Senin, 21 September 2020

FILM PENDEK “ TILIK” YANG BIKIN PENASARAN

 



Baru kali ini kulihat film pendek “Tilik” yang artinya menjenguk. Ohhhh ternyata kayak gituuuu. Semula diri ini tak begitu peduli. Namun, karena banyak menjadi perbincangan di dunia maya atau dunia virtual, akhirnya penasaran juga. Ternyataaaa filmya begitu ya. Kontekstual, Menyentuh, Ringan, dan Menghibur. Pantesannnn VIRAL.

            Tokoh antagonis Bu Tejo waktu perjalanan tilik Bu Lurah antusias untuk meng-ghibah Dian, gadis cantik pacar Mas Fikri. Mas Fikri ini anak satu-satunya Bu Lurah yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Ibu-ibu di kampung itu tilik (menjenguk) mengendarai truk yang disopiri oeh Gotrek.

            Perjalanan ibu-ibu heboh. Mereka menggosip Dian, sang bunga desa yang dekat dengan mas Fikri putra satu-satunya Bu Lurah. Dian bekerja belum lama bekerja, namun penampilan beda dengan pemudi desa pada umumnya. Penampilannya memang “wah”. Padahal Dian ditinggal pergi oleh ayahnya dan hanya meninggalkan harta tak seberapa. Mereka bertanya-tanya dari mana Dian mendapatkan uang banyak. Mereka berprasangka bahwa Dian bekerja dengan cara yang tidak benar. Wahhhh, dasar ibu-ibu suka ngegosip.

            Bu Tejo paling getol ngegosipin Dian. Yu Ning selalu mengingatkan agar tak terjadi fitnah. Akan tetapi, Bu Tejo tetap ngeyel. Bahkan, Bu Tejo mengingatkan Yu Ning agar memanfaatkan gadget untuk mencari informasi dari internet. Agar nyambung jika diajak bicara. Ada yang mengingatkan agar mereka tak percaya penuh pada internet karena pernah tertipu di internet. Namun, peringatan tetap tak digubris.

Waktu Bu Tejo kebelet pipis merupakan adegan yang menarik.  Ada yang memberi karet untuk diikatkan pada jempol. Akan tetapi, tips itu tak manjur. Akhirnya Gotrek menghentikan truk di mushola. Perbincangan mereka seru dan kadang-kadang saru. Oalaahhhh dasar ibu-ibu.

Saat Yu Ning dibel Dian putus-putus. Ternyata batery habis. Gotrek juga penasaran dengan Dian. Saat Yu Ning dibel Dian, Gotrek pun kepo. Tampaknya Gotrek dan bapak-bapak pada umumnya tertarik pada Dian.

Bu Tejo melamar Yu Ning dan Gotrek sebagai tim sukses jika suaminya maju mencalonkan menjadi lurah. Pemberian uang Bu Tejo kepada Gotrek diterima dengan ragu. Ketika Gotrek ingin mengembalikan pemberian Bu Tejo, dia memprovokasi bahwa desanya butuh lurah baru.

Gotrek menawarkan yang menjadi lurah Dian saja. Bapak-bapak pasti setuju. Ibu-ibu tentu tidak seuju. Sebagian besar ibu tak setuju Dian jadi lurah karena takut suaminya kepincut Dian. Hanya satu ibu yang tak khawatir suaminya tertarik pada Dian. Itu pun karena suaminya tak prima lagi.

Dalam perjalanan, truk ditilang polisi. Tilang dapat diatasi karena Pak Polisi kewalahan meladeni ibu-ibu yang amat unik. Ditilang, mereka minta “empati” dipakai. Apa mau telepon saudaranya. Mereka turun untuk men-cokot Pak Polisi. Akhirnya lolos. Ini hal yang amat menggelikan.

Mereka tetap memperbincangkan Dian. Yu Ning selalu mengingatkan agar jangan menyebar fitnah karena fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kata Bu Tejo, dirinya tidak meng-ghibah. Dirinya hanya jaga-jaga.

Kehebohan bertambah karena ada yang bercerita ketemu Dian berjalan di mall dengan Om-Om. Ada yang menilai Dian pakai susuk.

Nek modal ayu thok yo ra cukup. Mesthi nganggo susuk (kalau modal cantik saja tidak cukup. Pasti pakai susuk),” kata Bu Tejo.

Waktu truk mogok, ibu-ibu harus turun untuk mendorong. Ibu-ibu mau mendorong truk kecuali Bu Tejo. Setelah didorong truk bisa melaju. Bu Tejo diam saja. Yu Ning menganggap uang yang diberikan kepada Gotrek tak halal sehingga menyebabkan truknya mogok.

Perjalanan dilanjutkan. Sesampai di rumah sakit tak bisa masuk karena Bu Lurah masih dirawat di ICU. Mereka hanya ditemui oleh Dian dan Mas Fikri di pelataran rumah sakit. Atas nama ibu-ibu Yu Ning menyerahkan sebuah amplop yang tampaknya kumpulan dari iuran ibu-ibu yang tilik.

Ending cerita, masih menggantung karena tidak jelas Dian berada di dalam mobil bersama seseorang yang sudah cukup berumur tanpa kita tahu siapa sebenarnya dia. Sebuah ending yang bikin penasaran.

 


7 komentar:

  1. omjay nonton film singkat ini sampai habis dan tersenyum sendiri karena begitu mudahnya hokas menyebar. Cuma adegan terakhirnya itu loh yg bikin gemes, hehehe

    BalasHapus
  2. He333 iya Om. Sy jg penasaran dg adegsn terakhir. Hiiii

    BalasHapus
  3. Memang film tilik ini seperti mewakili ibu ibu jaman now....yang haus akan informasi. Informasi yg belum tentu benar, jika di ramu oleh ibu ibu menjadi melebih-lebihkan sehingga menjadi fitnah. Hal ini sangat tergambar jelas di film tilik, maka Bu Tejo serasa mewakili mereka. Walaupun kadang yang dibicarakan seorang Bu Tejo ada benarnya. Mungkin hal.inilah yang membuat film Tilik menjadi viral

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus