Di usia 65 tahun menemukan cinta
yang pernah hilang. Menikah di usia 65 tahun. Biar gak salah menentukan arah.
Masa paling sulit dalam hidup? Masa ketika habis
melahirkan anak ke-2, aktif mengajar di kampus, oleh ART anak dititipkan ke
tetangga karena ART meninggalkan tanpa pamit. Pengalaman yang yotalah temen
(kok segitunya) pulang S2 dari Sudney belum mampu beli rumah, laju Temanggung –
Solo. @ 2,5 jam. Berangkat 06.10 sampai Tirtonadi, 08.45, sampe rumah Temanggung
lagi pukul 11 malam.
Ada peristiwa harus ke Solo menyerahkan nilai dan ambil
surat cuti berdiri dari Temanggung s.d. Ampel (kira-kira 80-100 km)., Ketika
mendapatkan tempat duduk, ya Allah, luar biasa mendapat tempat duduk itu. Hamil
8 bulan. Berdiri hampir 2 jam, dan tak ada seorang pun yang menawari tempat
duduk. Ketika jalan berelok-kelok, ya Allah jalannya seperti jalan hidupku
sendiri.
Tak ada yang
menawari tempat duduk. Tulang punggung keluarga dengan 4 anak, bagaim harus
mengentaskan 4 anakku. Membawa dari ujung jembatan satu ke ujung jembatan
berikutnya supaya bisa berjalan mengantar ke ujung jembatan berikutnya.
Problemanya multi. Karier sebagai penyiar radio swasta. Jalan tak harus
merangkak from zero. Ternyata hal ini melukai ego dan keadilan beberapa teman
seangkatan, menimbulkan kecemburuan, ada presser tersendiri.
Di kota yang
mempertahankan budaya yg halus, tak mudah. Belajar satu hal. Untuk Wanita yang
terlalu menyilaukan mata itu tak mudah. Punya strategi khusus public
communication. Belajar tentang bagaimana memberikan bekal kepada para mahasiswa
punya alat pemahamn yang mencukupi, melahirkan beberapa buku yang dibanggakan.
Trik beliau,
tiarap, tetapi tidak tidur, bekerja dalam diam. Menyiapkan materi menugaskan pada
diri sendiri setiap mengajar 5-7 halaman, 1 tahun dikumpulkan sudah menjadi
stengah buku jadi. Tiap 2 tahun menghasilkan 1 buku. Selama 16 tahun sebagai
janda yang berbahagia.
Menjanda
bukan sesuatu yang memalukan, tak harus sama dengan orang lain. Dalam
pernikahan, apa yang dirasa paling kehilangan? Me time sangat terbatas.
Kehilangan kesempatan memahami anak satu per satu. Setelah usia lepas dari 60
tahun baru menyadari. Anak bergulat dalam permasalahan sendiri karena ibu harus
menjadi tulang punggung euarga dan bertanggung jawab atas empat orang anak.
Ketika
menemukan Mutiara indah, memang jalan hidup harus bergitu. Dituangkan dalam
berbagai kesempatan. Bukan hanya distributing, tetapi educating. Ingin ketemu
kalian di Singapore, enjoy your success tetapi tetaplah mjd insan yang
kontributif, rendah hati, dan bermanfaat.
Fondasi untuk
dapat bertahan dalam situasi sulit. Kamu tak punya apa-apa, tak berasal dr org
yg kaya. Start your life
Budaya barat
dikenal dukun. Kita perlu mengenal keunggulan diri, dll. Ingin seperti apa, menjadi
apa, kita akan memilih road mana yang akan kita pilih. Jangan terlena
dan terpengaruh teman-teman.
Soal cinta.
Pisah rumah 2009, resmi bercerai 2015. Sebagai manusia normal butuh temean untuk
ngobrol, berkomunikasi, trigger diajak umroh 2019, diajak ke Jabal Rahmah. Berdoa,
dekatkanlah mudahkanlah anak-anak jodohnya, pernikahan samawa. Ya Allah jika masih
ada jatah bagikut berikanlah. Ternyata yang terkabul dipertmukan jodoh sang ibu
dulu.
Teman kuliah,
selam 2,5 tahun duduk bersama. Kalau mau cari seperti Maryadi di pasar Klewer
koden. Tanpa mengetahui bahwa beliau punya perasaan. Sudah pacarana dengan
papahnya anak-anak sebelum diterima di UNS.
Kejadian 40 tahun
yang lalu, masih diigngat temannya tersebut. Mengantarkan ke kos pacar 4 kali.
Ketika menikah, menunggui. Gak sempat menaruh curiga kalau dia punya perasaan. Waktu
kuliah, menjadi penyiar, MC, guru les, guide.
Setelah 40
tahun. Pernah say hello. Waktu istri Pak M meninggal belum sempat melayat. Enam
hari kemudian melayat diantar teman. Dipertemukan jodoh 30 menit.
Ingin
mempersunting mama? Seadainya kita serius bagaimana? Kita saat ini butuh teman
untuk menjalani sisa kehidupan. Rencana pernikahan 3 kali. Sept, Okt, 2024,
Maret.
Tiba-tiba PM
kena serangan jantung. Ke RS UNS, putrinya datang, ketemu pertama kali bertemu
dengannya.
Tipe sangat
pemalu. Jika ngomong lewat lagu. Mutiara yang Hilang. Jumpa lagi Mutiara yang
hilang. Orang ini mau serius. Kedekatan lewat nonton WO Sriwedari. Berangkat,
dan bawa mobil sendiri-sendiri, pulang ke rumah sendiri-sendiri.
Menikahlah di
usia yang tepat.
Berkawan,
berteman in many respect. Mamah sakit, dia suruh mijitin, nyiapin obat,
kompromi. Kompromi? Ada kesadaran: hidup dari keluarga berbeda, strata social.
Setara pendidikan, profesi. Handuk tak dikembalikan di tempat, sikat gigi jatuh
di kloset. Yang tak dapat diubah ya jangan diubah.
Momen, bunga
desa dikerubuti kumbang-kumbang? Apa yang menyebabkan mau? Harus dikoreksi.
Bukan kumbang mendekat, tetapi takut. Ada salah seorang teman mendekatkan teman
mantan dekan. Kalau Bu Diah Kristina aku tak berani. Tak menurunkan standar.
Ketika
melayat, PM menunduk menulis sesuatu ada sinar srut di kepala dia, berlalu lalang
dalam mimpi. Ada satu drama, waktu bangun dini hari mau shalat tahajud, duduk
dulu, merasa di dada terbuka angin lembut masuk. Apa ini? Pagi setelah subuh
telepon, Apakah panjenengan berdoa untuk memintaku. Iya.
Jatuh cinta
di usia sekarang? Lucu-lucunya seperti bayi? Cerita: tingga minggu setelah
menikah. Jane kowe karo aku seneng tenan ndak? Aku merasa cintamu mondo-mondo.
Tak usah mempermasalahkan cinta 100% atau ndak. Seiring berjalannya waktu cinta
itu bertumbuh. Kalau laki-laki man logika, kalau sejak awal tak mencintai dia
menuntut untuk menemukan orang-orang yang dicintai. Tak usah dijemut, tapi
beliau mengalokasika waktu untuk menjemput.
Mimpi apa?
Tak ada sesuatu yang muluk-muluk. Menua bersama, siapapun yang dijemput
menemani sampai ajal. Ini tipe orang desa asli, tulen, suka berada di rumah,
menyapu, bersih-bersih. Cowok Jawa idola. Tipe cowok rumahan.
Kerja keras.
Di semester 4 atau 3 sudah bekerja, kalau sekarang menikmati jerih payah adalah
sesuatu yang wajar.
Menikahlah di
usia yang tepat, dengan Mr. Right atau Mrs. Right, atau dengan
mempertimbangkan bibit, bebet, bobot. Ada tembang Asmaradana.
Gegaraning
wong akrami
Dudu
bondho dudu rupo
Naning
ati pawitantne
Yen
gampang …
Mohonlah, ya
Allah berikan jodoh sejati (bukan sekadar jodoh).
Kesalahan
terbesar? Menikah ketika terpana oleh penampilan. Itu nanti tak akan awet.
Pacar yang jadi idola banyak orang, aku menang. Banyak aspek terlewatkan. Kita
tak tahu kalau marah, menjadi KDRT. Apakah hobi kita sama.
Pernikahan yang
gak sehat? Sedang mengalami luka. Mengambil keputusan besar dalam hidup. Harus
sudah mempertimbangkan pasca keputusan itu diambil. Tak mengalami KDRT. Waktu pacarana
aku bilang, “Kalau suami KDRT aku balas. Karena harga diriku terluka.”
Diselingkuhin
berkali-kali, diajak turun kasta. Tak mudah, menunggu sampai berkali-kali. Tak
punya suami banyak godaan, trauma milih.
Waktu
kejandaan waktu produktif. Yang sedang sendirian. Berkomtemplasilah dalam
kesendirian apa yang bisa dilakukan. Kenali diri dengan baik. Fokus bukan pada
penderitaan. Salurkan pada yang produktif.




