Rabu, 08 April 2020

MENGUPING PERBINCANGAN PETE DAN PEPAYA



Pete dan pepaya duduk berdampingan dari kemarin. Dari pedagang di pasar tradisional yang kubeli tanpa menawar. Kubayangkan keduanya berbincang.

PETE. Enakan kau ya Ya (panggilan untuk pepaya). Baru duduk sebentar saja sudah dipegang-pegang, dielus, dimandikan, dikupas terus disimpan dalam perutnya.
PEPAYA: Emang, aku kan kesukaan majikan. Anak kesayangan gitu loh. Aku kan berasa manis. Menarik, cerah lagi. Tidak seperti … tidak seperti… kau
PETE: Jangan begitu. Nanti aku tersinggung lho. Ingat, doa orang yang didzlimi mustajab lho.
PEPAYA: Emang, kau merasa jadi orang? Kau itu makanan orang ya. Ha ha ha.
            Perbincangan pete dan pepaya pagi ini membuatku tersenyum. Senyum sembari mendengarkan TELEVISI pada acara RUMAH MAMAH DEDEH. Suaranya saja yang kudengarkan. Ini masih di depan LAPTOP dan HP. Memantau siswa mengerjakan soal Penilaian Harian II yang kukirim pakai google form.
Ternyata ada asyiknya juga . WFH tak selamanya membosanan. Ada kalanya geli dan menyenangkan. Bisa mengerjakan berbagai agenda dalam satu masa. Di sela-sela memantau siswa kuambil sebuah jeruk yang manis rasanya. Sedap-sedap manis kunikmati sambil menguping pembicaraan pete dan pepaya. Oho. Ternyata semua ada hikmahnya.
Hingga saat ini laptop menjadi teman istimewa saat bekerja dari rumah. Waktu kubuka kelas online pun dia merupakan sahabat yang paling setia. Sesetia sahabat-sahabatku di Belajar Menulis gel 8. Apalagi yang berkenan membaca dan meningalkan jejak. Waduh, yang ini namanya modus ya. Sorry ya, ManTeman.

2 komentar: