Jumat, 16 Oktober 2020

AKU DATANG, RUMAH TERCINTAAA

 


Memasuki rumah pertama kali malam ini begitu berarti. Rasanya masuk ke syurga yang amat nyaman. Setelah ditinggalkan selama empat hari tak bertegur sapa dengan rumah tercinta  beserta isinya meski sederhana, tapi memesona.

Ya Allah, kenapa kemarin-kemarin hamba kurang mensyukuri tingal di rumah yang amat nyaman ini? Bukan bangunannya yang megah. Buka pula perabotan rumah tangga yang mewah. Karena memang tak ada bangunan megah dan tak ditemukan barang mewah di rumah ini. Namun, ketenangan dan kenyamanan kan kutemukan di rumah sederhana ini.

Memang ke mana selama ini? Empat hari bukan waktu yang lama lho. Biasanya tugas dinas pernah sepekan, sepuluh hari, atau bahkan lebih. Mengapa saat tugas dinas tak sebegitu rindu pada rumah sederhana tapi nyaman ini?

Wowwww, ini beda Sis and Bro. Perjalanan dinas itu ada canda dan cengkerama bersama kawan seantero nusantara. Di rumah sakit? Memang sih, ditunggui oleh orang-orang tercinta. Namun, tindakan-tindakan medis yang akan dilakukan itu yang membuat miris.

Tindakan pertama, berupa CT scan contrass. CT scan polos telah dibawa dari rumah sakit yang memberi rujukan ke rumah sakit ini. Konon, cerita dokter CT scan jenis ini lebih jelas gambarnya serta berwarna dan bisa untuk mendeteksi lebih detail.

CT scan (Computed tomography scan) adalah posedur pemeriksaan yang menggunakan komputer dan mesin X-ray. Mesin ini bergerak memutari tubuh untuk menghasilkan serangkaian gambar dan struktur jaringan pada tubuh. Gambar hasil CT scan lebih detail daripada rontgen biasa.

CT scan bekerja dengan cara penyinaran sinar-X pada berbagai sudut, lalu membentuk gambar tiga dimensi dari bagian tubuh yang diperiksa. Komputer mengolah gambar dari sinar-X itu untuk menghasilkan citraan tiga dimensi yang menunjukkan kondisi organ yang dipindai. CT scan merupakan pemeriksaan penunjang yang sangat bermanfaat bagi dokter untuk menegakkan diagnosis, terutama untuk melihat perdarahan, patah tulang, dan tumor di berbagai organ tubuh mulai dari kepala hingga tangan dan kaki.

Biaya CT berkisar mulai Rp1.000.000,00 hingga lebih dari Rp3.500.000,00. Disarankan menyiapkan dana lebih 20-30% untuk biaya yang tak terduga.

Tindakan medis pada hari ketiga adalah bronkoskopi. Tindakan medis ini cukup membuat keder. Apalagi, dirinya telah browsing untuk mengetahui apa sebenarnya tindakan medis tersebut. Untuk melihat alatnya saja sudah cukup bergidik. Apalagi, membayangkan alat berwarna hitam, panjang disertai dengan kamera yang dimasukkan lewat rongga mulut. Duh Gusti jangan sampai keluarga, sahabat-sahabat serta rekan kami mengalami tindakan seperti ini. Cukuplah diri ini yang mengalami. Ini sebuah tindakan yang cukup mendebarkan. (ataukah ini hanya ilustrasinya yang terbang ke angkasa?).

Seorang dokter spesialis dengan dibantu beberapa residen atau PPDS bekerja dengan sigap. Meski sudah dibius, semua kerja dokter terdengar dengan jelas. Untungnya, mata ditutup rapat sehingga tak dapat melihat aktivitas dokter saat lakukan tindakan. Akhirnya bronkoskopi dilalui dengan selamat.

Hari berikutnya berupa biopsi. Biopsi adalah prosedur untuk memeriksa spesimen dari bagian tubuh yang bermasalah. Tes ini lebih akurat daripada CT scan atau MRI. Apakah biopsi justru memicu pertumbuhan sel kanker? Menurut Konsulen Hematologi dan Onkologi dr. Jeffrey Tenggara, S.PD-KHOM, bukan biopsi yang memicu pertumbuhan sel kanker, namun keterlambatan pasien dalam mendeteksi dini adanya perubahan di tubuhnya.

Menurut Jeffrey, mitos-mitos yang berkembang bahwa biopsi menyebabkan sel kanker berkembang, membuat pasien terlambat mendapatkan penangan sesegera mungkin. Padahal, sel kanker umumnya berkembang biak dengan sangat cepat dan tidak boleh ditunda penanganannya.

Dalam hal ini bukan pengetahuan tentang biopsi yang dia permasalahkan. Namun, tindakan biopsi yang membuatnya kebelet pipis. Sekitar 30 menit pertama berada di dalam ruang tindakan seolah dibiarkan saja. Katanya untuk mendeteksi secara presisi sesuatu yang dicari. Tiga puluh menit berikutnya alat diarahkan seolah berputar di sekitaran punggung. Tengkurep dalam waktu dua jam tanpa boleh bergerak di ruangan amat dingin tentu melelahkan.

Jarum disuntikkan lewat punggung, dilihat, digeser, dipindah tempat untuk mencari lokasi yang betul-betul presisi. Berkali-kali jarum ditusukkan semakin menambah kebelet pipis. Instruksi dokter semakin menambah miris.

“Ayo rileks Buuu. Jangan bergerak. Tenaaaanggg, jangan bergerakkk. Kalau bergerak akan semakin lamaaa. Kalau tak berhasil harus mondok lebih dari sepuluh hariii….” Dan berbagai kalimat motivasi lain yang menambah semangat untuk bangkit dan lakukan terbaik untuk bisa segera sembuh total. Bismillah, semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin3.

Ada hal yang sangat membantu menumbuhkan semangat dan motivasi pada diri. Komunikasi dan dukungan semangat serta doa-doa dari para sahabat dan handai taulan itulah motivasi yang sangat berarti. Terima kasih para sahabat yang tak lelah memberi motivasi selama diri dalam perawatan. Jasa teman-teman yang selalu memotivasi adalah energi yang luar biasa bagi diri ini. Terima kasih para sahabat tercinta.

Bahkan, ada satu grup komunitas yang hari-hari ini penuh berisi dukungan doa dan motivasi. Terima kasih sahabat-sahabat tercinta semuanya. Terima kasih pula rumah sederhana yang telah menanti kedatanganku malam itu dengan sepenuh hati.

Satu lagi yang kugarisbawahi. Ini BUKAN covid dan BUKAN penyakit menular lhooo. Bagitulah kata dokter. Makanya di rumah sakit bisa ditunggui beberapa orang.

 

#Day10AISEIChallenge         #100katabercerita  

#30hariAISEIbercerita           #AISEIWritingChallenge  

#warisanAISEI                       #pendidikanbercerita   

 


17 komentar:

  1. Tetap semangat bu Ismi , sehat selalu

    BalasHapus
  2. Tepuk tangan sambil berdiri utk ibubyg bersemangat tinggi.
    Ada pelajaran yg kupetik dr kisah haru tapi heroik.
    Pengetahuan yg diperoleh dari mendengar cepat dilupakan.
    Pengetahuan yang diperoleh dari melihat akan diingatm
    Pengetahuan yang diperoleh dari mengalami akan semakin tidak mudah dilupakan, semakin lama teringat, malah makin paham bahkan bisa menceritakan kepada handai taulan.

    BalasHapus
  3. Tetap smangat bu ismi, sehat selalu aamiin

    BalasHapus
  4. Bismillah hasilnya bagus dan sehat selalu Bu :)

    BalasHapus
  5. Semoga segera dtemukenali sumber oenyakitnya..Allah DWT segera abgjat dan sembuhkan.kembali sehat yg paripurna..tal kambuh lagi

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah sudah melalu masa yang melelahkan dan lulus semoga Alah jauhkan dari penyakit yang berbahaya. Terima kasih untuk sharingnya tentang RS Fll

    BalasHapus
  7. Alhamdulilah..senang mendengarnya buk.. Sehat sll ya

    BalasHapus