V maksimal 30 murid, jenjang SMP/MTS kelas VIII, SMA/MA, SMK kelas IX maksimal 45 murid setiap satuan pendidikan. Siswa yang memiliki hambatan intelektual atau hambatan lainnya sehingga tidak memungkinkan untuk mengerjakan asesmen secaramandiri/tanpa bantuan, tidak mengikuti Asesmen Nasional, misalnya siswa pada SLB A, SLB C, dan SLB G. Bila siswa pada SLB lainnya juga mengalami hambatan untuk pelaksanaan secara mandiri juga tidak diikutkan sebagai peserta Asesmen Nasional. Namun guru dan kepala sekolah pada sekolah-sekolah tersebut tetap mengikuti Asesmen Nasional, khususnya sebagai peserta survei lingkungan belajar.

 

#Jan25AISEIWritingChallenge


Sabtu, 23 Januari 2021

BERBURU ILMU MENULIS KEPADA BU NORA

 


Senang sekali bisa berburu ilmu kepada penulis berbakat, Ibu Nora. Beliau mengawali sesi berbagi dengan mengajak berdoa terkhusus kepada saudara-saudara kita di Kalimantan Selatan, Sulawesi barat dan daerah lain yang sedang tertimpa musibah, semoga selalu dalam perlindungan Tuhan YME, diberikan kesehatan, keselamatan, kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi segala musibah yang ada. Dan semoga keadaan segera pulih seperti semula.

Malam itu beliau sharing tentang Penulisan buku. Awal beliau menulis 'lagi' adalah semenjak pandemi, lebih tepatnya mulai bulan April 2020. Memulai lagi hasrat terpendamnya untuk menulis. Apalagi setelah tergabung ke dalam grup menulis dengan Om Jay dkk, hasrat itu tambah besar. Sudah ada 8 buku yang berhasil tertulis,  4 buku solo dan 4 buku antologi.

Beberapa trik jika ingin memiliki beberapa karya dalam waktu singkat.

1. Mengikuti program menulis antologi atau kolaborasi

2. Menulis setiap hari di blog

3. Menulis di media sosial

4. Menulis buku harian

5. Ajak siswa untuk menulis

Sebagai guru kita bisa mengajak siswa untuk ikut berkarya. Caranya, karya dapat dibuat berupa tugas siswa, misal siswa diberikan tugas untuk menulis puisi, cerpen atau pantun.dengan tema tertentu. Lalu bukukan karya tersebut, pasti mereka senang. Atau juga ajaklah siswa tergabung dalam grup menulis,  caranya dengan membuat WA grup menulis dengan siswa, sebarkan info ini ke wali kelas masing-masing,  siswa yang tertarik dapat langsung masuk ke grup tersebut. Tentukan tema penulisan, berikan arahan, tinggal buat karya bersama.

Beliau belajar banyak dari buku UKTUB karya Bapak Akbar Zainuddin. Ingat jurus TOJTRP dari Pak Akbar Zainuddin.

1. Tema

Tentukan tema buku yang akan ditulis

2. Outline / TOC/ Daftar isi

Dalam penulisan buku, pembuatan TOC/outline/daftar isi merupakan langkah kedua setelah penentuan tema

3. Jadwal

Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita, tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan

4. Tulis

Setelah outline oke, jadwal fix , referensi siap,, tinggal tulis deh sesuai dengan outline yang kita buat.

5. Revisi

Nah, ini nih yang biasanya waktunya paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir, lakukan revisi. Revisi dapat dilakukan dengan swaediting atau dengan bantuan teman misalnya dalam hal EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku akan lebih renyah dibaca.

6. Terakhir penerbit

Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah oke, tinggal dimasukkan ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya.

 

Beberapa alasan pentingnya pembuatan daftar isi:

1.     Daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yang akan kita tulis.

2.     Membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku.

3.     Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini.

4.     Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan.

5.     Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topik.

6.     Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku.

Dengan cara ini, maka buku akan cepat selesai karena sudah memiliki target penyelesaian.

Lalu bagaimana cara membuat daftar isi?

1. Untuk naskah nonfiksi ikuti pedoman 2W+ 1H

Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini BAB awal dapat berupa

MENGAPA ....

PENTINGNYA ....

ALASAN.....

 

2. bab selanjutnya menjawab WHAT (apa)

Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita

Sebagai contoh

MENGENAL MEDIA ....

APA ITU MEDIA ....

SPESIFIKASI MEDIA ....

 

3. Bab berikutnya yang biasanya merupakan bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untuk menjawab HOW ini, dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan.

Misal :

PENERAPAN MODEL ....

IMPLEMENTASI ….

PERANCANGAN....

HUBUNGAN MODEL ....

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ....

 

Setelah membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau nonfiksi, kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang dirancang dalam daftar isi.

Sedangkan untuk NASKAH FIKSI seperti novel,  cara membuat daftar isi:

1. Tentukan prolog

Biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat karena masih merupakan bagian awal dari cerita.

 

2. Tentukan konflik cerita, biasanya di bab-bab pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil oleh pembaca.

 

3. Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi.

 

4. Tentukan solusi dari konflik yang ada

Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab.

Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik.

 

Mungkin di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah ASAL tambahan tersebut tidak keluar dari TEMA yang telah ditentukan.

Sebelum masuk langkah ketiga, setelah kita mempunyai TOC / outline tadi,,cari REFERENSI untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna

            Itulah tips menulis yang dibagikan oleh penulis muda berbakat bernama Noralia Purwa Yunita. Hingga kini,  beliau mengajar di salah satu SMP Negeri di Semarang. Selamat mempraktikkan ilmu yang dibagikan.

 


YUK IKUT PROGRAM GURU BELAJAR

 

Anda ingin mampu memahami konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional dan dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)? Yuk, belajar bersama dalam program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum.

Program Guru Belajar adalah salah satu cara untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimiliki, mengevaluasi diri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Pembelajaran pada Program Guru Belajar merupakan upaya mendorong perbaikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Program Guru Belajar yang dapat diikuti adalah Seri Pandemi Covid-19, Seri Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH), dan Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Untuk mempermudah belajar perlu bergabung di grup telegram. Tujuan dibuatnya grup telegram adalah untuk saling berbagi dan membantu para peserta yang mengalami kendala agar dapat menuntaskan materi Guru Belajar. Pada grup telegram tersebut terdapat etika yang perlu dipatuhi bersama.

Selama di grup telegram, disarankan untuk:

1.     Fokus membahas mengenai program Guru Belajar, agar kita dapat saling membantu peserta lain yang mengalami kendala, dan sukses bersama.

2.     Tidak memposting sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Program Guru Belajar atau pendidikan. Bila ini terjadi, admin akan menghapus posting tersebut, atau bisa saja admin akan melakukan pemblokiran member di grup ini.

3.     Bertanya dengan menggunakan format "TANYA: (pertanyaan)”, contoh: TANYA: bagaimana cara mengubah jadwal Diklat ya?

4.     Saling membantu menjawab pertanyaan peserta yang lain, caranya gunakan fitur reply dari pertanyaan pada poin 3 agar peserta lain yang bertanya mendapatkan notifikasi dari jawaban Anda.

Bagi para sahabat yang belum gabung di Bimtek AKM, berikut ada petunjuk praktisnya.

CARA MENDAFTAR BIMTEK AKM

1.     Buka laman gurubelajar.kemdikbud.go.id

2.     Login masukkan akun dan password

3.     Klik AKM

4.     Klik selengkapnya

5.     Klik tombol lingkaran Angkatan yang tersedia dan yang mau dipilih

6.     Klik daftar

7.     Selesai

8.     Ikuti bimtek AKM-nya sesuai tanggal mulai dan batas akhir Angkatannya.

 

TIPS SUKSES BIMTEK AKM:

1.     Baca dengan teliti dan pahami.

2.     Jangan panik bila ada masalah.

3.     Kalau ada kendala jangan selalu langsung tanya ke grup, sebaiknya dicoba dulu.

4.     Pretes di bawah 70 tidak masalah.

5.     Bila terjadi error lakukan logout, refresh, login lagi, bila tetap lihat di grup official, kalau banyak pengaduan yang sama berarti mungkin server baru down.

6.     Tidak perlu kejar tayang sehari selesai, toh sertifikat keluarnya bersamaan.

7.     Misal di tengah-tengah pekerjaan ingin istirahat, pekerjaan tetap tersimpan dan tidak akan mengulang.

8.     Jaringan internat harus bagus.

Itulah sekilas tentang Guru Belajar Asesmen Kompetensi Minimum. Selamat mencoba dan belajar bersama. Semoga banyak manfaat yang didapat.



#Jan23AISEIWritingChallenge


MATERI PEMBELAJARAN KELAS IX PERTEMUAN KETIGA

 


MATERI PEMBELAJARAN KELAS IX PERTEMUAN KETIGA

 

 

Assalamu'alaikum siswa tercintaku, semoga kita sehat selalu.

Mengingatkan pagi ini pelajaran BI.

Sebelum masuk awali dengan berdoa terlebih dahulu. Lanjutkan untuk isi presensi. Kemudian kerjakan kuis pembelajaran. Lanjut baca materi, tanyakan hal-hal yang belum jelas kemudian kerjakan tugas dengan baik.

 

PERTEMUAN 3

1.     Baca dan pahami Teks Tanggapan (Buku Paket hal. 88-114). Tanyakan hal-hal yang belum jelas di forum GCR atau WAG.

2.     Baca dan pahami ulang materi SBA hal. 1-16!

3.     Baca dan pahami ringkasan materi SBA hal. 105-108! Kerjakan Latihan Mandiri Bab 10 (hal. 108-112) di GCR atau menggunakan tautan/link di WAG!

 

KUIS PEMBELAJARAN

Pilihlah dua soal kuis pembelajaran di bawah ini untuk kemudian dijawab di GCR atau di WAG!

1.     Jelaskan pengertian tanggapan

2.     Jelaskan pengertian teks tanggapan

3.     Unsur apa saja yang harus ada di dalam sebuah teks tanggapan

4.     Jelaskan pengertian fakta!

5.     Apa saja ciri-ciri fakta?

6.     Apa yang dimaksud opini perorangan?

7.     Apa yang dimaksud opini umum!

8.     Apa saja ciri-ciri kalimat opini?

9.     Apa saja tujuan teks opini?

10.  Apa saja fungsi teks tanggapan?

11.  Apakah yang dimaksud dengan simpulan?

12.  Apakah yang dimaksud dengan menyimpulkan isi teks tanggapan?

13.  Apakah yang dimaksud dengan kalimat utama?

14.  Apa saja ciri-ciri kalimat utama?

15.  Apa saja tahapan (langkah) dalam menentukan kalimat utama?

16.  Apa yang dimaksud dengan paragraf induktif?

17.  Apa yang dimaksud dengan paragraf deduktif?

18.  Apa yang dimaksud dengan paragraf campuran?

19.  Sebutkan (3) kriteria simpulan yang baik!

20.  Tuliskan kalimat utama dari paragraf berikut!

Gim online multiplayer handheld memungkinkan para penggunanya bermain gim bersama-sama kapanpun dan di manapun tempatnya. Selain itu, berbagai produk gim yang casual  membuat para pemain merasa nyaman dan ingin bermain gim dalam waktu yang tak sebentar. Oleh karena itu, Gim online multiplayer handheld menjadi favorit nomor satu para penikmat gim portable di seluruh dunia.

 


Kamis, 21 Januari 2021

BERGURU KEPADA YOUTUBER ANDAL

 


Di dunia youtube, siapa yang tak mengenal Paman Apiq? Beliau seorang dosen sekaligus alumnus ITB yang gemar membuat konten menarik di youtube. Sekitar 8.000-an video yang diunggah ke youtube. Beberapa videonya telah ditonton jutaan penonton. Berikut ini link youtubenya. https://youtu.be/Vb2qzTc3BLw

            Paman Apiq memaparkan kunci teknik mengajar yang seru beikut ini.

5 Kunci teknik-teknik mengajar yang seru

#1 Entertaining first, educator later.

Gunakan formula “ternyata.” Bagaimana membuat materi menggugah, menarik, sehingga anak penasaran.

#2 Pakai visualisasi dan animasi

Beliau sarankan para guru membuat konetn pembelajaran yang ada gambar dan gerakan. Misalnya power point yang bisa dibuat pakai HP. Beliau rekomendasikan bikin video pakai polaris. Sejak 2008 sekitar delapan ribuan video dibuat. Menurutnya, paling bagus bikin video pakai HP karena mudah dan praktis.

Bapak Ibu guru bisa menjadi youtuber edukasi bermodal HP. Guru sebagai youtuber hendaknya berbasis konten. Tidak perlu bikin video setengah mati. Jangan seperti itu. Fokus guru mengajar/memberi bimbingan, video sebagai media. Cara termudah bagi guru menjadi youtuber edukasi.

#3 Durasi singkat

Durasi video tak perlu pajang, 3 menit terbaik, 7 menit paling panjang. Jika panjang bisa dibikin serial. Misal durasi satu jam bisa dibuat 10 seri. Durasi video pendek menguntungkan bagi guru maupun siswa.

#4 Gunakan contoh nyata dan menarik.

#5 Lakukan interaksi dengan cara beri pertanyaan dan minta komen.

 

Subscribe itu gratis. Keuntungan subscriber, jika kita upload video baru akan dikasih tahu. Tugas sekolah bisa disampaikan melalui youtube. Untuk menambah subscriber tergantung konten video kita. Ada kabar baik bahwa video edukasi kalau sudah nonton, senang akan subscribe. Kabar buruknya video pendidikan yang nonton sedikit. Untuk itu, buat konten yang menarik. Tak ada kunci youtuber langsung jadi.

Sebagai contoh Paman Apiq. Beliau mulai menjadi youtuber tahun 2008, melonjak tahun 2018. Untuk edit konten video yang gampang dan mudah dimengerti, yang ada di playstore gratis itu bagus. Rekomendasi edit konten video menurutnya adalah mobizen dan inshot bagus. Pilih maksimum. Beliau sarankan buat video tak perlu berlama-lama. Bikin video cukup waktu 5 menit, persiapan 15 menit. Untuk bikin video materi disiapkan lalu direkam sehingga tak perlu banyak mengedit.

Supaya kita bisa konsisten bikin video pendidikan, investasikan waktu satu jam tiap hari. Dulu, beliau mengalokasikan waktu sebelum subuh untuk bikin video.  Kini, bisa kapan saja karena kamera HP sudah bagus. Untuk konsisten sesempatnya untuk pemula kurang bagus. Targetkan setiap minggu upload berapa (2 atau 3) video. Kalau sudah bisa targetkan satu hari satu video. Jangan menunggu sempurna. Mengedit video itu tak ada habisnya. Kita adalah guru, bukan artis dan bukan sutradara. Tidak perlu mengunggah video menanti sempurna.

Terdapat tiga konten video, yakni help, hub, dan hero. Help adalah video ringan yang membantu viewer untuk memecahkan masalahnya. Misal video yang membahas soal matematika dengan cara menghitng cepat. Hub adalah video ringan yang saing terhubung. Viewer youtube tidak menuntut kualitas tinggi. Pemirsa lebih fokus ke isi video. Hero adalah video andalan yang biasanya digarap sempurna. Bagi guru tak perlu membuat video tipe ini yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Usahakan untuk memproduksi video yang efisien, hemat biaya, waktu, dan energi. Tidak perlu sempurna dulu bagi pemula. Konsisten membuat video pendidikan dengan tetap mengutamakan konten pembelajaran.

 

 






SUKA DUKA MENJADI KETUA MGMP

 


Tak terbayangkan sebelumnya bahwa Senin, tanggal 12 September 2011 di SMP Negeri 3 Nguter diri ini terpilih sebagai ketua MGMP Kabupaten Sukoharjo untuk periode 2011-2016. Tanggal 9 Agustus 2016 di SMP 4 Sukoharjo diadakan koordinasi dan reorganisasi. Kebetulan terpilih lagi. Nah, tulisan ini akan mengupas apa saja suka duka mejadi ketua MGMP.

            Apa sukanya??? Wowww banyakkkk. Saking banyaknya tak dapat disebutkan satu per satu. Eh, tapi tidak fair kalau tak mau menyebutkan ya. Pertama, ya pertama mendapat predikat sebagi ketua. Ketua? Memang honornya berapa? Wowww, banyak. Saking banyaknya tak bisa dihitung dengan uang. Hahaha.

Kedua, kedua nih ya. Sering mendapat penghormatan kalau ada yang punya hajat diundang. Wooww, ini sebuah kehormatan. Hahaha. Meskipun jaraknya berpuluh kilometer kan kutempuh, yang penting bukan ribuan pulau seperti syair lagu.

Ketiga, tambah sedulur, sahabat, dan saudara. Sedulur se-MGMP harus dianggap sebagai sedulur/saudara. Mengajak berbagi rasa dan berbagi pekerjaan. Bisa mengajak menyelesaikan pekerjaan dan berbagi honor konsekuensi pekerjaan. Ada contohnya? Menulis SBA (suplemen bahan ajar), soal penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, soal try out, ujian sekolah, dan lain-lain. (Halah, kalau males menyebutkan senjata utama dan lain-lain. Hehe).

Keempat, pas terima blockgrant kegiatan dari Direktorat bisa bersilaturahmi dengan ketua MGMP se-Indonesia. Sayangnya, waktu itu belum suka menulis sehingga jejak digitalnya tertinggal. Konsekuensi diundang Direktorat adalah transpor gratis, haotel gratis, plus dapat ang saku lohhh. Jadi, jika kawan-kaan tak ma dipilih menjadi ketua MGMP rugi loh.

Masih ada keuntungan yang lain? Woww, banyak tapi mohon maaf tak bisa disebutkan satu per satu. Halahhh. Terus, ruginya ad ndak? Wowww, rugi? Tak ada lah. Lah, orang untuk menjadi etua MGMP tak perlu kulakan, jadi tak perlu modal. Maksudnya, tak perlu modal uang. Cukup bermodal tekad dan kemauan. Kemauan untuk mengabdi dan berbagi.

Nah, ini satu keuntungan lagi. Sering ada pertanyaan apakah password SIM GPO anggota MGMP pernah diganti oleh ketua MGMP? Wowww, alih-alih mengganti, membuka saja tak pernah apalagi mengganti kecuali ada permintaan dari pemilik.

“Nopo riyin password pernah diganti ya? (Apa dulu password pernah diganti ya?). Walahh, pertanyaan ini tak sekali dua kali. Memangnya, untuk mengganti hanya sekali klik? Padahal untuk mengganti/mereset password melalui prosedur berikut ini.

Masuk dulu ke SIM GPO. Terus klik komunitasku, anggota komunitasku. Search nama yang dimaksud.




Uraian di atas merupakan sukanya menjadi ketua MGMP. Lalu, dukanya apa? Dukanya ketika ada salah satu anggota MGMP dipanggil Yang Mahakuasa, itulah saat paling berduka.

 

#Jan21AISEIWritingChallenge















Selasa, 19 Januari 2021

KISAH “B͟A͟T͟A͟L͟ M͟I͟S͟K͟I͟N͟ L͟A͟G͟I͟”

 



Sebuah artikel kiriman teman ini sungguh sangat menyentuh hati. Menjadi merasa kecil dan belum berarti apa yang telah kulakoni. Belum seberapa perjuanganku. Belum banyak amal ibadahku. Seharusnya menjadi malu jika merasa diri telah hebat dan lebih dari yang lain. Harusnya menjadi malu jika merasa ujian yang telah dikirimkan-Nya begitu berat.

            Harusnya kita sadar dan ingat bahwa ujian-Nya tak akan melebihi batas kemampuan. Allah lah Yang Mahatahu akan segala sesuatu. Namun, mengapa diri kita kadang merasa bahwa ujian-Nya begitu berat? Yakinlah bahwa ujian yang kita hadapi disesuaikan dengan kadar kemampuan kita masing-masing.

            Yuk, belajar dari tulisan berikut ini.

 

D͟i͟ z͟a͟m͟a͟n͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ A͟S͟, a͟d͟a͟ s͟e͟p͟a͟s͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ i͟s͟t͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ h͟i͟d͟u͟p͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ n͟a͟m͟u͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟a͟p͟i͟n͟y͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟s͟a͟b͟a͟r͟a͟n͟. S͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟t͟i͟k͟a͟, t͟a͟t͟k͟a͟l͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ b͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟r͟a͟h͟a͟t͟, s͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟n͟y͟a͟: "W͟a͟h͟a͟i͟ s͟u͟a͟m͟i͟k͟u͟, b͟u͟k͟a͟n͟k͟a͟h͟ M͟u͟s͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ N͟a͟b͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ b͟e͟r͟b͟i͟c͟a͟r͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ T͟u͟h͟a͟n͟n͟y͟a͟ (A͟l͟l͟a͟h͟)?"

 

L͟a͟l͟u͟ s͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟ : "Y͟a͟, b͟e͟n͟a͟r͟."

 

S͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ l͟a͟g͟i͟: "K͟e͟n͟a͟p͟a͟ k͟i͟t͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟g͟i͟ s͟a͟j͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟-n͟y͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟k͟a͟n͟ k͟o͟n͟d͟i͟s͟i͟ k͟i͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟u͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟n͟y͟a͟ a͟g͟a͟r͟ i͟a͟ b͟e͟r͟b͟i͟c͟a͟r͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ R͟a͟b͟b͟-n͟y͟a͟, a͟g͟a͟r͟ D͟i͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟n͟u͟g͟e͟r͟a͟h͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟i͟t͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟?"

 

A͟k͟h͟i͟r͟n͟y͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟n͟y͟a͟ i͟t͟u͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ A͟S͟.

 

L͟a͟l͟u͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ b͟e͟r͟m͟u͟n͟a͟j͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟a͟p͟ A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟.

 

A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ p͟u͟n͟ b͟e͟r͟f͟i͟r͟m͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ M͟u͟s͟a͟: "W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, k͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟l͟a͟h͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, a͟k͟u͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ Ak͟u͟ b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟,  d͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟, a͟k͟a͟n͟ Ak͟u͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟."

 

L͟a͟l͟u͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟s͟a͟n͟y͟a͟ A͟l͟l͟a͟h͟ t͟e͟l͟a͟h͟ M͟e͟n͟g͟a͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟m͟o͟h͟o͟n͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟ l͟a͟m͟a͟n͟y͟a͟.

 

M͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ k͟a͟b͟a͟r͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟b͟a͟h͟a͟g͟i͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ k͟e͟g͟e͟m͟b͟i͟r͟a͟a͟n͟.

 

B͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ h͟a͟r͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ d͟a͟t͟a͟n͟g͟l͟a͟h͟ r͟i͟z͟q͟i͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟i͟m͟p͟a͟h͟ d͟a͟r͟i͟ j͟a͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟a͟k͟ d͟i͟k͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ d͟a͟r͟i͟ m͟a͟n͟a͟ a͟r͟a͟h͟n͟y͟a͟. D͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ p͟u͟n͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟k͟a͟y͟a͟ p͟a͟d͟a͟ s͟a͟a͟t͟ i͟t͟u͟. K͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ p͟u͟n͟ b͟e͟r͟u͟b͟a͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟l͟i͟m͟p͟a͟h͟.

 

L͟a͟l͟u͟ s͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟n͟y͟a͟: "W͟a͟h͟a͟i͟ s͟u͟a͟m͟i͟k͟u͟, s͟e͟l͟a͟m͟a͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ i͟n͟i͟ k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟n͟t͟u͟n͟i͟ a͟n͟a͟k͟-a͟n͟a͟k͟ y͟a͟t͟i͟m͟ m͟u͟m͟p͟u͟n͟g͟ k͟i͟t͟a͟ m͟a͟s͟i͟h͟ p͟u͟n͟y͟a͟ k͟e͟s͟e͟m͟p͟a͟t͟a͟n͟, k͟a͟r͟e͟n͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟."

 

S͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟: "B͟a͟i͟k͟l͟a͟h͟, k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ i͟n͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟."

 

K͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟, d͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟g͟u͟n͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟-t͟e͟m͟p͟a͟t͟ s͟i͟n͟g͟g͟a͟h͟ p͟a͟r͟a͟ M͟u͟s͟a͟f͟i͟r͟, s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟k͟a͟n͟ m͟a͟k͟a͟n͟ g͟r͟a͟t͟i͟s͟ b͟a͟g͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟.

 

S͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟ b͟e͟r͟l͟a͟l͟u͟, m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟a͟s͟i͟h͟ t͟e͟t͟a͟p͟ s͟i͟b͟u͟k͟ m͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟k͟a͟n͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ s͟a͟m͟p͟a͟i͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ l͟u͟p͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟s͟a͟n͟y͟a͟ s͟u͟d͟a͟h͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ k͟a͟y͟a͟ d͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ l͟u͟p͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟.

 

N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ p͟u͟n͟ h͟e͟r͟a͟n͟ m͟e͟l͟i͟h͟a͟t͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟t͟a͟p͟ k͟a͟y͟a͟. K͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟ k͟p͟d͟ A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ : "Y͟a͟ R͟a͟b͟b͟, b͟u͟k͟a͟n͟k͟a͟h͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ b͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟ s͟a͟j͟a͟, k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ i͟t͟u͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ s͟e͟m͟u͟l͟a͟?"

 

A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ p͟u͟n͟ b͟e͟r͟f͟i͟r͟m͟a͟n͟: "W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, A͟k͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟b͟u͟k͟a͟ s͟a͟t͟u͟ p͟i͟n͟t͟u͟ r͟i͟z͟q͟i͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟m͟b͟u͟k͟a͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ p͟i͟n͟t͟u͟ r͟i͟z͟k͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ h͟a͟m͟b͟a͟-h͟a͟m͟b͟a͟ K͟u͟."

 

"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, m͟a͟k͟a͟ A͟k͟u͟ t͟i͟t͟i͟p͟k͟a͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ l͟a͟m͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟."

 

"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, A͟k͟u͟ s͟a͟n͟g͟a͟t͟ m͟a͟l͟u͟ j͟i͟k͟a͟l͟a͟u͟ a͟d͟a͟ h͟a͟m͟b͟a͟-K͟u͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ m͟u͟l͟i͟a͟ d͟a͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ p͟e͟m͟u͟r͟a͟h͟ d͟a͟r͟i͟p͟a͟d͟a͟ A͟k͟u͟." N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟:

 

سبحانك اللهم ماأعظم شأنك وأرفع مكانك

 

"M͟a͟h͟a͟ S͟u͟c͟i͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ Y͟a͟ A͟l͟l͟a͟h͟, b͟e͟t͟a͟p͟a͟ M͟a͟h͟a͟ M͟u͟l͟i͟a͟ u͟r͟u͟s͟a͟n͟-M͟u͟ d͟a͟n͟ M͟a͟h͟a͟ T͟i͟n͟g͟g͟i͟ k͟e͟d͟u͟d͟u͟k͟a͟n͟-M͟u͟."

 

J͟a͟n͟g͟a͟n͟ t͟a͟n͟y͟a͟k͟a͟n͟ n͟i͟k͟m͟a͟t͟ m͟a͟n͟a͟ l͟a͟g͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟l͟u͟m͟ k͟i͟t͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟k͟a͟n͟, t͟a͟p͟i͟ t͟a͟n͟y͟a͟l͟a͟h͟, n͟i͟k͟m͟a͟t͟ m͟a͟n͟a͟ l͟a͟g͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟l͟u͟m͟ k͟i͟t͟a͟ s͟y͟u͟k͟u͟r͟i͟ d͟a͟n͟ b͟e͟l͟u͟m͟ k͟i͟t͟a͟ s͟e͟d͟e͟k͟a͟h͟k͟a͟n͟. K͟i͟t͟a͟ s͟e͟r͟i͟n͟g͟ l͟u͟p͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟ n͟i͟k͟m͟a͟t͟ d͟a͟n͟ a͟n͟u͟g͟e͟r͟a͟h͟ A͟l͟l͟a͟h͟ i͟t͟u͟ h͟a͟n͟y͟a͟l͟a͟h͟ t͟i͟t͟i͟p͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟a͟m͟b͟i͟l͟ o͟l͟e͟h͟-N͟y͟a͟ k͟a͟p͟a͟n͟ s͟a͟j͟a͟ D͟i͟a͟ m͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟a͟m͟b͟i͟l͟n͟y͟a͟.

 

#Jan19AISEIWritingChallenge