Minggu, 15 November 2020

BELAJAR DARI TEMAN HEBAT

 

Setiap kegiatan atau peristiwa tentu ada hikmahnya. Hikmah dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang dapat memberi pelajaran, yang memerintahkan kepada segala perbuatan yang baik dan menghindari segala perbuatan yang jelek. Berbagai hikmah dan pelajaran bisa didapat dari kegiatan uji publik regulasi bidang guru.

            Perjumpaan pertama dengan seorang tim penilai angka kredit dari kota sebelah nan cantik jelita. Beberapa saat dari obrolan kutahu beliau seorang guru dengan golongan IV/d. Ini merupakan jenjang kepangkatan bernama Guru Ahli Utama, yang dulu disebut Guru Utama. Beliau bercerita suka dukanya presentasi ilmiah untuk meraih kepangkatan IV/d. Diundang ke Jakarta untuk lakukan presentasi yang di tingkat nasional berjumlah 13 orang. “Bukan orang sembarangan,” kataku dalam hati. Wajahnya nan cantik mempesoana, keramahan dilemparkan kepada semua orang, sungguh merupakan daya tarik luar biasa. Dari cerita yang beliau sampaikan kusimpulkan beliau orang hebat dan cukup langka.

Teman sekamarku tak jauh beda. Beliau juga telah memiliki golongan IV/d. Suaminya seorang pejabat. Namun, penampilannya tetap sederhana dan bersahaja. Karyanya pun luar biasa. Wahhhh jadi ingat beda orang tajir melintir dengan OKB (orang kaya baru). Seorang yang tajir melintir tak pernah memperlihatkan ketajirannya. Kesempatan ini kugunakan untuk menggali penyebab keberhasilannya. Kulihat mereka-mereka yang berhasil seperti peribahasa air tenang menghanyutkan. Adapun OKB berkebalikan dengannya.

Bertemu salah seorang narasumber dari Dirjen GTK serasa bernostalgia dengannya. Sekitar sepuluh tahun lalu berjumpa dengannya saat ketua MGMP diundang oleh Dirjen GTK untuk mendapatkan dana block grant MGMP. Lumayan, dana kegiatan sebesar 28 juta untuk kegiatan peningkatan kompetensi para anggota MGMP. Semoga dana yang dialokasikan oleh Direktorat tidak sia-sia. Waktu berjumpa pertama dengan narsum GTK yang masih muda beliau berinisial “B” teman-teman ketua MGMP banyak yang menggodanya. Maklum, narsumnya muda belia, cantik, ramah pula.

 

#Day10NovAISEIWritingChallenge


3 komentar:

  1. Guru guru hebat berhati cahaya. Semoga semakin banyak guru seperti ini dan mau berbagi.

    BalasHapus
  2. Waaw..alhmdulilah bu ismi punya ksmptn brsama orang2 hebat

    BalasHapus
  3. Semoga menular juga...menjadi guru utama yg ringan berbagi

    BalasHapus